MERAHPUTIH.COM - ANCAMAN cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi untuk beberapa waktu mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia pada Senin (6/4) hingga beberapa hari mendatang masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas signifikan di sejumlah wilayah.
BMKG menyebutkan aktivitas sirkulasi siklonik yang terpantau di perairan barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, Laut Jawa, dan Laut Arafuru.
“Hal ini dipicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi dari Sumatra hingga Papua, menjadi pemicu utama meningkatnya pertumbuhan awan hujan,” ujar BMKG dalam keterangannya, dikutip Senin (6/4).
Akibat kondisi atmosfer tersebut, suplai uap air meningkat sehingga awan hujan tumbuh lebih masif di sepanjang daerah pertemuan angin.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan deras hingga sangat deras di wilayah Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan. “Untuk kota-kota besar di wilayah barat Indonesia, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Banjarmasin,” jelas BMKG.
Baca juga:
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 30 Maret-2 April 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
Hujan sedang berpeluang turun di Medan, Bandung, Yogyakarta, dan Tanjung Selor, sementara hujan ringan diprediksi mengguyur Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, hingga Samarinda.
Di wilayah timur, hujan petir berpotensi terjadi di Denpasar dan Mataram, hujan sedang di Palu, Mamuju, dan Merauke, serta hujan ringan di Gorontalo, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Nabire, dan Jayawijaya.
Adapun kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan hanya terjadi di Manado, Kupang, dan Ternate.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak hidrometeorologi,” tutup BMKG.(knu)
Baca juga:
El Nino 'Godzilla': Ancaman Cuaca Ekstrem yang Bisa Perpanjang Kemarau di Indonesia

