Merahputih.com - Pedagang menimbang ikan bandeng saat melayani pembeli dalam Festival Bandeng Rawa Belong jelang perayaan tahun baru Imlek di Kawasan Pasar Kembang Rawa Belong, Jakarta Barat, Senin (12/2/2026).
Menjelang perayaan Imlek, kawasan Rawa Belong kembali semarak dengan hadirnya pedagang ikan bandeng musiman. Ikan bandeng khas Imlek ini menjadi komoditas yang paling diburu, khususnya oleh warga keturunan Tionghoa yang menjalankan tradisi menyajikan bandeng saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Harga ikan bandeng yang dijajakan bervariasi, tergantung ukuran dan beratnya. Bandeng dengan bobot sekitar 1,5 hingga 2 kilogram dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Sementara itu, bandeng berukuran jumbo dengan berat antara 4 hingga 8 kilogram dibanderol hingga Rp95 ribu per kilogram.
Semakin besar ukuran ikan, semakin tinggi pula harganya. Hal ini disebabkan waktu pemeliharaan yang lebih lama serta biaya pakan yang relatif mahal.
Untuk membesarkan ikan bandeng hingga ukuran besar, dibutuhkan waktu pemeliharaan sekitar enam bulan.Para pedagang mengaku mendapatkan pasokan ikan bandeng dari Indramayu, Jawa Barat. Namun, proses pembeliannya dilakukan langsung dari nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Aktivitas penjualan biasanya mulai ramai beberapa hari menjelang Imlek, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Bagi warga keturunan Tionghoa, ikan bandeng memiliki makna simbolis sebagai lambang rezeki, kemakmuran, dan keberuntungan. Ikan bandeng tersebut kemudian diolah menjadi beragam hidangan khas, seperti pindang bandeng, bandeng kuah kecap, hingga bandeng goreng, yang disajikan untuk keluarga saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Festival Bandeng Rawa Belong pun menjadi penanda tradisi tahunan yang tak hanya menggerakkan roda ekonomi pedagang musiman, tetapi juga menjaga keberlanjutan budaya dan kuliner khas Imlek di tengah masyarakat Jakarta. (Foto: MP/Didik Setiawan).