Film

‘WandaVision’ Hadir Dengan Nuansa Era 1950-an

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 11 Januari 2021
‘WandaVision’ Hadir Dengan Nuansa Era 1950-an

Serial 'WandaVision' mengangkat nuansa era 1950-an. (indiewire.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SERIAL perdana Marvel Cinematic Universe (MCU) di Disney+, WandaVision, hadir dengan nuansa komedi situasi (sitcom) era 1950-an.

"Ceritanya membayangkan Wanda dan Vision dalam komedi situasi tahun 1950-an. Kami melihat mereka bergerak di berbagai era sitcom saat serial ini berkembang," kata penulis WandaVision, Jac Schaeffer, ANTARA, Senin (11/1)

BACA JUGA:

Rumor Pemeran Spider-Man 3 Ramai, Kevin Feige Angkat Bicara

Sutradara Matt Shakman, nominasi Primetime Emmy untuk karyanya, The Great, mengatakan membawa dua tokoh Avengers ke nuansa sitcom cukup menantang dan menyenangkan baginya.

wandavision
Membawa karakter Avengers ke dunia sitcom. (decider.com)

"Itu adalah tantangan unik bagi saya karena saya menghabiskan seluruh masa kecil saya sebagai aktor di sekitar komedi situasi. Saya tumbuh di panggung komedi situasi dan backlot, jadi ini benar-benar perjalanan melihat masa lalu," kata Shakman.

Pendekatan sitcom klasik selalu memperlihatkan ciri khas yang menarik untuk komedi dan kepolosannya. Namun, Shakman mengatakan bahwa pendekatan ini bukanlah bentuk parodi, tapi apresiasi terhadap sitcom di era tersebut.

Shakman mengungkapkan bahwa pemeran dan tim produksi mempelajari nada dan gaya sitcom klasik. Tak jarang, mereka juga menonton episode sitcom lama dan mencoba gaya yang berbeda untuk mengetahui fisik dan suara di setiap era.

wandavision
Karakter Wanda Maximoff diperankan oleh Elizabeth Olsen. (heyuguys.com)

"Kami ingin menjadi se-otentik mungkin. Kami mendalami kostum, tema, hingga bentuk komedi di sitcom dari era ke era. Bagaimana ada ciri khas dan teknik tertentu, hingga dialog dan cara bergerak para pemeran di sitcom," ujar Shakman.

Pemeran Wanda Maximoff, Elizabeth Olsen, tak mengelak bahwa serial yang mengangkat sitcom dari era ’50 hingga 2000-an ini, membuatnya harus cepat beradaptasi dengan pemeran pada periode tersebut.

“Ini sangat menggugah adrenalin, karena banyak perubahan yang cepat dan terkadang membingungkan untukku. Sitcom mengajak kami untuk bermain dengan penonton menggunakan teknik the fourth wall, ada komedi fisik juga,” ujarnya.

wandavision
Karakter Wanda dan Vision. (variety.com)

Di sisi lain, Paul Bettany yang memerankan Vision, mengungkapkan dirinya sempat terkejut ketika membaca skrip ‘WandaVision’. Ia juga mengatakan dirinya terinspirasi dari serial sitcom klasik.

“Saya cukup gugup ketika membaca naskahnya. Saya juga mengambil inspirasi dari Dick Van Dyke untuk serial ini. Vision sendiri merupakan makhluk yang baik dan selalu hadir untuk Wanda,” kata Bettany.

WandaVision berfokus pada Wanda dan Vision yang menjalani kehidupan di pinggiran kota yang ideal, namun keduanya mulai curiga bahwa semuanya tidak seperti apa yang terlihat oleh mereka.

Serial dengan sembilan episode ini dibuat seperti sebuah film, tetapi lebih ekstensif. WandaVision akan menjadi seri Marvel Studios pertama di Disney+ dan akan tayang eksklusif mulai 15 Januari 2020.(SCP)

#Film #Disney Plus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Mononoke: The Curse of the Serpent' Jadi Penutup Trilogi, Tayang di Netflix 29 September
Mononoke: The Curse of the Serpent menjadi film ketiga sekaligus penutup trilogi Mononoke. Film ini tayang di Netflix 29 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
'Mononoke: The Curse of the Serpent' Jadi Penutup Trilogi, Tayang di Netflix 29 September
ShowBiz
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Saat duo bersaudara tersebut tiba, karpet hitam sudah hampir kosong.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
ShowBiz
Film Dokumenter 'Musk' Siap Bongkar Ambisi, Kontroversi, dan Sisi Gelap Elon Musk
Trailer terbaru film dokumenter Musk karya Alex Gibney menyoroti sisi kontroversial Elon Musk, dari ambisi hingga berbagai penilaian keras terhadap karakternya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Film Dokumenter 'Musk' Siap Bongkar Ambisi, Kontroversi, dan Sisi Gelap Elon Musk
ShowBiz
Bukan Sekadar Film Pemberontakan, Andrew Garfield Ungkap Pesan di 'The Uprising'
Andrew Garfield berharap film The Uprising yang tayang 11 September 2026, dapat menggugah masyarakat dan membuat para miliarder merasa ketakutan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Bukan Sekadar Film Pemberontakan, Andrew Garfield Ungkap Pesan di 'The Uprising'
ShowBiz
'The Whisper Man' Ditonton 23,2 Juta Kali di Netflix, Langsung Masuk 10 Besar
The Whisper Man mencetak debut fantastis di Netflix. Film thriller psikologis itu sudah ditonton 23,2 juta kali.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
'The Whisper Man' Ditonton 23,2 Juta Kali di Netflix, Langsung Masuk 10 Besar
ShowBiz
Nathan Fielder Diam-Diam Bikin Dokumenter 'You Can See Everything', Ikuti Hidup Elizabeth Holmes hingga ke Penjara
Nathan Fielder membuat film dokumenter 'You Can See Everything' tentang Elizabeth Holmes. Film ini mengikuti kehidupan Holmes hingga ke penjara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Nathan Fielder Diam-Diam Bikin Dokumenter 'You Can See Everything', Ikuti Hidup Elizabeth Holmes hingga ke Penjara
ShowBiz
Dari Toronto dan Busan, 'Empat Musim Pertiwi' Kini Melaju ke Tokyo International Film Festival
Film 'Empat Musim Pertiwi' karya Kamila Andini akan tayang di Tokyo International Film Festival setelah perjalanan internasionalnya dari Toronto dan Busan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Dari Toronto dan Busan, 'Empat Musim Pertiwi' Kini Melaju ke Tokyo International Film Festival
ShowBiz
'Descendants of the Sun' Jadi Film Indonesia, Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Siap Bawa Kisah Yoo Shi-jin dan Kang Mo-yeon ke Layar Lebar
Film adaptasi Indonesia 'Descendants of the Sun' dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo, disutradarai Hanung Bramantyo.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
'Descendants of the Sun' Jadi Film Indonesia, Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Siap Bawa Kisah Yoo Shi-jin dan Kang Mo-yeon ke Layar Lebar
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan 25 Film yang Lolos Seleksi Awal Tahap 1, Ada 'Agak Laen Menyala Pantiku!' hingga 'Tukar Takdir'
FFI 2026 mengumumkan 25 film yang lolos Seleksi Awal Tahap 1 kategori Film Cerita Panjang, dari 'Agak Laen Menyala Pantiku!' hingga 'Tukar Takdir'.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
FFI 2026 Umumkan 25 Film yang Lolos Seleksi Awal Tahap 1, Ada 'Agak Laen Menyala Pantiku!' hingga 'Tukar Takdir'
ShowBiz
Faktor Usia Mulai Terasa, Robert Pattinson Curhat Tantangan Fisik Syuting 'The Batman Part II'
Robert Pattinson mulai merasakan dampak usia saat melakoni adegan perkelahian di The Batman Part II. Simak pengakuan lengkapnya mengenai proses syuting!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Faktor Usia Mulai Terasa, Robert Pattinson Curhat Tantangan Fisik Syuting 'The Batman Part II'
Bagikan