Vandalisme di Kereta Api Argo Semeru, KAI Lapor Polisi
Kereta Api Jadi Korban Vandalisme. (MP/Kanu)
MerahPutih.com - Aksi vandalisme terhadap kereta api kembali terjadi. Kali ini, vandalisme dilakukan pada Kereta Api (KA) Argo Semeru yang tengah berada di Depo Kereta Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (11/6) dini hari.
Akibat kejadian itu, KA Argo Semeru mesti dilakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh rangkaian kereta di Depo Cipinang dan pembersihan kereta eksekutif K1 01801 dari cat dampak vandalisme di badan kereta.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengecam keras tindakan vandalisme yang dilakukan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab tersebut.
“Kerusakan ini tidak hanya mengotori dan mengganggu kesiapan perjalanan KA Argo Semeru, tetapi juga berdampak terhadap pelayanan terhadap para pelanggan,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko di Jakarta, Selasa (11/6).
Baca juga:
PT KCI Ambil Langkah Hukum Oknum Vandalisme Badan KRL di Stasiun Cikarang
Ixfan menuturkan, pihaknya akan melaporkan hal ini ke polisi agar para pelaku bisa diproses hukum.
“Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk segera menangkap para pelaku,” jelas Ixfan.
KAI akan melakukan tindakan tegas sesuai undang-undang hukum pidana (KUHP) yang berlaku.
“Hukum vandalisme dan aksi corat-coret telah dituangkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu pasal 406, 408 dan 409," tegas Ixfan.
KAI juga mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi. Antara lain peningkatan penjagaan di stasiun maupun di depo-depo kereta maupun lokomotif di wilayah Daop 1 Jakarta dengan melibatkan kewilayahan TNI/Polri serta memperkuat peran serta masyarakat untuk turut menjaga aset-aset kereta api.
Baca juga:
“Ini juga penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pelanggan kereta api,” imbuh Ixfan.
Sebab, tindakan vandalisme terhadap sarana transportasi umum seperti kereta api tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga masyarakat luas yang menggunakan jasa kereta api sebagai sarana transportasi yang aman dan nyaman.
"Diharapkan, dengan adanya langkah-langkah tegas dari aparat hukum dan upaya sosialisasi yang dilakukan oleh KAI Daop 1 Jakarta, aksi vandalisme serupa tidak akan terulang di masa mendatang," harap Ixfan. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Banjir Surut, Rute Rel Pekalongan-Sragi Bisa Dilalui, Perjalanan Kereta Pantura tak lagu Memutar ke Selatan
Banjir di Semarang Bikin 38 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan, Begini Cara Pengembalian Bea Tiket 100 Persen
88 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Selama Libur Akhir Pekan Isra Mikraj, Yogyakarta Masuk Tujuan Tertinggi
PT KAI Tutup 316 Perlintasan Sebidang Sepanjang 2025, Masyarakat Diminta Berhenti 'Adu Nasib' dengan Kereta Api
PT KAI Alihkan Rute Kereta Api ke Jalur Selatan Buntut Banjir di Pekalongan, Lokomotif Khusus BB 304 Dikerahkan
Sejumlah Perjalanan Kereta Api ‘Ngaret’ sampai 2,5 Jam Pasca Rel Terendam Banjir di Pantura Jawa Tengah
PT KAI Lakukan 52 Penertiban Bangunan Liar Dekat Jalur Kereta
Penumpang Kereta Meningkat saat Libur Isra Mikraj, Ini 10 Stasiun Tersibuk
Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Okupansi Tiket Kereta Api Baru 46 Persen
Long Weekend Isra Miraj, Warga Jabodetabek Ramai Booking Tiket ke Yogyakarta dan Bandung