Ratusan karya desain kostum batik, bakal ikut ambil bagian di ajang Solo Batik Carnival (SBC) X, Jumat-Minggu (14-16/7) mendatang. Dengan mengusung tema Astamurti Kawijayan, panitia SBC X seolah ingin kembali menunjukan wujud kejayaan tradisi budaya Jawa yang berupa karya seni, warisan nenek moyang tanah Jawa.
Jika dilihat, tema tersebut berasal dari Bahasa Kawi, dimana Astamurti yang artinya bentuk, sedangkan Kawijayan merupakan kejayaan.
“Setidaknya melalui ajang ini, kekayaan tradisi Jawa bisa mampu kembali dipertunjukan, tentunya dengan sajian kostum batik,” jelas Ketua Yayasan SBC Susanto, saat mengadakan jumpa pers dengan wartawan, Jumat (7/7).
Untuk memamerkan karya batik tersebut, para peserta akan berlangak-lengok dari kawasan Stadion Sriwedari hingga kawasan benteng Vastenburg.
“Saat kirab nanti, para peserta akan berhenti sejenak di kawasan perempatan Ngarsopuro, disana selain beraksi mereka juga akan disambut pentas drum bersama, dari sekolah musik milik Gilang Ramadan,” imbuhnya.
Perlu diketahui, SBC sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2008. Dimana sejak awal pembuatan kostum ini, berangkat dari benda daur ulang untuk dijadikan sebuah karya yang patut di pertunjukan.
Berita ini berdasarkan laporan Win , reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya. Untuk membaca artikel Win lainnya disini: Tempat Favorit yang Dikunjungi Wisatawan Lokal dan Asing di Kota Solo.