Unjuk Gigi Sepeda Bambu Anak Negeri, Dipakai Jokowi Hingga PM Australia
Jokowi dan PM Albanese bersepeda menggunakan sepeda bambu. (Foto: Youtube/Sekretariat Presiden)
PENANAMAN pohon Kamper (Dryobalanops Lanceolata) telah selesai, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia (PM) Anthony Albanese menuju Resto Raasaa di dalam area Kebun Raya Bogor. Jokowi mengajak PM Albanese bersepeda sembari menikmati udara segar dan pepohonan rimbun Kebun Raya Bogor.
"Iya, karena cuacanya bagus. Naik sepeda ini kan ramah lingkungan," kata Jokowi, mengutip YouTube Sekretariat Presiden.
Bersepeda bersama Jokowi mengusung pula kampanye kendaraan ramah lingkungan menjadi pernak-pernik menarik PM Albanese pada lawatan resmi kali pertama di luar negeri sebagai PM Australia. Kedua pemimpin tersebut tak sebatas menggowes dengan sepeda biasa, melainkan sepeda khusus berbahan bambu.
"Presiden (Jokowi) menawarkan agar sepeda bambu dibawa pulang ke Australia. Dan, akan melihat saya menggowes sepeda bambu di Canberra," kata PM Albanese.
Baca juga:
Flavs Festival Ajang Unjuk Gigi Sekaligus Lebarannya Hip-Hop Indonesia
Sepeda bambu tersebut merupakan hasil racikan tangan Singgih S. Kartono dari Temanggung, Jawa Tengah. Singgih menggubah sepeda bambu dengan brand Spedagi atau gabungan dari dua kata "sepeda pagi" dikembangkan sejak 2013. Mengutip laman Spedagi.com, Singgih memang kerap bersepeda untuk menjaga kesehatan.
Saat mulai rajin menggowes, lelaki dengan latar belakang desainer tersebut mulai tertarik mengulik seluk-beluk tata rancang sepeda. Singgih bahkan makin menggandrungi pembuatan rancangan sepeda setelah melihat sepeda karya Craig Calfee asal Amerika Serikat. Tak hanya dibuat dari bambu, sepeda tersebut juga dibuat dengan metode kerajinan tangan.
Sepeda tersebut menginspirasi Singgih untuk mengembangkan desain sepeda bambu apalagi di Indonesia bahan baku bambu begitu melimpah dan metode produksi kerajinan tangan merupakan kesehariannya. Ia mulai mengembangkan desain sepeda bambu pada 2013, kemudian setahun setelahnya mulai membangun sepeda karyanya.
Baca juga:
Sepeda bambu Spedagi bukan hanya wujud sebuah produk berbasis sumber daya desa, namun juga menjadi pemicu awal lahirnya gerakan Revitalisasi Desa Spedagi. Gerakan tersebut bertujuan membawa desa kembali ke harkat dasarnya sebagai komunitas lestari dan mandiri.
Ada empat model sepeda bambu diproduksi Spedagi, antara lain Dwiguna dibanderol mulai Rp 5,5 juta, kemudian Gowesmulyo dibanderol dari harga Rp 5,5 juta, lalu Rodacilik dibanderol dari harga Rp 6 juta, dan Dalanrata dibanderol mulai dari Rp 6,5 juta.
Tidak hanya sepeda bambu, Singgih juga pernah membuat radio kayu diberi nama Magno. Radio ini memiliki desain kayu klasik dan menarik perhatian Pimpinan Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel.
Berkat kreativitas tangannya, Singgih sempat meraih beberapa penghargaan, seperti Kids Design Award Japan (2013), 2nd Winner International Design Resource Award Seattle, USA, dan Pemenang Indonesian Good Design Selection (2005 dan 2006). (and)
Baca juga:
Talenta Muda Indonesia Unjuk Gigi di Konser 'Hari Ini Indah'
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Kamera OPPO Reno 15 Pro Max Jadi Andalan, Pakai Sensor 200 MP dan Ultra-wide 50 MP
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Samsung Galaxy S26 Plus Muncul di Geekbench, Gunakan Chip Exynos 2600
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Samsung Galaxy S26 Series Meluncur Februari 2026, ini Jadwal Lengkapnya
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Xiaomi Kids Watch Resmi Meluncur, Bisa Deteksi Mood Anak dengan Fitur Keamanan yang Enggak Main-Main
HP Gaming 'Monster' RedMagic 11 Air Siap Gebrak Pasar Global Pekan Depan, Spesifikasinya Bikin Merinding
Bocoran OPPO Find X9 Ultra, Bawa Teleconverter Baru dan Kamera Zoom 300mm
Redmi Note 15 Pro dan Note 15 Pro+ Siap Meluncur, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo