Wisata Indonesia

Unik Banget, Budaya Ngopi Suku Sasak dengan Campuran Beras dan Kelapa

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 08 Februari 2019
Unik Banget, Budaya Ngopi Suku Sasak dengan Campuran Beras dan Kelapa

Suku Sasak terkenal dengan tradisi minum kopinya yang kuat. (Foto: Pixabay/veerasantinithi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUKU Sasak merupakan masyarakat masyoritas Pulau Lombok. Masyarakat Sasak terkenal dengan tradisinya yang sangat kuat. Begitu juga dalam sajian kulinernya, masyarakat Sasak punya beragam hidangan yang wajib dicoba.

Salah satu yang terkenal dari suku Sasak yaitu tradisi minuman kopi. Selain meracik minuman kopi menjadi nikmat, kegemaran minum kopi masyarakat Sasak juga tak perlu diragukan. Kopi merupakan salah satu sajian istimewa ketika ada tamu yang datang.

1. Kopi campuran beras dan kelapa mengeluarkan aroma sangat nikmat

Kopi khas Sasak dicampur dengan beras dan potongan kelapa tua. (Foto: Pixabay/LoboStudioHamburg)
Kopi khas Sasak dicampur dengan beras dan potongan kelapa tua. (Foto: Pixabay/LoboStudioHamburg)

Kopi hitam tradisional Lombok diolah dari biji kopi mentah yang disangrai dalam wajan terbuat dari tanah liat, hingga gosong menghitam dan menghasilkan aroma harum khas. Kemudian dicampur sedikit beras dan sedikit kelapa yang diiris kecil, lalu ditumbuk halus hingga mengasilkan serbuk kopi yang siap diseduh.

"Kopi hitam yang diracik secara tradisional akan menghasilkan cita rasa kopi yang berbeda dari pada kopi kemasan," kata Inaq Hamidah, seorang warga Pagutan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, seperti dikutip Antara.

Tradisi minum kopi bagi masyarakat suku Sasak Lombok telah turun temurun dari generasi ke generasi, dalam setiap kegiatan maupun acara apa pun. Dalam kunjungan bertamu, minuman kopi selalu menjadi suguhan yang wajib dengan hidangan makanan.

"Terutama bagi kaum laki-laki," kata Ahmad Jaba'i, warga lain yang telah menikmati kopi sejak 40 tahun lalu.


2. Minum kopi telah dikenal masyarakat Sasak sejah usia belia

Buah kopi. (Foto: Pixabay/wmazurec)
Buah kopi. (Foto: Pixabay/wmazurec)


Kebiasaan turun temurun minum kopi di masyarakat Sasak telah dimiliki sejak berusia belia. Ketika menjajaki setiap pedesaan di seluruh Pulau Lombok, mulai Lombok Barat hingga Lombok Timur, dari ujung selatan Lombok sampai ujung utara, pasti kamu akan menjumpai tradisi masyarakat yang fanatik terhadap kopi.

Kalaulah kunjungan ke setiap desa, harus singgah di 10 rumah, maka kamu akan menjumpai suguhan 10 cangkir kopi hangat.

Jaba'i yang juga tokoh masyarakat Lingkungan Pagutan itu menceritakan, setiap kali berkunjung ke rumah warga pasti tuan rumah akan mengeluarkan secangkir kopi.

"Sekiranya kita mendatangi 10 rumah maka 10 cangkir kopi yang akan kita minum," kata Jaba'i.


3. Kopi jadi media mempererat hubungan masyarakat

Kopi dapat mempererat hubungan masyarakat. (Foto: Pixabay/andrewlloydgordon)
Kopi dapat mempererat hubungan masyarakat. (Foto: Pixabay/andrewlloydgordon)

Lalu bagai warga suku Sasak Lombok begitu mencintai kopi, sehingga selalu menomorsatukan minuman itu sebagai suguhan dalam menjamu tamu?

Dahulu kala, para orang tua suku Sasak hanya memiliki kopi, tidak ada menu minuman lain, seperti teh atau susu. Kemudian hingga kini terkenal sebagai salah satu daerah pengghasil kopi terbaik di Indonesia.

Selain itu, pada masa kerajaan, kopi menjadi minuman favorit keluarga kerajaan sehingga masyarakat Lombok melestarikan kebiasaan baik itu hingga kini. Ketika menjamu tamu, mereka memberikan sajian yang terbaik bagi tamunya itu dengan minuman yang punya derajat dalam masyarakat.

Kopi juga memiliki efek luar biasa dari segi psikologis masyarakat, baik dari komunikasi, hubungan, dan kekerabatan.

Kopi menjadi media transmisi atau penyambung hati masyarakat dari yang tidak saling kenal menjadi kenal, dari tidak akrab menjadi semakin akrab. (zul)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Surga Pencinta Durian, Wisata Kebun Durian Ini Lagi Ngetren di Garut

#Kuliner NTB #Kopi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Fun
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Roemah Koffie menghadirkan sejumlah promo saat grand opening gerai ke-15 di Agora Mall. Salah satunya Buy One Get One dan promo dua kopi seharga Rp70 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Fun
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Roemah Koffie resmi membuka gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Jakarta Pusat. Ekspansi ini dibarengi misi mengenalkan kopi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Bagikan