Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Teknologi

Uni Eropa Menjadikan USB-C Sebagai Standar Pengisian Daya Umum

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 09 Juni 2022
Uni Eropa Menjadikan USB-C Sebagai Standar Pengisian Daya Umum

USB-C akan menjadi kabel pengisian daya standar pada negara-negara Uni Eropa. (Foto: Unsplash/Marcus Urbenz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UNI Eropa telah mencapai kesepakatan untuk menjadikan USB-C sebagai pengisi daya umum untuk semua ponsel dan perangkat elektronik. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi limbah elektronik dan ketidaknyamanan dengan pengisi daya yang tidak kompatibel.

"Di bawah aturan baru, konsumen tidak lagi memerlukan perangkat pengisi daya dan kabel yang berbeda setiap kali mereka membeli perangkat baru, dan dapat menggunakan satu pengisi daya tunggal untuk semua perangkat elektronik portabel berukuran kecil dan menengah mereka," kata Uni Eropa dalam siaran pers yang dikutip dari laman Engadget, Selasa (7/6).

Baca Juga:

Di Balik Kecepatannya, USB-C Ternyata Memiliki Keterbatasan

Pembeli juga dapat memilih apakah ingin membeli peralatan elektronik baru dengan atau tanpa pengisi daya. "Kewajiban baru ini akan mengarah pada penggunaan kembali pengisi daya yang lebih banyak dan akan membantu konsumen menghemat hingga 250 juta euro per tahun untuk pembelian pengisi daya yang tidak perlu."

Peraturan baru tersebut dibuat untuk mengurangi limbah elektronik. (Foto: TCO Certified)

Produsen memiliki waktu hingga musim gugur 2024 untuk menerapkan aturan baru, yang mencakup ponsel, tablet, e-reader, earbud, kamera digital, headphone dan headset, konsol video gim genggam, dan speaker portabel."

Namun untuk perangkat Laptop, mereka akan memberikan waktu lebih lama kepada para produsen untuk melakukan penyesuaian hingga 40 bulan setelah aturan berlaku.

Baca Juga:

Mengecas Baterai Ponsel lewat Udara

Sebelumnya Uni Eropa juga telah bekerja sama dengan industri untuk mengurangi jumlah jenis pengisi daya ponsel dari 30 menjadi 3 selama satu dekade terakhir, untuk misi yang sama yaitu mengurangi limbah elektronik.

rodusen memiliki waktu hingga musim gugur 2024 untuk menerapkan aturan baru. (Foto: Unsplash/Paul Hanaoka)

Di sisi lain, peraturan baru ini telah menimbulkan pro dan kontra salah satunya ialah bagaimana nasib dari port Lightning milik Apple nantinya. Port Apple juga digunakan oleh sekitar 20 persen perangkat yang dijual di Eropa.

Namun sejauh ini Apple belum memberikan tanggapan mengenai undang-undang tersebut. Tetapi pada 2020, Apple mengatakan bahwa peraturan baru mengenai pengisi daya telepon universal akan "mencekik inovasi".

Masalah lainnya yang tidak sepenuhnya jelas adalah bagaimana cara Uni Eropa bisa menangani standar berbeda yang dibuat oleh para produsen. "konsumen akan diberikan informasi yang jelas tentang karakteristik pengisian daya perangkat baru, sehingga memudahkan mereka untuk melihat apakah pengisi daya yang tersebut kompatibel," tutup keterangan tersebut. (Ref)

Baca Juga:

Perusahaan ini Akan Luncurkan Alat Tes Swab Antigen Lewat Ponsel Pintar

#Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Indonesia
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Pemerintah diharap dapat memastikan distribusi manfaat ekonomi dari AI berlangsung lebih adil.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Tekno
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
OPPO Find X10 Pro Max kabarnya akan membawa tiga kamera 200MP. HP tersebut digadang-gadang sebagai flagship paling gahar.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
OPPO Find X10 Pro Max Bocor! Usung 3 Kamera 200MP dan Chip 2nm, Jadi Flagship Paling Gahar?
Tekno
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Spesifikasi Redmi Note 17 dan Note 17 Pro kini sudah terungkap. HP itu akan rilis 14 Juli 2026.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Redmi Note 17 Series Meluncur 14 Juli 2026, ini Bocoran Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Tekno
Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra, Tembus Rp 56 Juta!
Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra akan rilis 22 Juli 2026. Kini, bocoran harganya sudah terungkap.
Soffi Amira - Senin, 13 Juli 2026
Bocoran Harga Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra, Tembus Rp 56 Juta!
Tekno
Biaya Produksi iPhone 18 Pro Max Naik Drastis, Ternyata ini Penyebabnya
Biaya produksi iPhone 18 Pro Max kemungkinan akan naik. Hal itu dikarenakan harga komponennya meningkat hampir Rp 5,4 juta.
Soffi Amira - Jumat, 10 Juli 2026
Biaya Produksi iPhone 18 Pro Max Naik Drastis, Ternyata ini Penyebabnya
Bagikan