Uni Eropa Menjadikan USB-C Sebagai Standar Pengisian Daya Umum
USB-C akan menjadi kabel pengisian daya standar pada negara-negara Uni Eropa. (Foto: Unsplash/Marcus Urbenz)
UNI Eropa telah mencapai kesepakatan untuk menjadikan USB-C sebagai pengisi daya umum untuk semua ponsel dan perangkat elektronik. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi limbah elektronik dan ketidaknyamanan dengan pengisi daya yang tidak kompatibel.
"Di bawah aturan baru, konsumen tidak lagi memerlukan perangkat pengisi daya dan kabel yang berbeda setiap kali mereka membeli perangkat baru, dan dapat menggunakan satu pengisi daya tunggal untuk semua perangkat elektronik portabel berukuran kecil dan menengah mereka," kata Uni Eropa dalam siaran pers yang dikutip dari laman Engadget, Selasa (7/6).
Baca Juga:
Pembeli juga dapat memilih apakah ingin membeli peralatan elektronik baru dengan atau tanpa pengisi daya. "Kewajiban baru ini akan mengarah pada penggunaan kembali pengisi daya yang lebih banyak dan akan membantu konsumen menghemat hingga 250 juta euro per tahun untuk pembelian pengisi daya yang tidak perlu."
Produsen memiliki waktu hingga musim gugur 2024 untuk menerapkan aturan baru, yang mencakup ponsel, tablet, e-reader, earbud, kamera digital, headphone dan headset, konsol video gim genggam, dan speaker portabel."
Namun untuk perangkat Laptop, mereka akan memberikan waktu lebih lama kepada para produsen untuk melakukan penyesuaian hingga 40 bulan setelah aturan berlaku.
Baca Juga:
Sebelumnya Uni Eropa juga telah bekerja sama dengan industri untuk mengurangi jumlah jenis pengisi daya ponsel dari 30 menjadi 3 selama satu dekade terakhir, untuk misi yang sama yaitu mengurangi limbah elektronik.
Di sisi lain, peraturan baru ini telah menimbulkan pro dan kontra salah satunya ialah bagaimana nasib dari port Lightning milik Apple nantinya. Port Apple juga digunakan oleh sekitar 20 persen perangkat yang dijual di Eropa.
Namun sejauh ini Apple belum memberikan tanggapan mengenai undang-undang tersebut. Tetapi pada 2020, Apple mengatakan bahwa peraturan baru mengenai pengisi daya telepon universal akan "mencekik inovasi".
Masalah lainnya yang tidak sepenuhnya jelas adalah bagaimana cara Uni Eropa bisa menangani standar berbeda yang dibuat oleh para produsen. "konsumen akan diberikan informasi yang jelas tentang karakteristik pengisian daya perangkat baru, sehingga memudahkan mereka untuk melihat apakah pengisi daya yang tersebut kompatibel," tutup keterangan tersebut. (Ref)
Baca Juga:
Perusahaan ini Akan Luncurkan Alat Tes Swab Antigen Lewat Ponsel Pintar
Bagikan
Berita Terkait
Bocoran OPPO Find X9 Ultra, Bawa Teleconverter Baru dan Kamera Zoom 300mm
Redmi Note 15 Pro dan Note 15 Pro+ Siap Meluncur, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand
OPPO A6 5G Debut di India, Dibanderol Rp 3 Jutaan dengan Baterai Jumbo
Samsung Galaxy A57 Sudah Lolos Sertifikasi TENAA, Berikut Spesifikasi Lengkapnya
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 dan S26 Plus Bocor, Baterai dan Kamera Jadi Sorotan
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
Bocoran Xiaomi 18, Dikabarkan Bawa Kamera Periskop hingga Fingerprint Ultrasonik
OPPO Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra Dirumorkan Pakai Kamera Ganda 200MP