Uji Coba Membuat Pengguna X hanya dapat Read Only
Uji coba X buat penggguna baru hanya dalam mode read only. (Unsplash/Julian Christ)
AGAKNYA Elon Musk memiliki rencana baru untuk mengatasi masalah spam dan bot di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Solusi yang disebut Not a Bot dan membuat pengguna yang tidak terverifikasi harus membayar USD1 atau15 ribu rupiah per tahun untuk membuktikan memang manusia.
Baca Juga:
Jika pengguna membayar, mereka akan memiliki kemampuan untuk men-tweet dan membagikan konten dari akun lain, termasuk untuk like, coment, dan mengutip posting-an lain. Jika pengguna tidak membayar, akun mereka akan diturunkan ke mode Read only, yang berarti mereka hanya dapat membaca tweet dan menonton video selain mengikuti akun.
Untungnya program Not a Bot hanyalah uji coba eksklusif untuk pengguna baru yang belum terverifikasi di Selandia Baru dan Filipina. Selain itu, program ini terbatas pada klien web platform. Jika langganan diluncurkan ke negara lain, harga akan disesuaikan berdasarkan nilai tukar mata uang, menurut X.
Jika sistem langganan X Premium yang ada saat ini, sebelumnya Twitter Blue, merupakan indikasi, biaya tahunan Not a Bot sebesar 15 ribu rupiah mungkin lebih berat untuk pengguna seluler. Ini dikarenakan Apple dan Google mengumpulkan hingga 30% dari semua pembayaran dalam aplikasi yang dilakukan melalui platform masing-masing.
Melansir slash gear, tes baru X ini tidak akan memengaruhi akun yang sudah ada, hanya akan diterapkan pada akun baru yang dibuat setelah 17 Oktober 2023. Langkah ini, menurut X, merupakan misi multi-month untuk mengurangi jumlah bot di platform ini. Ini merupakan sesuatu yang telah dibicarakan oleh Elon Musk sebelum melakukan akuisisi perusahaan besar ini.
Baca Juga:
X pada laman Help document menjelaskan bahwa program baru ini bertujuan untuk mempertahankan diri dari bot dan spammer yang mencoba memanipulasi platform dan mengganggu pengalaman pengguna X lainnya.
Di dalam pengujian ini, pengguna baru di Filipina dan Selandia Baru harus memverifikasi nomor telepon mereka ketika membuat akun, terlepas dari apakah mereka berencana untuk membayar atau tidak.
Setelah itu, X akan menyebutkan bahwa setiap pengguna baru akan dihadapkan pada beberapa pilihan: membayar biaya tahunan untuk mendapatkan akses ke fitur-fitur dasar dan mendaftar ke X Premium dengan biaya USD8 atau Rp125 ribu per bulan untuk mengakses fitur-fitur tambahan, atau harus memenuhi syarat sebagai organisasi terverifikasi.
Biaya apa pun yang dibayarkan selama versi beta tidak dapat dikembalikan. Karena ini hanyalah uji coba beta, ada kemungkinan X akan memutuskan untuk membatalkannya daripada mengembangkannya ke pasar lain di masa depan. (aqb)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
OPPO Reno 15 Series Usung Desain 'Dancing Aurora', Terinspirasi dari Fenomena Alam Langka
OPPO Reno 15 Perkenalkan Fitur AI Flash Photography 2.0, Selfie Minim Cahaya Jadi Lebih Maksimal!
POCO X8 Pro Max Muncul di Sertifikasi BIS, Sudah Siap Meluncur Global?
Vivo X300 Ultra Siap Masuk Indonesia, Sudah Kantongi Sertifikasi TKDN!
Simak Nih! Cara Pakai StandBy Mode iPhone iOS 17: Tips dan Kustomisasi
Desain Layar iPhone 18 Mulai Terungkap, Model Pro Alami Perubahan Besar
Apple Makin Dekat Rilis iPhone Lipat, Dikabarkan Meluncur September 2026
Xiaomi 17 Max Bakal Bawa Baterai 8.000mAh, ini Spesifikasi Lengkapnya
OPPO Reno 15 FS 5G Akhirnya Meluncur, Bawa Baterai 6.500mAh dan 3 Kamera 50MP!
Apple Pimpin Pasar Smartphone Global 2025, Kalahkan Samsung dan Xiaomi!