Turnstile Gelar Konser Gratis di Washington Monument, Galang Dana untuk Palestina

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 5 menit lalu
Turnstile Gelar Konser Gratis di Washington Monument, Galang Dana untuk Palestina

Turnstile gelar konser kemanusiaan gratis. (Foto: dok/turnstile/daniel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Band hardcore asal Baltimore, Maryland, Turnstile, menggelar konser amal gratis di National Mall, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Sabtu (24/10). Berlangsung di bawah bayang-bayang Washington Monument, pertunjukan tersebut menarik sekitar 60.000 orang sekaligus menjadi ajang penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina, Sudan, dan Lebanon.

Bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Human Concern International, Turnstile mengajak penonton menyalurkan donasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Konser ini mempertemukan energi musik hardcore dengan upaya membangun solidaritas terhadap mereka yang terdampak krisis kemanusiaan.

Menurut laporan The Washington Post, jumlah penonton diperkirakan mencapai 60.000 orang berdasarkan estimasi penyelenggara. Angka tersebut memperlihatkan besarnya antusiasme publik terhadap Turnstile sekaligus menjadikan pertunjukan ini sebagai ruang berkumpul bagi puluhan ribu orang dengan tujuan yang lebih luas daripada sekadar menikmati musik.

Baca juga:

Turnstile Kolaborasi dengan Sepatu Converse, Ciptakan Chuck 70 BLACKOUT

Konser Hardcore di Tengah Ikon Ibu Kota Amerika Serikat

National Mall berubah menjadi arena pertunjukan musik ketika Turnstile naik panggung di kawasan Washington Monument. Di tengah hamparan rumput dan monumen bersejarah yang identik dengan perjalanan politik Amerika Serikat, band ini menghadirkan musik hardcore yang bising, ekspresif, dan penuh energi.

Konser tersebut menjadi penutup rangkaian Never Enough Tour Pt. 2, tur Amerika Utara yang mendukung album Never Enough (2025). Namun, berbeda dari pertunjukan berbayar di gedung atau arena musik, Turnstile memilih ruang terbuka yang dapat diakses publik tanpa tiket masuk.

Sebagai gantinya, penonton diajak memberikan donasi secara sukarela untuk mendukung upaya kemanusiaan yang menjadi tujuan acara.

Menurut laporan The Washington Post, suasana di sekitar panggung diwarnai aksi moshing dan crowd surfing. Sejumlah keluarga juga hadir untuk menikmati pertunjukan bersama, memperlihatkan beragam cara penonton merayakan musik Turnstile.

Bagi vokalis Brendan Yates, konser di Washington, D.C., memiliki makna personal. Ia tumbuh di Maryland dan menyebut skena punk Baltimore serta Washington sebagai bagian penting yang membentuk karakter musikal Turnstile.

Dengan latar tersebut, penampilan di ibu kota Amerika Serikat bukan hanya menjadi penutup tur, tetapi juga kesempatan bagi band untuk kembali ke lingkungan musik yang ikut membesarkan mereka.

Turnstile Galang Dana untuk Palestina, Sudan, dan Lebanon

Di balik penampilan Brendan Yates, drummer Daniel Fang, bassist Franz Lyons, serta gitaris Meg Mills dan Pat McCrory, konser ini membawa misi kemanusiaan.

Turnstile bekerja sama dengan Human Concern International untuk menghimpun donasi yang akan disalurkan secara merata bagi upaya kemanusiaan di Palestina, Sudan, dan Lebanon.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat terdampak, termasuk makanan, air bersih, layanan medis, dan tempat berlindung bagi keluarga yang membutuhkan pertolongan.

Konsep konser gratis membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan sekaligus berpartisipasi dalam penggalangan dana. Penonton tidak diwajibkan membeli tiket, tetapi didorong untuk memberikan sumbangan sesuai kemampuan mereka.

Target awal penggalangan dana ditetapkan sebesar USD 100.000. Menurut laporan The Washington Post pada hari pelaksanaan, jumlah donasi yang terkumpul telah mencapai USD 150.000, melampaui target awal.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah pertunjukan musik dapat menjadi sarana untuk menggerakkan dukungan publik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Baca juga:

Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina

Menghidupkan Kembali Tradisi Musik Independen di Washington

Konser Turnstile di Washington Monument juga mengingatkan publik pada sejarah skena punk dan hardcore di Washington, D.C. Salah satu band yang memiliki tempat penting dalam sejarah tersebut adalah Fugazi, kelompok post-hardcore asal Washington yang dikenal melalui pertunjukan berbiaya terjangkau dan konser amal.

Fugazi pernah menggelar pertunjukan di Sylvan Theater, kawasan dekat Washington Monument, pada 1993 dan 1995. Kehadiran Turnstile di National Mall menghubungkan generasi musisi yang berbeda melalui semangat serupa: musik tidak harus selalu berada di ruang komersial, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kepedulian sosial.

Berangkat dari skena hardcore Baltimore, Turnstile terus memperluas jangkauan pendengarnya tanpa sepenuhnya meninggalkan energi kolektif yang menjadi bagian penting dari kultur musik bawah tanah.

Konser amal ini memperlihatkan bagaimana semangat tersebut dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata. Musik menjadi titik temu bagi ribuan orang, sementara donasi yang terkumpul diarahkan untuk membantu masyarakat di tiga wilayah yang menghadapi krisis kemanusiaan.

Pada akhirnya, konser gratis Turnstile di Washington Monument bukan sekadar penutup rangkaian tur Never Enough Tour Pt. 2. Pertunjukan tersebut juga menunjukkan bagaimana panggung musik dapat menjadi ruang untuk mempertemukan komunitas, menghidupkan semangat kebersamaan, dan mendorong solidaritas bagi mereka yang membutuhkan bantuan. (Far)

#Turnstile #Musik #Solidaritas Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Turnstile Gelar Konser Gratis di Washington Monument, Galang Dana untuk Palestina
Turnstile menggelar konser gratis di Washington Monument. Sekitar 60.000 orang hadir untuk mendukung penggalangan dana bagi Palestina, Sudan, dan Lebanon.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 5 menit lalu
Turnstile Gelar Konser Gratis di Washington Monument, Galang Dana untuk Palestina
ShowBiz
Makna Lirik Lagu 'Give It To Me' SISTAR, Kisah Patah Hati dan Keraguan untuk Dicintai
Makna lagu 'Give It To Me' SISTAR mengangkat kisah patah hati, ketakutan akan kesendirian, dan keraguan diri setelah kehilangan cinta.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 9 menit lalu
Makna Lirik Lagu 'Give It To Me' SISTAR, Kisah Patah Hati dan Keraguan untuk Dicintai
ShowBiz
DRIVE Rilis Ulang 'Katakanlah', Gandeng Mazaiya dengan Aransemen Piano dan Strigs
DRIVE merilis ulang lagu 'Katakanlah' yang dirilis pada 2010 dengan aransemen piano, trio string, dan kolaborasi bersama musisi muda Mazaiya.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 39 menit lalu
DRIVE Rilis Ulang 'Katakanlah', Gandeng Mazaiya dengan Aransemen Piano dan Strigs
ShowBiz
SIVIA Unggah Lirik 'Jangan Semau-maumu' di Tengah Sorotan Demonstrasi
Lagu tersebut mengangkat kritik terhadap perilaku orang-orang yang merasa paling benar dan bertindak sesuka hati.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
SIVIA Unggah Lirik 'Jangan Semau-maumu' di Tengah Sorotan Demonstrasi
ShowBiz
Stepforward Rilis Video Musik Pertama dalam 30 Tahun, 'Camkan Memarku' Suarakan Perlawanan terhadap Kekerasan
Stepforward resmi merilis video musik 'Camkan Memarku'. Suarakan perlawanan terhadap kekerasan seksual, KDRT, dan budaya menyalahkan korban.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Stepforward Rilis Video Musik Pertama dalam 30 Tahun, 'Camkan Memarku' Suarakan Perlawanan terhadap Kekerasan
ShowBiz
Hearts2Hearts Rilis 'Next Chapter', Ini Pesan di Balik Lagu Spesial untuk 'Arena of Valor'
Hearts2Hearts merilis “Next Chapter” sebagai kolaborasi spesial 10 tahun Arena of Valor. Lagu ini membawa pesan keberanian, optimisme, dan dukungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Hearts2Hearts Rilis 'Next Chapter', Ini Pesan di Balik Lagu Spesial untuk 'Arena of Valor'
ShowBiz
Spotify Singkirkan 50 Juta Lagu AI dari Rekomendasi, 75 Juta Konten Spam Dihapus
Spotify menyingkirkan lebih dari 50 juta lagu AI slop dan spam dari rekomendasi serta menghapus permanen lebih dari 75 juta lagu spam sepanjang 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Spotify Singkirkan 50 Juta Lagu AI dari Rekomendasi, 75 Juta Konten Spam Dihapus
ShowBiz
Daun Jatuh Rilis 'permata hatiku', tentang Kisah Cinta yang Lebih Indah dari Doa
Daun Jatuh merilis 'permata hatiku', single kedua menuju album mendatang yang ditulis El. Lagu ini mengangkat cinta, rasa syukur, dan doa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Daun Jatuh Rilis 'permata hatiku', tentang Kisah Cinta yang Lebih Indah dari Doa
ShowBiz
Lirik Lagu 'Naksir' dari Andien, Cerita Jatuh Cinta dari Pertemuan Tak Terduga
Lagu “Naksir” dari Andien mulai mencuri perhatian pencinta musik Indonesia
Frengky Aruan - Minggu, 25 Oktober 2026
Lirik Lagu 'Naksir' dari Andien, Cerita Jatuh Cinta dari Pertemuan Tak Terduga
ShowBiz
Amanda Caesa Rangkum Kisah Cinta Tanpa Kepastian Lewat EP Cute Talks
Cute Talks, EP terbaru Amanda Caesa mengisahkan fase almost-love, ketika dua orang tampak saling memiliki rasa, tetapi belum ada yang berani mengungkapkan perasaan secara terbuka.
Frengky Aruan - Minggu, 25 Oktober 2026
Amanda Caesa Rangkum Kisah Cinta Tanpa Kepastian Lewat EP Cute Talks
Bagikan