Tren Reuni Serial Televisi dan Hubungannya dengan Pandemi

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 21 Juni 2021
Tren Reuni Serial Televisi dan Hubungannya dengan Pandemi

'Friends: The Reunion' ditonton oleh 29 persen pelanggan streaming di seluruh AS. (Foto: meredithcorp.io)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEMBALI pada tahun 2002, dalam sebuah episode Friends enam orang sahabat itu merekam pesan video untuk putri Rachel, Emma untuk ditonton pada ulang tahunnya yang ke-18. Tepat 18 tahun kemudian, 2020 membawa pandemi global dalam kehidupan nyata.

Banyak orang terjebak dalam lockdown memiliki banyak waktu luang untuk kembali ke masa lalu dan mencari kenyamanan melalui serial televisi yang sudah dikenal. Salah satunya yang banyak dinikmati tentulah Friends.

Kegemaran orang marathon serial televisi lawas bukan hanya menambah keuntungan platform streaming dan para pemegang hak siar dan royalti. Kepopuleran serial-serial lawas itu juga mendatangkan penonton-penonton muda yang baru melihat Rachel, Monica, Chandler, Ross, Joey, dan Phoebe.

Setelah Friends: The Reunion dan The Fresh Prince of Bel-Air Reunion yang sukses besar, layanan streaming Hayu mengambil E!'s Reunion Road Trip, di mana para pemeran dari Queer Eye for the Straight Guy, Scrubs dan All My Children melakukan perjalanan menyusuri jalan kenangan.

Baca juga:

(Mungkin) Ada Cinlok di Friends

Klan Kardashian bahkan mulai menayangkan dua episode kilas balik akan tayangan reality show Keeping Up With the Kardashians, kurang dari seminggu setelah tayangan episode terakhir mereka.

Jadi, bagaimana kita bisa menjelaskan kebangkitan nostalgia reuni, dan apa yang membuatnya demikian populer?

Kenangan dan Keterhubungan

Daya tarik program TV lama terletak pada kenangan dan perasaan yang kita hubungkan dengan para karakter dalam alur cerita mereka. Kenangan dan Keterhubungan menjadi dua hal yang penting selama pandemi.

Banyak pemirsa sering memilih untuk kembali ke masa lalu. Sebuah survei melihat lockdown yang dilakukan Radio Times menemukan, 43 persen pembaca mengatakan mereka beralih ke serial lawas untuk kenyamanan.

The Fresh Prince of Bel-Air Reunion yang menyelesaikan konflik antar pemeran. (Foto: cnn.com)
The Fresh Prince of Bel-Air Reunion yang menyelesaikan konflik antar pemeran. (Foto: cnn.com)

Meskipun The Sopranos berakhir pada 2011, layanan streaming Sky's Now melaporkan peningkatan 122 persen dalam penayangan serial gangster Inggris tahun lalu. Sementara, HBO mencatat peningkatan 200 persen di antara penonton AS.

Di tempat lain, episode Fresh Prince asli kembali populer di BBC iPlayer bersamaan dengan reuni spesial, sementara acara seperti Midsomer Murders dan Only Fools and Horses menduduki peringkat teratas di BritBox, platform streaming arsip dari BBC dan ITV. Di Netflix, Friends yang selalu populer terus berada di sekitar grafik trennya.

Constantine Sedikides, seorang profesor psikologi yang mengkhususkan diri dalam nostalgia di University of Southampton, AS, mengatakan fenomena ini, dalam konteksnya, tidak mengejutkan seperti yang terlihat pertama kali. “Pandemi menyebabkan ketidaknyamanan psikologis, termasuk ketidakpastian, ketakutan, dan kesepian,” katanya.

Baca juga:

Set Terbaru 'Friends Reunion' akan Dilelang Jadi Aset NFT

"Untuk mengatasi ketidaknyamanan psikologis, orang sering menggunakan nostalgia - kerinduan sentimental untuk masa lalu yang bermakna. Ini bertindak sebagai korektif, mengurangi ketidaknyamanan seperti kesepian, dan memulihkan keseimbangan psikologis," dia menjelaskan.

Orang-orang menemukan kenyamanan dalam episode yang sudah dikenal karena, selain keandalannya, mereka mengingatkan kita pada kenangan yang aman dan waktu yang lebih baik.

Nicole Lampert, seorang penulis TV dan seni untuk Daily Mail dan Drama Quarterly, melihat peningkatan acara reuni sebagai perpanjangan logis dari pola pikir ini, terutama dengan sebagian besar industri terhantam pandemi.

"Dalam lanskap TV dengan ratusan saluran, ini adalah cara mudah untuk memastikan peringkat yang bagus. Produser tidak harus mengeluarkan biaya atau risiko dari seri baru tetapi bisa menaiki gelombang nostalgia itu," katanya.

Kepopuleran serial-serial lawas itu juga mendatangkan penonton-penonton muda. (Foto: cnbcfm.com)
Kepopuleran serial-serial lawas itu juga mendatangkan penonton-penonton muda. (Foto: cnbcfm.com)

Kehebohan seputar reuni spesial Mei lalu Friends, yang menyatukan kembali para pemeran acara yang sangat dicintai setelah hampir 17 tahun itu dan mengandalkan kembalinya para penonton yang jumlahnya sangat besar di masa kejayaan mereka, untuk kembali hadir di depan layar kaca (atau layar ponsel).

Strategi itu terbayar. Menurut Variety, Friends: The Reunion ditonton oleh 29 persen pelanggan streaming di seluruh AS. Acara itu juga memecahkan rekor di Sky One di Inggris, menjadi acara yang paling banyak ditonton di jaringan dengan lebih dari 5,3 juta orang menonton untuk melihat khusus satu kali, termasuk pemirsa di layanan streaming Now-nya.

Namun, reuni yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar mengandalkan memori dan kesetiaan penonton. "Ini perlu terasa seperti acara televisi. Anda tidak ingin citra mereka ternoda, sehingga reuni membutuhkan nilai produksi yang tinggi," kata Lampert.

Di luar logistik, Lampert mengatakan reuni yang sukses "mencari tahu tentang beberapa cerita di balik cerita, termasuk anekdot tentang episode yang sangat disukai dan ditonton".

Daya tarik program TV lawas terletak pada kenangan dan perasaan terhubung dengan para karakter. (Foto: thehudsucker.com)
Daya tarik program TV lawas terletak pada kenangan dan perasaan terhubung dengan para karakter. (Foto: thehudsucker.com)

Reuni Friends berisi satu pengungkapan besar yang tak terduga, dengan pembawa acara James Corden menggoda bahwa Jennifer Aniston dan David Schwimmer benar-benar memiliki perasaan romantis yang kuat dan tampaknya tak berbalas satu sama lain sepanjang musim pertama.

Sementara, di The Fresh Prince of Bel-Air Reunion Janet Hubert, yang memerankan Bibi Vivian sebelum dia digantikan oleh Daphne Maxwell Reid di musim keempat, menggunakan acara reuni khusus untuk memberi tahu Will Smith bagaimana dicap sebagai sulit untuk diajak bekerja sama. Cap itu menjadi "ciuman kematian" baginya, terutama sebagai "perempuan kulit hitam berkulit gelap" di Hollywood.

"Sangat menarik untuk mendapatkan perspektif historis tentang apa yang akan berbeda, bagaimana subjek akan ditangani hari ini, dan apa yang penting saat itu. Melihat ke belakang menunjukkan kepada kita bagaimana kita telah berubah sebagai masyarakat," catat Lampert. (aru)

Baca juga:

'Friends: The Reunion' Hampir Sepopuler 'Wonder Woman 1984

#Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Anne Hathaway Jadi Penulis Penuh Misteri di Film 'Verity', Beradu Akting dengan Dakota Johnson
Film Verity menghadirkan Anne Hathaway dan Dakota Johnson. Film ini menceritakan kisah penulis terkenal yang menyimpan rahasia.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Anne Hathaway Jadi Penulis Penuh Misteri di Film 'Verity', Beradu Akting dengan Dakota Johnson
ShowBiz
Playvul NYRA Rilis Tiga Film Pendek, Angkat Kritik Sosial lewat Cerita yang Relevan
Keberadaan film Indonesia di festival internasional juga membuka ruang bagi sineas Tanah Air untuk menemukan penonton baru.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Playvul NYRA Rilis Tiga Film Pendek, Angkat Kritik Sosial lewat Cerita yang Relevan
ShowBiz
Jacob Elordi Dikabarkan Jadi Lawan Main Scarlett Johansson di 'Scapegoat', Film Terbaru A24
Jacob Elordi dikabarkan sedang dalam pembicaraan membintangi Scapegoat garapan Ari Aster bersama Scarlett Johansson. Film ini diproduksi A24.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Jacob Elordi Dikabarkan Jadi Lawan Main Scarlett Johansson di 'Scapegoat', Film Terbaru A24
Tekno
Plus-Minus AI di Mata Bintang Hollywood Brad Pitt
Brad Pitt menilai AI bisa membantu produksi film beranggaran menengah, tetapi menolak jika digunakan untuk menggantikan aktor.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Plus-Minus AI di Mata Bintang Hollywood Brad Pitt
ShowBiz
Vino G. Bastian Bintangi 'Ayah, Aku Mau Cerita', Kisah Ayah yang Berjuang Lindungi Putrinya
Vino G. Bastian memerankan Andi Budiman dalam film Ayah, Aku Mau Cerita. Simak kisah perjuangan seorang ayah melindungi keluarganya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Vino G. Bastian Bintangi 'Ayah, Aku Mau Cerita', Kisah Ayah yang Berjuang Lindungi Putrinya
ShowBiz
Nyaris Tak Dikenali, Tom Cruise Habiskan Berjam-jam Transformasi untuk Film 'Digger'
Digger mempertemukan Tom Cruise dan Alejandro G. Iñárritu. Simak 5 fakta menarik film terbaru ini, dari transformasi prostetik hingga karakter Digger Rockwell.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Nyaris Tak Dikenali, Tom Cruise Habiskan Berjam-jam Transformasi untuk Film 'Digger'
ShowBiz
Trailer 'Clayface' Tampilkan Transformasi Mengerikan Matt Hagen Jadi Villain DC
Film Clayface mengungkap kisah Matt Hagen sebelum menjadi villain DC. Dibintangi Tom Rhys Harries, film horor-thriller ini tayang 23 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Trailer 'Clayface' Tampilkan Transformasi Mengerikan Matt Hagen Jadi Villain DC
ShowBiz
Horor hingga Fiksi Ilmiah, Warner Bros. Siapkan 7 Film Besar untuk Paruh Kedua 2026
Warner Bros. Pictures menyiapkan 7 film untuk paruh kedua 2026, dari 'The End of Oak Street', 'Clayface' hingga 'Dune: Part Three'.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Horor hingga Fiksi Ilmiah, Warner Bros. Siapkan 7 Film Besar untuk Paruh Kedua 2026
ShowBiz
Robert Pattinson Menyamar untuk Buru Predator Anak, Film 'Primetime' Ungkap Sisi Gelap Dunia Televisi
Robert Pattinson memerankan Chris Hansen dalam 'Primetime', film thriller A24 yang terinspirasi dari acara TV nyata 'To Catch a Predator'.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Robert Pattinson Menyamar untuk Buru Predator Anak, Film 'Primetime' Ungkap Sisi Gelap Dunia Televisi
ShowBiz
Demi Lindungi Makam Dobby, Penggemar Harry Potter Geser Jalur Kabel Listrik Inggris-Irlandia
Para penggemar malah mulai membanjiri perusahaan dengan ratusan telepon.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
  Demi Lindungi Makam Dobby, Penggemar Harry Potter Geser Jalur Kabel Listrik Inggris-Irlandia
Bagikan