Merahputih.com - Warga keturunan Tionghoa kembali melaksanakan tradisi pencucian patung dewa atau rupang di Vihara Amurva Bhumi, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 mendatang.
Sejak pagi, warga bergotong royong membersihkan patung dewa-dewi serta altar klenteng dengan penuh kehati-hatian. Prosesi ini bukan sekadar ritual, melainkan memuat makna mendalam: pembersihan diri, penghormatan kepada leluhur, dan doa agar tahun baru membawa keberuntungan, kesehatan, serta kebahagiaan bagi keluarga dan komunitas.
Tradisi bersih-bersih klenteng menjelang Imlek telah menjadi kegiatan rutin yang sarat nilai budaya. Selain mencuci rupang, warga menata lampion dan ornamen merah khas Imlek yang melambangkan keberuntungan dan kesejahteraan. Aktivitas ini juga menjadi momen kebersamaan komunitas, menumbuhkan rasa gotong royong, solidaritas, dan penghormatan pada warisan leluhur.
Setiap sapuan kain dan tetes air yang membasahi rupang menjadi simbol membuang hal-hal buruk dari tahun sebelumnya. Sementara lampion dan ornamen merah yang dipasang menandai harapan dan doa agar tahun baru dipenuhi berkah, rezeki, dan kedamaian. Tradisi ini menunjukkan bagaimana ritual budaya tidak hanya mengikat spiritualitas, tetapi juga memperkuat nilai sosial dan identitas komunitas Tionghoa di Indonesia. (Foto: MP/Didik Setiawan).