MerahPutih.com - Antusiasme warga Indonesia memilih di luar negeri ternyata patut diacungi jempol. Buktinya, para suster dan pastor bersemangat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 di KBRI Takhta Suci, Vatikan yang diselenggarakan lebih awal. Padahal, pemungutan suara yang dihelat pada 10 Februari itu berlangsung saat hujan deras.
Para WNI yang terdaftar sebagai pemilih di KBRI Vatikan mayoritas para biarawan dan biarawati asal Indonesia yang berkarya dan sedang sekolah di seluruh wilayah Italia.
“Jumlah mereka yang terdaftar sebagai pemilih tetap mencapai 1.601 orang,” kata Duta Besar RI untuk Tahkta Suci Vatikan Trias Kuncahyono, dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin (12/2).
Baca Juga:
Motif WNI Pemilih Pemula di Jepang Tempuh Ribuan Kilometer ke TPS
Menurut Trias, pemungutan suara bagi WNI yang tinggal di Italia diselenggarakan di dua TPS, yakni Kompleks KBRI Takhta Suci di Roma dan di Napoli, Italia. Namun, ada yang memilih metode lewat pos.
Setelah persiapan dan pengecekan kotak suara dan surat suara yang dipimpin KPPSLN Romo Alponsus Zeno Kurniawan disaksikan Ketua PPLN Romo Antonius Setyaherawan, para anggota PPLN dan masyarakat, pencoblosan dilakukan tepat pukul 09.00 yang didahului Duta Besar Trias Kuncahyono dan keluarga.
Para suster dan pastor asal Indonesia antre dengan tertib untuk memberikan suaranya untuk calon presiden, wakil dan anggota legislatif pilihan mereka. Mereka menjatuhkan pilihannya sesuai dengan suara hati nuraninya, setelah mendapat banyak informasi terutama lewat media sosial.
"Mereka menjadikan hari Pemilu sebagai ajang reuni dan temu kangen. Sehingga suasananya meriah, cair, menyenangkan, guyub, benar-benar sebuah pesta demokrasi," ujar Trias Kuncahyono yang juga wartawan senior Kompas itu.
Baca Juga:
Publikasi Exit Poll di Luar Negeri Sebelum 14 Februari Dinilai Masuk Pidana Pemilu
Makanan kecil, minuman ringan dan mi goreng yang disediakan Wisma KBRI, ikut melengkapi suasana yang guyub ini. Ada sekelompok suster harus menempuh hampir lima jam perjalanan dengan mobil untuk mencoblos. Mereka diantar Suster Kepalanya warga negara Italia berusia 72 tahun yang sekaligus menjadi pengemudi mobil mereka.
Salah satu pemilih Suster Martha Driscoll, yang berkarya sejak tahun 1987, sekaligus pendiri biara para suster kontemplatif di Gedono, Jawa Tengah, memiliki pesan khusus dalam penyelenggaran pemilu di KBRI Vatikan kali ini.
Menurut dia, Pemilu 2024 ini adalah momentum yang tepat memilih pemimpin untuk menentukan nasib bangsa ke depannya agar menjadi lebih baik. "Kita harus memilih pemimpin yang baik untuk Indonesia," pesan dia. (Knu)
Baca Juga:
Jadi Tanda Persahabatan, Taman Borobudur Dihadirkan di Vatikan