Merahputih.com - Tottenham Hotspur, resmi menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih interim hingga akhir musim 2025/2026. Keputusan ini diambil menyusul pemecatan Thomas Frank pada Senin lalu, hanya delapan bulan setelah ditunjuk.
Menurut sumber internal klub, pembicaraan berlangsung cepat dalam 24 jam terakhir dan hampir mencapai kesepakatan final.
Tudor disebut telah menyetujui secara lisan tawaran tersebut, dengan detail kontrak yang masih dalam tahap penyelesaian.
Tottenham berharap Tudor sudah mulai bekerja pada Senin, 22 Februari 2026 dan langsung hadapi ujian pertamanya menghadapi rival sekota, Arsenal.
Baca juga:
Prediksi Superkomputer Opta: Spurs Kehilangan Bek Gahar, Newcastle Lagi Payah di Kandang Lawan
Debut melawan Arsenal akan menjadi ujian mental sekaligus taktik. Spurs membutuhkan stabilitas cepat untuk menjauh dari zona degradasi sekaligus menjaga asa di kompetisi Eropa.
Tudor dikenal dengan pendekatan taktik agresif dan fleksibel, sering menggunakan formasi tiga bek dengan pressing tinggi. Jika berhasil menghidupkan kembali kepercayaan diri pemain, Tottenham berpeluang keluar dari tekanan.
Mengapa Tottenham Memilih Igor Tudor?
Manajemen Spurs hanya mempertimbangkan beberapa nama sebelum akhirnya mengerucut pada Tudor. Faktor pengalaman menjadi pertimbangan utama.
Pelatih asal Kroasia berusia 47 tahun itu terakhir menangani Juventus selama tujuh bulan, sebelum dipecat pada Oktober setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan.
Meski demikian, reputasinya sebagai pelatih berpengalaman di berbagai liga Eropa menjadi nilai plus.
Terlebih dan sepertinya menjadi daya tarik utama, Tudor pernah menyelamatkan Udinese dari degradasi pada 2018, situasi yang kurang lebih sama dengan kondisi Spurs yang berada di ambang garis "out" premier league.
Kemudian sebagai mantan pemain, Tudor pernah mempersembahkan dua gelar Serie A untuk Juventus, memberikan pemahaman kuat terhadap sepak bola level elite.
Baca juga:
Debut bersama Juventus Berakhir Manis Usai Kalahkan Genoa, Igor Tudor Usung Taktik Berbeda
Rekam Jejak Igor Tudor di Eropa
Karier kepelatihan Tudor cukup panjang dan beragam:
- Dua periode bersama Hajduk Split (2013–2015 dan 2020)
- Delapan bulan di PAOK
- Melatih Karabükspor dan Galatasaray
- Menyelamatkan Udinese dari degradasi pada 2018
- Menjadi asisten Andrea Pirlo di Juventus (2020)
- Melatih Marseille musim 2022/2023
- Menangani Lazio pada 2024
- Kembali ke Juventus pada Maret 2025 sebelum dipecat Oktober
Kini, Februari 2026, Tudor resmi memasuki babak baru bersama Tottenham.
Situasi Tottenham Saat Ini
Tottenham berada di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League, hanya lima poin di atas zona degradasi.
Selain itu, Spurs juga masih memiliki jadwal babak 16 besar Liga Champions bulan depan.
Penunjukan Tudor bukan hanya solusi jangka pendek. Sumber klub menyebut ia akan diberi kesempatan membuktikan diri untuk dipermanenkan jika mampu membawa hasil positif hingga akhir musim.
Baca juga:
Kandidat Pelatih Spurs Sebelum Igor Tudor
Sebelum menunjuk Tudor, Tottenham sempat mempertimbangkan beberapa nama besar:
- Mauricio Pochettino, mantan pelatih Spurs dan kini menangani tim nasional Amerika Serikat
- Roberto De Zerbi, yang sebelumnya meninggalkan Marseille
- Oliver Glasner dari Crystal Palace
- Andoni Iraola dari AFC Bournemouth
- Marco Silva dari Fulham