Tidur Cantik Ternyata Benar Bikin Jelita

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 25 September 2017
Tidur Cantik Ternyata Benar Bikin Jelita

Tidur cantik ternyata benar adanya. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANDA mungkin pernah sambil bercanda mengatakan ingin tidur-tidur cantik. Tahukah Anda, ternyata candaan itu benar adanya. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa tidur memiliki efek terhadap cara pandang Anda akan kecantikan.

Pada studi tersebut sekelompok pengamat tak terlatih diberikan dua gambar, yang satu sebelum mengalami kurang tidur, yang lainnya sudah mengalami kurang tidur. Para volunter mengamati berdasar kesehatan, kemenarikan tampilan, dan tingkat kelelahan. Hasilnya, para peserta studi menilai foto orang dengan kondisi kurang tidur sebagai kurang sehat dan tidak menarik.


Tidur dan menjadi jelita

Ketika Anda kekurangan tidur, kantung mata akan terbentuk. Itu merupakan akibat dari pembengkakan pembuluh darah di sekitar mata.

Kurang tidur membuat produksi kolagen menurun dan kulit menjadi kering. Selain itu, kemampuan kulit untuk beregenerasi pun jadi berkurang sehingga membuat penuaan dini amat mungkin terjadi.

Yang paling berbahaya, kurang tidur membuat kemungkinan terkena inflamasi dalam tubuh meningkat. Akibatnya, imunitas tubuh pun menurun.

Oleh karena itu, cukupkanlah tidur Anda. Dengan begitu, Anda bisa mendapat kulit elastis, bersinar, dan cemerlang.(*)

Baca juga 4 Kebiasaan Sebelum Tidur Untuk Merawat Kecantikan

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan