MerahPutih.com - Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen bersejarah, yang tak pernah terjadi sebelumnya. Dengan jumlah peserta yang diperluas menjadi 48 tim untuk pertama kalinya dan diselenggarakan di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Turnamen pesta bola sejagat empat tahunan kali ini dipastikan akan menjadi ajang terbesar dalam sejarah kompetisi yang telah berlangsung hampir 100 tahun.
Baca juga:
The Last Dance Para Legenda
Namun, bagi generasi pesepakbola yang telah berada di garis depan olahraga ini selama hampir dua dekade, inilah akhir dari perjalanan mereka. Sejumlah legenda akan mengakhiri karier mereka, dengan tahun 2026 menjadi kesempatan terakhir untuk merebut gelar tertinggi dalam sepak bola.
Beberapa mungkin akan pensiun sebagai juara, yang lain mungkin gagal, tetapi mereka semua akan meninggalkan kekosongan besar di panggung internasional yang tak bisa langsung diisi oleh talenta-talenta baru.
Baca juga:
Timnas Afsel Kehilangan Dukungan Terompet Ikonik, FIFA Larang Vuvuzela di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung dansa terakhir atau "The Last Dance" bagi Lionel Messi, Cristiano Ronaldo (CR-7), dan para bintang senior lainnya.
FIFA World Cup Legacy Patch akan menjadi penghormatan bagi kontribusi ikonik para legenda terbesar turnamen, yakni pemain yang tampil di Piala Dunia untuk kelima kalinya atau bahkan keenam kalinya,
FIFA.
World Cup Legacy Patch
Khusus Messi, CR-7, dan kiper timnas Meksiko Guillermo Ochoa akan mengenakan FIFA World Cup Legacy selama berlaga di Piala Dunia 2026, penanda mereka telah tampil enam edisi berturu sejak debut mereka di Piala Dunia 2006 Jerman.
Baca juga:
Shakira Siap Guncang Opening Ceremony Piala Dunia 2026, Bakal Nyanyikan Lagu 'Dai Dai'
FIFA pun memberikan penghormatan khusus berupa World Cup Legacy Patch, lencana yang hanya dikenakan pemain yang tampil di lima edisi atau lebih. Di antaranya Yuto Nagatomo (39 tahun, Jepang), Luka Modric (40 tahun, Kroasia), dan Manuel Neuer (40 tahun, Jerman).
Nagatomo dan Neuer debut di Piala Dunia 2010, sementara Modric memulai kariernya di Piala Dunia 2006, sama seperti Messi dan Ronaldo. Modric hampir menyamai catatan enam edisi, namun Kroasia gagal lolos ke putaran final 2010 sehingga hanya mencatat lima penampilan. (*)