The Daughters of Eve: Selebrasi Keindahan, Spiritualitas, dan Feminitas di IFW 2025

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Mei 2025
The Daughters of Eve: Selebrasi Keindahan, Spiritualitas, dan Feminitas di IFW 2025

IFW 2025 hari kedua dibuka dengan fashion bridal. (foto: merahputih.com/febrian adi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia Fashion Week 2025 hari kedua, Kamis (29/5) digelar. Dalam titian peraganya warna putih begitu mendominasi. Bukan tanpa alasan, ini merupakan peragaan busana gaun pengantin (bridal) spesial bertajuk 'The Daughters of Eve' diampu desainer nan berfokus pada koleksi bridal Abineri Ang.

Di antaranya terdapat sembilan desainer, meliputi Nicole Boenawan, Vanessa Khosasi, Megallery.studio by Mega Ramadhani, Naomi Humara, Color Paradise, White Petals Atelier, Cinthia Ang, Jannice Marvellyn Wong, dan Rei Nathaca.

Tema tersebut dipilih Abineri Ang untuk kesembilan desainer karena ingin memberi kebebasan seluas-luasnya merancang busana semata-mata sebagai karya ‘Anak-Anak Hawa’.

“Saya ingin kasih kebebasan kepada perancang sebab saat fashion show justru rancangan busana harus se-kreatif mungkin karena dibuat bukan untuk klien,” jelas Abineri Ang.

Koleksi rancangan Nicole Boenawan dengan signature perpaduan gaun pengantin dan cheongsam mengusung tema 'Renewed Within' membuka show. Tema pada kali perdana penampilannya di panggung IFW menekankan perjalanan spiritual perubahan dari dosa menjadi kembali murni dengan pembaruan terjadi di setiap prosesnya.

Baca juga:

Kolaborasi dengan Desainer Internasional Hadir di Indonesia Fashion Week 2025, Wamendag Gaungkan Bangga Produk Lokal

Selanjutnya, koleksi rancangan Vanessa Khosasi mengambil alih panggung dengan tema En Rêve, yang berarti 'dalam mimpi'. Koleksi ini menghadirkan 12 gaun elegan yang menampilkan siluet A-line yang lembut, namun tetap menyimpan garis desain yang tegas.

Vanessa memilih material korset yang dihiasi manik-manik halus serta rok dengan teknik lipit, memadukan satin dan organza untuk memberikan tampilan feminin yang berkelas sekaligus bertekstur kaya.

Peragaan dilanjutkan dengan karya Megallery.studio oleh desainer Mega Ramadhani. Sebanyak 12 set busana yang diperlihatkan mengusung tema Fashion Soul, yang menampilkan permainan visual melalui siluet lembut yang mengalir alami, serta potongan-potongan asimetris yang membentuk layering dinamis.

Kekuatan emosional hadir melalui perpaduan warna-warna mendalam dan potongan berbahan Jacquard yang menampilkan detail lipit geometris, serta gaun multifungsi yang tidak hanya cantik, tapi juga adaptif. Koleksi ini mencoba mengungkap sisi personal dan batin dari para pemakainya melalui pilihan warna dan bentuk.

Koleksi busana pengantin tetap mendominasi dengan tampilnya rancangan dari Naomi Humara. Koleksinya menonjolkan keanggunan dalam kelembutan namun tetap memiliki garis karakter yang kuat.

Tidak lama kemudian, giliran koleksi Color Paradise yang tampil dengan pendekatan artistik unik—gaun-gaun panjangnya dijadikan kanvas untuk lukisan bergaya ekspresif, menampilkan gambar-gambar binatang seperti sayap, tanduk, hingga mata yang menyiratkan pesan mendalam. Setiap detail bukan hanya elemen dekoratif, melainkan simbol kejujuran dan esensi naratif dari rancangan tersebut.

Baca juga:

Parade Karya Mahasiswa di Indonesia Fashion Week 2025 Bawa Semangat Urban Art, Gabungkan Tradisi dan Dinamika

Panggung kemudian dialihkan ke koleksi debut dari Cinthia Ang di bawah label L’Atelier de Cinthia Ang. Koleksi ini mengusung tajuk PERENNIALS untuk musim semi/musim panas 2026, dengan menampilkan rangkaian busana dari siang hingga malam termasuk gaun pengantin.

Seluruh koleksi dibalut dalam estetika romantis dan feminin melalui siluet lembut yang anggun. Nama 'Perennials' sendiri melambangkan filosofi keberlanjutan, kelahiran kembali, serta keindahan abadi yang menjadi inti identitas brand milik Cinthia.

Penampilan berikutnya datang dari Jannice Marvellyn Wong dengan koleksi couture bertajuk “Iridescent”. Koleksi ini menghadirkan gaun-gaun mewah berdesain Wedding Ball Gown, dengan fokus pada struktur draping di bagian korset yang mewah dan rok penuh pettycoat.

Gaun-gaun tersebut menggunakan material mikado yang kokoh namun elegan, disempurnakan dengan aplikasi bunga tiga dimensi yang menambah kesan megah dan magis.

Baca juga:

Gandeng Indonesia Fashion Week, MICAM dan MIPEL Promosikan Inovasi Fesyen Kulit Italia di Pasar Asia

Sebagai penutup dari keseluruhan acara, koleksi dari Rei Nathaca tampil membawa tema ENIGMA, yang diartikulasikan melalui dua belas gaun perempuan bersiluet tajam namun tetap memberikan kesan mengalir.

Setiap gaun dirancang dengan detail menawan yang menyiratkan pesona tersembunyi. Koleksi ini seolah mengajak penonton untuk memahami bahwa keindahan sejati tidak selalu langsung terlihat—justru daya tariknya berasal dari misteri yang perlahan terungkap.

Secara keseluruhan, The Daughters of Eve menjadi ajang perayaan kreativitas dan eksplorasi desain dari delapan desainer berbakat yang menggabungkan keindahan, makna, dan emosi dalam satu rangkaian pertunjukan mode yang tak terlupakan. (Far)

#Indonesia Fashion Week (IFW) #Fashion #Desainer
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Pameran John Galliano di The Met 2027 resmi dibatalkan. Temukan alasan mengejutkan di balik kontroversi masa lalu, serta keputusan dari Anna Wintour dan pihak museum
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Bagikan