Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tersangka Penembakan DPR Ternyata Lepaskan 300 Peluru

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 19 Oktober 2018
Tersangka Penembakan DPR Ternyata Lepaskan 300 Peluru

Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka yang diduga melakukan penembakan ke Gedung DPR, Senin (15/10). Foto: MP/Gomes

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dua tersangka penembak peluru nyasar di Gedung DPR/MPR RI, IAW dan RMY ternyata telah menembakkan hampir 300 butir dari total 450 proyektil saat berlatih menembak di Lapangan Tembak Senayan.

"Tersangka sudah menembakkan sekitar 290 butir lebih," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (19/10).

Menurut Argo, kedua tersangka yang berstatus PNS Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu membeli sembilan dus amunisi dengan total peluru sebanyak 450 butir. Awalnya, tersangka menggunakan senjata laras pendek Glock 17 dengan awal tembakan tepat sasaran.

Namun, kata Argo, pelaku lalu memasang alat switch auto pada senjata sehingga sekali tarik pelatuk menyebabkan senjata mengeluarkan beberapa tembakan. "Tembakan menjadi tidak terkontrol sehingga tersangka kaget karena tembakan berkali-kali ke arah atas," tandas perwira polisi berpangkat melati tiga itu.

Kaca di salah satu ruangan di lantai 13 Gedung DPR bolong terkena peluru (ist)

Sebelumnya dilaporkan Antara, peluru nyasar ditemukan di ruang anggota DPR dari Fraksi Gerindra Wenny Warouw, anggota DPR dari Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama, dan ruang anggota Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10.

Kemudian peluru nyasar juga ditemukan di ruang anggota DPR F-Demokrat Khatibul Umam Wiranu, sedangkan di ruang politikus PAN Totok Daryanto di lantai 20 terdapat bekas tembakan namun tak ditemukan proyektil, serta ruangan Effendi Simbolon.

Terkait kejadian itu, penyidik Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka IAW dan RMY yang tercatat PNS Kemenhub diduga terlibat penembakan peluru nyasar pada ruangan anggota DPR RI. (*)

#Penembakan Dpr #Peluru Nyasar Ke DPR #Penembakan Misterius
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air
Kondisi 13 penumpang itu masih belum dapat dipastikan karena laporan yang diterima masih bersifat awal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air
Indonesia
Garda Terdepan Diplomasi Indonesia Jadi Sasaran Kriminal, DPR Dorong Pemerintah Segera Bertindak dan Jamin Keamanan Diplomat
Harus ada SOP pengamanan yang jelas untuk diplomat kita, agar peristiwa seperti ini tidak terulang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 September 2025
Garda Terdepan Diplomasi Indonesia Jadi Sasaran Kriminal, DPR Dorong Pemerintah Segera Bertindak dan Jamin Keamanan Diplomat
Indonesia
Warga Musi Banyuasin Ditembak Mati di Loket Bayar Listrik, Pelaku Kabur
Saat ini, kepolisian setempat masih memburu pelaku penembakan.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 November 2024
Warga Musi Banyuasin Ditembak Mati di Loket Bayar Listrik, Pelaku Kabur
Dunia
Terjadi Penembakan Massal di Mississippi AS, 3 Tewas Belasan Luka-Luka
Walikota Indianola Ken Featherstone membenarkan tiga korban tewas Penembakan Massal di Mississippi AS itu merupakan pria, dengan usia semuanya sama masih 19 tahun
Wisnu Cipto - Senin, 22 Juli 2024
Terjadi Penembakan Massal di Mississippi AS, 3 Tewas Belasan Luka-Luka
Indonesia
Pengungkapan Kasus Tertembaknya Pengawal Kapolda Kaltara Harus Terbuka
Proses penyelidikan dilakukan dengan profesional dan transparan agar tidak menimbulkan stigma negatif.
Zulfikar Sy - Senin, 25 September 2023
Pengungkapan Kasus Tertembaknya Pengawal Kapolda Kaltara Harus Terbuka
Bagikan