Temuan Fosil Kerangka Manusia di Kawasan Cagar Budaya Batujaya

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 22 Maret 2017
Temuan Fosil Kerangka Manusia di Kawasan Cagar Budaya Batujaya

Fosil kerangka manusia di Museum Batujaya, Karawang, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Selain menyajikan kemegahan bangunan Candi Blandongan dan Candi Jiwa, Kawasan Cagar Budaya Batujaya juga meninggalkan sebuah temuan fosil kerangka manusia yang unik dan menarik. Fosil tersebut saat ini berada di Museum Batujaya.

Fosil kerangka manusia di Museum Batujaya, Karawang, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

“Fosil ini ditemukan di Situs Lempeng atau Segaran II saat ekskavasi pada tahun 1985 dan 1986 oleh tim arkeolog FS UI. Pada penelitian tersebut menghasilkan temuan berupa tulang atau kerangka manusia, gigi hewan, pecahan gerabah, manik-manik, dan pecahan gerabah arikamedu (dari India),” kata salah seorang juru pelihara dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Narto, kepada merahputih.com saat mendatangai situs yang berlokasi di Desa Segaran, Karawang, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Narto selaku juru pelihara Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang di Situs Lempeng (Segaran II). (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

Situs Lempeng (Segaran II) memiliki ukuran sekira 100x100 meter dan ketinggian 0,50 meter. Pada situs tersebut terdapat pula dua buah lempengan batu besar yang berukuran sekitar 2x2 meter, yang berbentuk hampir segi lima.

Untuk melengkapi data temuan, Narto menjelaskan bahwa pada Juni sampai Juli 2005, tim arkeolog dari ASDEP urusan arkeologi nasional bersama EFEO melakukan ekskavasi kembali di seluruh sektor Situs Segaran II dan menemukan 4 sisa struktur bangunan; di antaranya sisa-sisa pondasi bangunan bata sektor II A, Segaran II B, Segaran II C, dan Segaran II D.

“Juga menemukan kembali gerabah, manik-manik kaca dan batu, dan kerangka manusia bersama bekal kubur,” jelasnya.

Selain itu, untuk memperoleh kelengkapan data temuan, pada tahun 2006 hingga saat ini penelitian dilanjutkan kembali oleh Puslit Arkenas bersama EFEO. “Dan, ada dugaan bahwa fosil kerangka manusia itu merupakan manusia prasejarah akhir,” tandasnya.

#Pusat Arkeologi Nasional #Candil #Batu Fosil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Peneliti Tiongkok Temukan Artefak Prasejarah dan Jejak Manusia dari 55.000 Tahun Silam
Sejumlah besar artefak yang terbuat dari batu, tulang, dan tanduk hewan ditemukan di Situs Chuandong di wilayah Puding, Provinsi Guizhou, China
Pradia Eggi - Senin, 29 Januari 2024
Peneliti Tiongkok Temukan Artefak Prasejarah dan Jejak Manusia dari 55.000 Tahun Silam
Bagikan