MERAHPUTIH.COM - MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyambut secara langsung kedatangan 375 jemaah haji kelompok terbang (kloter) SUB-56 di Asrama Haji Kelas 1 Surabaya, Jawa Timur. Pemulangan kali ini mencatatkan sejarah baru dalam pelayanan perhajian di Jawa Timur melalui implementasi sistem pemeriksaan keimigrasian terintegrasi tanpa antrean panjang.
Seluruh jemaah yang mendarat merupakan gabungan dari beberapa wilayah di Jawa Timur, meliputi Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lumajang.
Kedatangan kloter SUB-56 ini menjadi momentum perdana bagi jemaah haji Debarkasi Surabaya menikmati fasilitas pemeriksaan keimigrasian mutakhir yang memanfaatkan teknologi verifikasi biometrik.
Menhaj menjelaskan proses kepulangan tahun ini mengintegrasikan inovasi Immigration Seamless Process Corridor Gate yang diinisiasi Direktorat Jenderal Imigrasi.
“Melalui sistem seamless corridor ini, jemaah haji tidak perlu lagi menghadapi antrean konvensional yang menyita waktu setibanya di Asrama Haji,” jelas Menhaj dalam keterangannya dikutip Rabu (17/6).
Baca juga:
Teknologi ini bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan pemindaian atau identifikasi iris mata guna mencocokkan data perlintasan penumpang secara langsung dengan manifes penerbangan resmi.
Saat melewati pintu koridor, jemaah cukup memegang paspor masing-masing saat data biometrik mereka langsung terbaca dan tercatat di sistem keimigrasian tanpa perlu pembubuhan cap paspor manual secara fisik.
“Layanan ini menghadirkan proses pemeriksaan kedatangan yang jauh lebih cepat, mudah, dan nyaman,” tutur Menhaj.(knu)
Baca juga:
Pemulangan Gelombang I Haji Selesai, 90 Ribu Jamaah Sudah Tiba di Tanah Air