Target Enam Jam Tak Berhasil, Anies Evaluasi Penanggulangan Banjir Kebon Pala

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 02 November 2021
Target Enam Jam Tak Berhasil, Anies Evaluasi Penanggulangan Banjir Kebon Pala

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Riza Patria di Balai Kota. (Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bencana banjir yang merendam wilayah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur selama 3 hari menjadi bahan evaluasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam penanganan banjir di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama ini jajaran Pemprov DKI sudah bekerja keras menanggulangi banjir dengan program-program yang dibuatnya.

Lantas perlu ada perbaikan dari sistem penangan banjir itu sendiri, sehingga nantinya daerah yang jadi langganan banjir seperti Kebon Pala tidak terendam lagi.

Baca Juga:

Anies Klaim Banjir di Jakarta Bisa Kering Sehari

"Ini bagian dari usaha kita untuk terus menerus kita akan evaluasi dan dengan bahan evaluasi itu perbaikan akan terus menerus kita lakukan," ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (2/11).

Orang nomor satu di DKI ini menegaskan, anak buahnya bersiap terjun ke lapangan ketika ibu kota terendam banjir, dengan mengerahkan segala cara agar target 6 jam surut bisa tercapai.

Maka kata Anues, hal itu selalu berkaitan dengan volume air hujan dan volume air sungai.

"Jadi kita menetapkan target setelah hujan berhenti bila hujannya di atas 100 milimeter (mm) per hari maka harus dipompa, dikeringkan, diberikan target 6 jam," ucap Anies.

Sejumlah anak-anak bermain di tengah genangan air saat curah hujan tinggi di Jalan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (27/10). ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan
Sejumlah anak-anak bermain di tengah genangan air saat curah hujan tinggi di Jalan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (27/10). ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan

Ia pun menyakini, jika air hujan yang turun di bawah 100 mm, maka Jakarta tidak akan terjadi banjir. Bila ini terjadi, Anies menduga, ada sesuatu yang salah di dalam manajemen.

"Begitu juga dengan aliran sungai sudah kembali titik normal, maka 6 jam setelahnya kalau air sungainya tidak turun-turun maka banjirnya akan terus terjadi," paparnya.

Baca Juga:

BMKG: Sejumlah Provinsi Masuk Kategori Waspada Banjir

Anies mengungkapkan, baru mulai 1 tahun ini Pemerintah DKI menetapkan ukuran di dalam penanganan banjir. Sebab kalau tidak memiliki ukuran target, maka Pemprov DKI bekerja tanpa ada ukuran capaian.

Tapi yang paling penting menurut Anies, tidak boleh ada korban jiwa dalam bencana banjir ini. Semua jajaran harus siap turun ke lapangan bila Jakarta diguyur hujan dan air kiriman.

"Kedua sesudah kembalinya garis normal sesudah itu 6 jam tapi kalau belum kembali ya masih terus jadi genangan sama seperti air 100 mm per hari, bila di atas itu otomatis akan terjadi apabila di bawahnya harus segera," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

PDIP Nilai Anies Hanya Berteori Atasi Banjir, Begini Respons Wagub Riza

#Anies Baswedan #Banjir Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Pengemudi Sigra Tewas Saat Terjebak Macet Banjir Jakbar, Polisi Temukan Inhaler dalam Mobil
Obat seperti minyak angin, instro, dan inhaler asma ditemukan di dalam mobil korban.
Wisnu Cipto - 1 jam, 3 menit lalu
Pengemudi Sigra Tewas Saat Terjebak Macet Banjir Jakbar, Polisi Temukan Inhaler dalam Mobil
Indonesia
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Menegaskan kehadiran negara dalam menjaga keselamatan masyarakat serta menjamin pelayanan publik tetap berjalan di tengah situasi darurat.
Dwi Astarini - 2 jam, 31 menit lalu
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Indonesia
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 06.00 WIB, ada 125 RT dan 14 ruas jalan Jakarta kebanjiran.
Dwi Astarini - 2 jam, 41 menit lalu
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Indonesia
Hujan Sangat Lebat Ancam Jakarta, 536 Pompa Bergerak Disiaga Pemerintah
Saat ini terdapat 668 unit pompa permanen di 243 lokasi dan 536 unit pompa bergerak di lima wilayah administrasi Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Hujan Sangat Lebat Ancam Jakarta, 536 Pompa Bergerak Disiaga Pemerintah
Indonesia
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Siswa Belajar dari Rumah Hingga 28 Januari
Dinas Pendidikan DKI Jakarta keluarkan Surat Edaran Nomor 9/SE/2026 tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat cuaca ekstrem. Berlaku hingga 28 Januari 2026.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Siswa Belajar dari Rumah Hingga 28 Januari
Indonesia
Jakarta Dikepung Banjir, Transjakarta Perpendek dan Alihkan Sejumlah Rute
Banjir melanda Jakarta dan merendam puluhan ruas jalan. Transjakarta melakukan perpendekan dan pengalihan rute demi keselamatan penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Jakarta Dikepung Banjir, Transjakarta Perpendek dan Alihkan Sejumlah Rute
Indonesia
Banjir Berulang di Jakarta, Prabowo Minta Penanganan Terintegrasi Hulu-Hilir
Presiden Prabowo menyoroti banjir Jakarta yang meluas. Dari Swiss, Prabowo memerintahkan pembentukan tim kajian untuk penanganan banjir terpadu di Pulau Jawa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Banjir Berulang di Jakarta, Prabowo Minta Penanganan Terintegrasi Hulu-Hilir
Indonesia
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Pemprov DKI Jakarta terus melakukan OMC untuk menekan hujan ekstrem. Gubernur Pramono Anung meminta BMKG memperluas modifikasi cuaca hingga daerah penyangga.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Indonesia
Update Banjir Jakarta: 45 RT dan 22 Ruas Jalan Tergenang Air
Banjir di Jakarta meluas akibat hujan deras sejak malam. BPBD mencatat 45 RT dan 22 ruas jalan tergenang di Jakarta Barat dan Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Update Banjir Jakarta: 45 RT dan 22 Ruas Jalan Tergenang Air
Indonesia
Jatinegara Lumpuh! Air 50 Cm Blokade Jalan Raya Bekasi Timur, Hanya Bus Transjakarta yang Berani Lewat
Di wilayah Jakarta Barat, Kelurahan Sukabumi Selatan menjadi titik paling kritis dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Jatinegara Lumpuh! Air 50 Cm Blokade Jalan Raya Bekasi Timur, Hanya Bus Transjakarta yang Berani Lewat
Bagikan