Target Bauran Energi Bakal Diturunkan, Menteri ESDM: Masalahnya Infrastruktur

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Februari 2024
Target Bauran Energi Bakal Diturunkan, Menteri ESDM: Masalahnya Infrastruktur

Panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dewan Energi Nasional (DEN) yang berencana merevisi target bauran EBT pada 2025 menjadi 17-19 persen dari target sebelumnya sebesar 23 persen lewat pembaharuan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

DEN menyusun pembaharuan PP Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional yang menyesuaikan dengan perubahan lingkungan strategis yang selaras dengan komitmen perubahan iklim serta mengakomodasi upaya transisi energi menuju netral karbon 2060.

Baca Juga:

IESR Gaungkan Semangat Transisi Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 tetap jalan.

"Target itu tetap jalan. Kami masih tetap, itu kan prediksinya," lanjut Arifin.

Ia menegaskan, untuk mempercepat bauran EBT tersebut juga telah disiapkan regulasi maupun pembangunan pembangkit EBT yang sudah direncanakan di rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).

"Regulasi sekarang yang punya ini sudah cukup dan RUPTL juga sudah berdasarkan target capaian itu," ujar Arifin.

Ia tidak memungkiri, persoalan yang menghambat percepatan bauran EBT tersebut, salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur.

"Mungkin isunya sekarang adalah keterbatasanpunya infrastruktur, ini yang harus kita perbaiki," kata Arifin.

Pada konferensi pers "Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024", Kementerian ESDM mencatat realisasi bauran EBT di 2023 sebesar 13,1 persen dari target sebesar 17,9 persen.

Kementerian ESDM pun membeberkan langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk meningkatkan bauran EBT, di antaranya pelaksanaan pembangunan pembangkit EBT melalui rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) dengan target di 2025 sebesar 10,6 gigawatt (GW).

Kemudian, implementasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan target 2025 sebesar 3,6 GW. Selanjutnya, konversi pembangkit diesel ke EBT, program mandatori B35 dengan target di 2025 sebesar 13,9 juta kiloliter (KL), program co-firing biomassa pada PLTU dengan target 2025 sebesar 10,2 juta ton.

Berikutnya, penyediaan akses energi modern melalui EBT di lokasi terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), eksplorasi panas bumi oleh pemerintah, dan pemanfaatan EBT off grid dan pemanfaatan langsung. (*)

Baca Juga:

Subsidi Energi Pada 2024 Ditetapkan Rp 186,9 Triliun

#Energi Terbarukan #Hemat Energi #Energi Alternatif
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat Tercapai 2029
Prabowo mengatakan pemerintah menjadikan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Energi Paling Lambat Tercapai 2029
Indonesia
Jakarta Gelap 60 Menit saat Hari Bumi, Berhasil Hemat Listrik dan Turunkan Emisi
Pemprov DKI Jakarta sudah melaksanakan aksi hemat energi dan pengurangan emisi karbon, dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Jakarta Gelap 60 Menit saat Hari Bumi, Berhasil Hemat Listrik dan Turunkan Emisi
Indonesia
Hari Bumi 2026: Pemprov DKI Padamkan Lampu 1 Jam, ini Daftar Lokasinya
Pemprov DKI akan memadamkan lampu selama satu jam saat Hari Bumi 2026. Berikut adalah jadwal dan daftar lokasinya.
Soffi Amira - Jumat, 24 April 2026
Hari Bumi 2026: Pemprov DKI Padamkan Lampu 1 Jam, ini Daftar Lokasinya
Berita
WFH ASN Resmi Berlaku Setiap Jumat, Menag Tekankan Transformasi Budaya Kerja
ASN kini mulai menjalani WFH setiap Jumat. Menteri Agama, Nasarudin Umar, mengajak ASN menjadi bagian dari transformasi budaya kerja menuju masa depan modern.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
WFH ASN Resmi Berlaku Setiap Jumat, Menag Tekankan Transformasi Budaya Kerja
Indonesia
Prabowo Klaim Kinerja Kabinet Merah Putih Efektif, Indonesia Tetap Stabil di Tengah Krisis Global
Presiden RI, Prabowo Subianto mengklaim, bahwa kinerja pemerintah sudah efektif. Indonesia tetap stabil di tengah krisis global.
Soffi Amira - Kamis, 09 April 2026
Prabowo Klaim Kinerja Kabinet Merah Putih Efektif, Indonesia Tetap Stabil di Tengah Krisis Global
Indonesia
B50 Resmi Berlaku 1 Juli 2026, Pemerintah Klaim Hemat Subsidi Rp 48 Triliun
Pemerintah akan menerapkan kebijakan B50 pada 1 Juli 2026. Pemerintah mengklaim, B50 bisa menghemat subsidi hingga Rp 48 triliun.
Soffi Amira - Kamis, 09 April 2026
B50 Resmi Berlaku 1 Juli 2026, Pemerintah Klaim Hemat Subsidi Rp 48 Triliun
Indonesia
Harga Tiket Pesawat Naik, DPR Ingatkan Jangan Bebani Rakyat
Komisi VI DPR menanggapi keputusan pemerintah untuk menaikkan harga tiket. Kebijakan itu harus diawasi agar tak membebani masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 08 April 2026
Harga Tiket Pesawat Naik, DPR Ingatkan Jangan Bebani Rakyat
Indonesia
Krisis Energi Global, DPR Minta Pemerintah Benahi Transportasi Publik
Komisi V DPR mendesak pemerintah untuk segera membenahi transportasi publik. Hal itu imbas dari konflik Timur Tengah, yang mengancam harga energi global.
Soffi Amira - Selasa, 07 April 2026
Krisis Energi Global, DPR Minta Pemerintah Benahi Transportasi Publik
Indonesia
Praktik Hemat Energi ala Bupati Sragen, Bersepeda ke Kantor
Naik sepeda merupakan bentuk mobilitas ramah lingkungan perlu dibiasakan selama kondisi memungkinkan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Praktik Hemat Energi ala Bupati Sragen, Bersepeda ke Kantor
Indonesia
Ketua Banggar Tolak Pengurangan BBM Subsidi
Said menambahkan langkah lain yang diperlukan adalah memastikan subsidi LPG 3 kilogram tepat sasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 April 2026
Ketua Banggar Tolak Pengurangan BBM Subsidi
Bagikan