Tangkap Djoko Tjandra, Polisi Diminta Jangan Takabur

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 02 Agustus 2020
Tangkap Djoko Tjandra, Polisi Diminta Jangan Takabur

Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie meminta agar Kepolisian Republik Indonesia tidak berpuas diri dengan menangkap Djoko Soegiarto Tjandra.

Pasalnya, persoalan korupsi di Indonesia disebut Jerry sebagai extraordinary crime alias kejahatan luar biasa yang perlu sinergitas antar institusi penegak hukum.

Baca Juga

Akhir Pelarian Buron Kakap Djoko Tjandra

“Ini tugas dari Kepolisian membantu Kejaksaan Agung bahkan KPK,” kata Jerry dalam keterangan persnya yang diterima MerahPutih.com, Minggu (2/8).

Ia menyindir Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Purnomo yang membesarkan narasi bahwa penangkapan Djoko Tjandra adalah perintah langsung Presiden. Padahal, persoalan penangkapan buronan koruptor tidak boleh semata-mata didasari oleh faktor politis.

“Buron lainnya yang masuk list DPO (Daftar Pencarian Orang) atau pelaku extraordinary corruption harus dikejar. Jangan sebatas tuntutan politis saja. Perlunya koordinasi yang kuat, lobi serta intelijen yang brilian,” tuturnya.

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Di sisi lain, pengamat politik ini juga mengatakan bahwa di situasi ekonomi yang sulit seperti ini, perlu ada upaya keras untuk mendapatkan kembali harta-harta negara yang dirampok oleh para koruptor. Salah satu pilihan yang bisa diambil adalah dengan melakukan penyitaan terhadap mereka, termasuk para buronan.

“Perlu adanya kerjasama baik bilateral maupun internasional. Kalau kita buru para pelaku koruptor dan dikembalikan duitnya (ke negara) maka itu cukup besar. Bahkan perlu penyitaan semua aset mereka di Indonesia. Ini bagus di saat ekonomi lndonesia lagi terpuruk,” paparnya.

Oleh karena itu, Jerry pun mewanti-wanti kepada institusi penegak hukum khususnya kepolisian agar tidak merasa berbangga diri dengan menangkap buronan kelas kakap yang berhasil lolos dari jeratan hukum selama 11 tahun itu. Sementara, banyak sekali koruptor dan buronan yang harus ditangkap untuk diadili.

Baca Juga

Tangkap Djoko Tjandra, Polisi Dinilai Solid

“Kiranya penangkapan koruptor jangan kali ini saja. Jangan berpuas diri, masih banyak home work atau pekerjaan rumah,” ujarnya.

“Ada 23 buronan yang kabur ke luar negeri. Jadi harus di buru juga. Dan aset mereka perlu disita. Jadi jangan berhenti di kasus Djoko Tjandra saja,” tutup Jerry. (Knu)

#Djoko Tjandra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Sebut Ada Aliran Uang dari Djoko Tjandra ke Harun Masiku
Penyidik KPK telah memeriksa Djoko Tjandra sebagai saksi kasus suap pengurusan PAW anggota DPR 2019-2024.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 April 2025
KPK Sebut Ada Aliran Uang dari Djoko Tjandra ke Harun Masiku
Indonesia
KPK Sebut Djoko Tjandra Bertemu Harun Masiku di Kuala Lumpur
KPK menyebut Djoko Tjandra bertemu Harun Masiku di Kuala Lumpur, Malaysia. Hal itu membuat dirinya dipanggil penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap PAW Anggota DPR 2019-2024.
Soffi Amira - Rabu, 09 April 2025
KPK Sebut Djoko Tjandra Bertemu Harun Masiku di Kuala Lumpur
Indonesia
Selesai Diperiksa KPK, Djoko Tjandra Ngaku Tak Kenal Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto
Djoko Tjandra selesai diperiksa KPK pada Rabu (9/4). Ia mengaku tak mengenal Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto.
Soffi Amira - Rabu, 09 April 2025
Selesai Diperiksa KPK, Djoko Tjandra Ngaku Tak Kenal Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto
Indonesia
KPK Periksa Pengusaha Djoko Tjandra di Kasus Harun Masiku
Djoko Tjandra adalah terpidana korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali. Ia juga pernah divonis 4,5 tahun penjara lantaran terbukti menyuap Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 April 2025
KPK Periksa Pengusaha Djoko Tjandra di Kasus Harun Masiku
Bagikan