Synchronize Fest 2019

Tampil Bersama Vincent dan Desta, Clubeighties Hipnotis Pengunjung Synchronize Fest 2019

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 07 Oktober 2019
Tampil Bersama Vincent dan Desta, Clubeighties Hipnotis Pengunjung Synchronize Fest 2019

Clubeighties menghibur para penonton di Synchronize Fest 2019 (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PADA Synchronize Fest 2019 banyak sekali kejutan yang dihadirkan. Salah satunya ialah Grup Band Club Eighties yang hadir dengan reuni formasi lengkap, usai sempat satu dekade vakum. Dalam hal ini lengkap dengan Vincent dan juga Desta yang sempat dikabarkan hengkang dari Club 80s.

Jadi formasi lengkap yang dihadirkan ialah Lembu (vokal), Cliff (Gitar), Ytonk (Keyboard), Vincent (Bass) dan Desta (drum). Grup band yang didirikan oleh lima alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tampil di panggung utama Syncronize Fest 2019, Dynamic Stage.

Baca Juga:

Alunan Reggae Steven & Coconut Treez Bikin Festival Goers Berdansa Lepas di Synchronize Fest 2019

Berdasarkan jadwal resmi lineup Synchronize Fest 2019, Clubeighties tampil pada pukul 20.15 WIB. Namun saat waktu sudah menunjukan jadwal grup band yang digawangi oleh Lembu dkk itu tiba, para personel Clubeighties tak kunjung naik keatas panggung.

Lampu panggung utama pun masih padam, seakan tak ada tanda-tanda kehidupan. Tapi selang beberapa menit kemudian, layar LED besar diatas panggung tiba-tiba menyala dan menghadirkan video lirik single terbaru dari Clubeighties yang bertajuk Cahaya.

Penari latar dengan kostum alam 80an panaskan panggung sebelum Clubeighties tampil (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Hingga lagu Cahaya selesai diputarkan, sejumlah personel Clubeghties pun tak kunjung hadir diatas panggung. Hal itu pun sontak membuat para penonton penasaran.

Kejutan pun muncul, bukan para personel yang naik keatas panggung, justru para penari latar yang mengenakan kostum bernuansa 80'an tampil diatas panggung. Gerakan yang indah dengan kostum fullcolour sukses memanaskan para penonton sebelum Clubeighties tampil.

Setelah para penari selesai perform, barulah para personel Clubeighties naik keatas panggung, termasuk Vincent dan Desta.

Baca Juga:

Glenn Fredly Gaungkan Pesan Perdamaian Papua di Synchronize Fest 2019

Tapi sebelum mereka membuka panggung dengan lagu pertama, Lembu sang vokalis terlebih dahulu menyapa para penonton yang hadir.

"Synchronize fest selamat malam semuanya, seneng banget semuanya momen yang luar biasa akhirnya kita berlima bisa main disini, mengenang album pertama club eighties dimana semuanya kita masih muda, tapi sekarang musik kita tidak berubah, masih sama," ujar Lembu para seluruh penonton yang telah memadati Dynamic Stage.

Clubeighties membuka panggung dengan meriah (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Tanpa butuh waktu lama, Clubeighties pun langsung membuka panggung lewat lagu yang berjudul Lagu Terakhir. Dalam penampilannya, meski mereka berlima sudah lama tak berada dalam satu panggung, namun masih sangat terlihat kompak. Para penonton pun terlihat begitu menikmati suguhan musik bernuansa 80an ala Clubeighties.

Setelah itu, lagu beberapa lagu pun dibawakan oleh Clubeighties, salah satunya ialah Gadis Primadona. Saat lagu itu mainkan, lagi-lagi penonton terpukau dengan aksi dari grup band yang sempat vakum satu dekade itu.

Masih banyak penggemar yang hafal lagu-lagu Clubeighties (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Dipenghujung lagu, Lembu mengimbau pesan-pesan tentang go green untuk para penonton yang telah memadati panggung utama. Hal itu juga sesuai dengan tema Synchronize Fest 2019 yang mengedepankan go green. Dimana para pengunjung diwajibkan untuk membawa tumbler, karena ada water station untuk pengisian ulang air minum secara gratis.

"Bawa tumbler semuanya kan??? ayo semua hindari yang berbahan plastik malam ini," tutur Lembu.

Selanjutnya grup band yang berdiri sejak tahun 1998 itu membawakan beberapa lagu andalannya, seperti Hingga Akhir massa, dan I Love You.

Disepanjang penampilannya, Vincent dan Desta pun kerap memberikan kejutan dengan candaan yang menuai gelak tawa penonton yang hadir di Synchronize Fest 2019.

Lagu-lagu cinta dari clubeighties sukses menghipnosis para penonton (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Usai dua lagu itu dibawakan, musik pun sementara terhenti. Rupanya Lembu ingin menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting. Mantan suami artis Masayu Antastasia itu, ingin mengucapkan apresiasinya pada seseorang yang telah menyatukan kembali Clubeighties dengan formasi lengkap.

Lembu memberikan apresiasi untuk Kiki Ucup karena telah mengumpulkan Clubeighties (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

"Gw mau kasih kaos ini sebagai bentuk apresiasi untuk orang yang udah berjasa ngumpulin kita semua disini, dia adalah Kiki Aulia Ucup (project manager Synchronize Fest), tiga tahun dia usaha akhirnya bisa ngumpulin kita semua disini," ujar Lembu dan langsung mengajak Kiki Ucup naik keatas panggung.

Setelah itu Lembu pun langsung memberikan sebuah kaos merchandise spesial dari Clubeighties pada Kiki Ucup.

Lalu Clubeighties pun melanjutkan penampilan mereka dengan lagu yang menjadi hit dan begitu nikmat didengar hingga saat ini, yakni 'Dari Hati'. Lagu bernuansa cinta itu pun sukses membuat baper dan galau ribuan penonton yang hadir.

Sejumlah penonton mengabadikan momen reunian Clubeighties lewat ponsel mereka (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Sebagian dari para penonton pun tak mau melewatkan momen tersebut, dengan mengabadikannya lewat rekaman video dari ponsel mereka masing-masing.

Kemudian lagu 'Gejolak Kawula Muda' dijadikan sebagai lagu pamungkas. Lagu yang bernuansa up beat tersebut sukses membuat para penonton berdansa lepas. Lantaran popularitas lagu itu yang luar biasa, hampir seluruh penonton pun ikut bernyanyi bersama disepanjang lagu.

Setelah sukses menghipnosis para penonton yang hadir, Lembu mewakili seluruh keluarga besar Clubeighties pun tak lupa untuk mengucapkan rasa terimakasihnya pada penonton yang telah hadir dan pihak penyelenggara. Tapi sebelum mereka pamit, Clubeighties mengajak para penonton untuk berswafoto bersama dari atas panggung. (Ryn)

Baca Juga:

Sosok Chrisye 'Hidup Kembali' di Panggung Synchronize Fest 2019

#Synchronize Fest #Clubeighties #Musisi Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

ShowBiz
NiMBY Hadirkan Lagu 'Ruang Untuk Pulang', tentang Kesehatan Mental dan Kesepian
NiMBY merilis lagu 'Ruang Untuk Pulang' yang mengangkat tema kesehatan mental, kesepian, dan pentingnya saling mendengarkan di tengah tekanan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
NiMBY Hadirkan Lagu 'Ruang Untuk Pulang', tentang Kesehatan Mental dan Kesepian
ShowBiz
Ruzan & Vita Visualisasikan Kisah Cinta 20 Tahun Lewat Video Musik 'Rayuanmu'
Duo Ruzan & Vita merilis video musi 'Rayuanmu', lagu bernuansa blues-pop yang terinspirasi kisah cinta mereka sejak masa SMA hingga 20 tahun bersama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026
Ruzan & Vita Visualisasikan Kisah Cinta 20 Tahun Lewat Video Musik 'Rayuanmu'
ShowBiz
Album 'Awal Masa' Jadi Ruang Paling Personal Raissa Faranda lewat Proyek GUNGS
GUNGS, proyek solo Raissa Faranda, merilis album debut 'Awal Masa' yang mengeksplorasi trauma, ingatan, dan ketakutan akan kehilangan makna hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Album 'Awal Masa' Jadi Ruang Paling Personal Raissa Faranda lewat Proyek GUNGS
ShowBiz
Palm Trees Rilis 'Gojod Bae', Lagu Kritik Sosial yang Ajak Generasi Muda untuk Bergerak
Band alternatif reggae Palm Trees merilis single terbaru 'Gojod Bae' bersama Tebsky. Suarakan kritik sosial generasi muda yang terjebak zona nyaman
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Palm Trees Rilis 'Gojod Bae', Lagu Kritik Sosial yang Ajak Generasi Muda untuk Bergerak
ShowBiz
SANTASANTAP Rilis EP 'RUN', Catatan Refleksi Diri dalam Balutan Reggae Soul
Unit reggae soul SANTASANTAP merilis EP kedua 'RUN' berisi refleksi ego dan kegelisahan, dengan single utama 'Ego Jatuh Berserakan'.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
SANTASANTAP Rilis EP 'RUN', Catatan Refleksi Diri dalam Balutan Reggae Soul
ShowBiz
'Favorite Dinner Guest': Album Debut Ricecooker tentang Cinta, Kesepian, dan Healing
Ricecooker merilis album perdana Favorite Dinner Guest yang mengangkat tema kesepian, cinta, dan koneksi emosional generasi masa kini. Simak kisah dan maknanya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
'Favorite Dinner Guest': Album Debut Ricecooker tentang Cinta, Kesepian, dan Healing
ShowBiz
Gledeg Rilis Album Kedua 'Buat Semua Umur', Hardcore Punk untuk Segala Usia
Band hardcore punk Jakarta, Gledeg, mengumumkan album kedua bertajuk 'Buat Semua Umur' yang akan dirilis 30 Januari 2026 dengan 10 lagu cepat dan energik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 02 Februari 2026
Gledeg Rilis Album Kedua 'Buat Semua Umur', Hardcore Punk untuk Segala Usia
ShowBiz
Stereowall Rilis Single 'Sisa Asa': tentang Bertahan, Kehilangan, dan Keteguhan Paling Sederhana
Stereowall merilis single 'Sisa Asa', lagu reflektif tentang kehilangan, penerimaan, dan keteguhan sederhana untuk terus melangkah di tengah rasa duka.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
Stereowall Rilis Single 'Sisa Asa': tentang Bertahan, Kehilangan, dan Keteguhan Paling Sederhana
ShowBiz
Zeke and The Popo Rilis 'Ghost Circuit', Penanda Album Baru Setelah 10 Tahun Lebih
Zeke and The Popo akhirnya merilis single baru berjudul Ghost Circuit setelah lebih dari satu dekade. Jadi pembuka jelang album Crazy Life yang rilis Juni 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Zeke and The Popo Rilis 'Ghost Circuit', Penanda Album Baru Setelah 10 Tahun Lebih
ShowBiz
Lagu 'Anta Permana' Satu Per Empat, Rangkum Kenangan tentang Rumah Pertama dan Perjuangan Ayah
Anta Permana dari Satu Per Empat mengisahkan rumah pertama, perjuangan ayah, dan kenangan personal Bismo. Video musiknya tayang 28 Januari 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
Lagu 'Anta Permana' Satu Per Empat, Rangkum Kenangan tentang Rumah Pertama dan Perjuangan Ayah
Bagikan