Tak Asal Sembelih, Ini Kisah Tukang Jagal Profesional

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 09 Juli 2022
Tak Asal Sembelih, Ini Kisah Tukang Jagal Profesional

Menyembelih hewan ternak membutuhkan keahlian khusus yang diperoleh melalui pembelajaran panjang. (Unsplash/Madie Hamilton)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KUMISNYA hitam tebal. Kepalanya tertutup songkok hitam. Semua setelannya serba hitam. Sebilah pisau kecil terselip di pinggangnya. Dua cincin akik melingkari dua jari manisnya di kiri dan kanan. Urat tangannya mencuat.

Tangannya meraih kambing yang ada di dekatnya. Dia mengelus-elus kambing itu, dari kepala sampai ke punggung. Kambing terlihat keenakan. Dia lalu mencengkeram dua kaki kambing, membalikkannya, dan menindih perut kambing dengan lututnya. Dia keluarkan pisau kecil dari pinggangnya dan arahkan ke leher kambing. Seketika, leher kambing terbelah.

Itulah keseharian Zen Farray, tukang jagal hewan ternak. Bang Farray, panggilan karibnya, kelahiran 50-an tahun silam di Tanah Abang, Jakarta. Dia telah menjadi tukang jagal sejak usia 10-an tahun di kampungnya.

Bagi sebagian besar orang, menyembelih hewan ternak mungkin urusan sepele. Padahal menyembelih hewan ternak membutuhkan keahlian khusus yang diperoleh melalui pembelajaran panjang. Bukan asal sembelih.

Bang Farray menceritakan, keahliannya menyembelih hewan ternak diperoleh secara bertahap. "Saya nggak berawal motong dulu. Ngangon kambing dulu, sore-sore," kata Bang Farray kepada merahputihcom.

Baca juga:

Unjuk Gigi Pasar-Pasar Hewan Ternak Terbesar di Indonesia

tukang jagal
Para kuli potong, sebutan Bang Farray untuk tukang jagal, juga sering membacakan beberapa ayat Qur'an sebelum memotong. (Merahputihcom/Hendaru Tri Hanggoro)

Di tempat tinggal Bang Farray, Tanah Abang, berdiri sehampar pasar kambing. Beberapa warga juga memelihara kambing. Sedari kecil, dia biasa melihat orang-orang memotong kambing di wilayahnya saban pagi sebelum dia berangkat sekolah siang.

Orang-orang itu menyelipkan pisaunya lebih dulu sebelum memotong. Para kuli potong, sebutan Bang Farray untuk tukang jagal, juga sering membacakan beberapa ayat Qur'an sebelum memotong. Biasanya Surat Al-Kahfi. Pakaian mereka juga menutupi aurat lelaki sesuai ajaran Islam. Sebelum menyembelih, mereka wajib menjauhi perbuatan yang dilarang agama.

"Itu teknis tukang potong," kata Bang Farray.

Pisau sengaja ditaruh di sarung supaya tak bikin stres hewan ternak yang akan dipotong. Sementara bacaan Qur'an berguna untuk meredam emosi negatif hewan ternak agar tak mengamuk. Pakaian menutup aurat dan menjaga perilaku ditujukan agar pekerjaan tukang jagal beroleh keberkahan. Singkatnya, penyembelih hewan ternak tidak boleh berperilaku serampangan.

Selama melihat para kuli potong, Bang Farray juga mempelajari teknik sembelih. Pisau kecil atau besar bukanlah masalah. Di tangan kuli potong berpengalaman, keduanya sama-sama bisa melumpuhkan hewan ternak secara cepat tanpa menyakiti.

Karena itu, menurut Bang Farray, para kuli potong akan menjaga pisaunya tetap tajam. Setelah itu, para kuli potong juga sangat menguasai teknik dan ilmu menyembelih.

"Kalau kita, anak-anak Tenabang, narik pisaunya dari atas ke bawah. Jadi bukan soal kecil atau besarnya pisau. Melainkan teknik dan ilmunya, ya," kata Bang Farray.

Setelah merasa cukup mengangon kambing, mempelajari cara berpakaian, tindakan, dan teknik kuli potong, Bang Farray mulai mendapat tugas menyembelih kambing. "Kelas 6 SD, sudah motong kambing. Kambing terus, nggak pernah sapi," ujar Bang Farray.

Perlahan, Bang Farray mulai kebanjiran pesanan menyembelih hewan ternak yang lebih besar seperti sapi dan kerbau. "Sudah nggak keitung lah jumlahnya," tambah Bang Farray.

Bang Farray tak pernah mematok upah tiap menyembelih. Dia hanya akan bertanya kepada pengguna jasanya, berapa upahnya untuk keseluruhan kerja itu.

"Tinggal kita tanyain, ini motong upahnya berapa, mau selesainya jam berapa," beber Bang Farray.

Bang Farray memegang teguh ajaran gurunya, Habib Abdullah Syami' al-Attas, terkait tak ada patokan upah menyembelih hewan ternak.

"Kalau elu belon bisa bikin nyawa kambing dan nyawa sapi, jangan coba-coba minta upah. Semakin tidak minta upah, semakin besar milik rezekilu," kata Bang Farray, menirukan ucapan gurunya.

Baca juga:

5 Olahan Daging Kambing untuk Hari Raya Idul Adha

Tukang Jagal
Seorang tukang jagal yang ahli seperti Bang Farray dapat menentukan jenis pisau sembelih apa yang cocok untuk menyembelih sekian hewan ternak. (Merahputihcom/Hendaru Tri Hanggoro)

Sepanjang memegang petuah gurunya, Bang Farray merasa tak pernah kekurangan rezeki. Dia bisa menjalani hidup layak dari profesinya selama lebih dari 40 tahun.

Selama 40 tahun itu pula, Bang Farray sangat mengenal alat kerjanya, yaitu pisau. Dia tahu bagaimana merawat alat itu agar tetap fungsional bagi pekerjaannya. Ada dua jenis pisau dalam pekerjaannya : sembelih dan keset.

Pisau sembelih digunakan untuk menyembelih leher hewan ternak, sedangkan pisau keset dipakai ketika menguliti hewan ternak. Keduanya punya bobot, pegangan, ukuran, dan ketajaman yang berbeda.

Seorang tukang jagal yang ahli seperti Bang Farray dapat menentukan jenis pisau sembelih apa yang cocok untuk menyembelih sekian hewan ternak. Dengan demikian, pekerjaannya akan lebih lancar. Karena itu, Bang Farray mengoleksi berbagai jenis pisau. Jumlahnya mencapai ratusan bilah.

Menjelang Idul Adha, Bang Farray selalu kebanjiran pesanan. Dia akan mengajak teman-temannya yang ahli jagal untuk bergabung agar pekerjaan lekas selesai.

Hingga sekarang, Bang Farray masih rutin mengajarkan teknik penyembelihan hewan ke berbagai tempat. Dia juga tergabung dalam organisasi Juleha atau Juru Sembelih Halal. Ini adalah organisasi profesi resmi yang berada di bawah naungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Nah, kan, tukang jagal itu bukan profesi sembarangan, lho. (dru)

Baca juga:

Tradisi Unik Menyambut Idul Adha di Berbagai Daerah Indonesia

#Hewan Kurban #Idul Adha #Kambing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kemenag Catat Perputaran Uang lewat Hewan Kurban Idul Adha 1447 H Tembus Rp 18 Triliun
Selain berdampak sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga memiliki nilai ekonomi yang sangat besar.
Dwi Astarini - Jumat, 05 Juni 2026
Kemenag Catat Perputaran Uang lewat Hewan Kurban Idul Adha 1447 H Tembus Rp 18 Triliun
Indonesia
Bapanas Klaim Harga Pangan Terkendali Lewati Badai Geopolitik dan Idul Adha
Bapanas menegaskan harga pangan nasional tetap terkendali usai Idul Adha 2026 meski ada gejolak geopolitik.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Bapanas Klaim Harga Pangan Terkendali Lewati Badai Geopolitik dan Idul Adha
Indonesia
Liburan Idul Adha Berujung Maut, 1 Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Tenda Kemping
Satu keluarga ditemukan tewas di dalam tenda saat berkemah di Temanggung, Jawa Tengah. Polisi menduga keracunan makanan, autopsi dan pemeriksaan forensik masih berlangsung.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Liburan Idul Adha Berujung Maut, 1 Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Tenda Kemping
Indonesia
PDIP Kritik Pengadaan 1.098 Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: jangan Jadi Branding Politik
Publik berhak mempertanyakan transparansi dan pengawasan penggunaan APBN.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
PDIP Kritik Pengadaan 1.098 Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: jangan Jadi Branding Politik
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Anggap Prabowo Tak Langgar Aturan dan Hukum Gunakan APBN untuk Bantuan Sapi Kurban
Habiburokhman mengatakan bantuan hewan kurban tersebut justru merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, pondok pesantren, masjid, tokoh agama, dan kelompok masyarakat lain
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Ketua Komisi III DPR Anggap Prabowo Tak Langgar Aturan dan Hukum Gunakan APBN untuk Bantuan Sapi Kurban
Indonesia
Presiden Prabowo Salurkan Seribu Lebih Ekor Sapi pada Momen Idul Adha, Selaras dengan Semangat Kurban
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar buka suara soal Presiden Prabowo Subianto yang menyalurkan lebih dari seribu hewan kurban
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Presiden Prabowo Salurkan Seribu Lebih Ekor Sapi pada Momen Idul Adha, Selaras dengan Semangat Kurban
Indonesia
Menteri Agama: Daging Kurban Bukan Cuma Buat Muslim, Tapi untuk Semua Orang Kelaparan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan distribusi daging kurban Idul Adha tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk semua warga tanpa memandang agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Menteri Agama: Daging Kurban Bukan Cuma Buat Muslim, Tapi untuk Semua Orang Kelaparan
Indonesia
78 Hewan Kurban Masjid Istiqlal Baru Disembelih Hari Ini, Termasuk 2 Sapi Jumbo dari Prabowo dan Gibran
Panitia diminta memastikan darah hasil penyembelihan tidak mencemari sungai sekitar Masjid Istiqlal.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
78 Hewan Kurban Masjid Istiqlal Baru Disembelih Hari Ini, Termasuk 2 Sapi Jumbo dari Prabowo dan Gibran
Tradisi
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Gunungan jaler melambangkan peran laki-laki sebagai pencari nafkah, sedangkan gunungan estri melambangkan perempuan yang mengelola hasil nafkah untuk kebutuhan keluarga.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Bagikan