MerahPutih.com - Kilang Minyak milik PT Pertamina kembali mengalami kebakaran di awal 2022. Kali ini, kebakaran melanda kilang minyak area RU V Pertamina Balikpapan, terjadi pada Jumat (4/3) pagi, sekitar pukul 10.30 Wita.
Kasus kebakaran kilang Pertamina di Balikpapan merupakan kasus pertama tahun ini, setelah terjadi kasus serupa di sejumlah kilang minyak milik perusahaan plat merah itu pada 2021 silam.
Baca Juga:
BMKG Ungkap Ada Dua Kali Petir saat Kebakaran Kilang Minyak di Cilacap
Direktur Utama PT Kilang Pertamina International Djoko Priyono mengatakan, kebakaran di area RU V Pertamina Balikpapan, disebabkan flash di inlet pipa finfan cooler hydrocracker B di RU V. "Telah terjadi flash di inlet pipa finfan cooler hydrocracker B di RU V Pertamina Balikpapan," kata dia, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (4/2).
Menurut Djoko, saat kebakaran sudah berhasil dipadamkan. Dia menambahkan mayoritas operasional kilang Balikpapan masih berjalan normal. "Secara umum kilang RU beroperasi normal, kecuali hydrocracker B," tegas pejabat Pertamina itu.
Berdasarkan catatan, kilang-kilang minyak milik PT Pertamina mengalami kebakaran sebanyak tiga kali hanya dalam setahun kemarin. Kejadian terakhir terbakarnya kilang minyak milik Pertamina terjadi pada Sabtu (13/11/2021), yaitu kebakaran di Refinery Unit (RU) IV Cilacap Tangki 36T-102 milik Pertamina, yang berisi komponen Pertalite sebanyak 31.000 kiloliter, di Lomanis, Cilacap Tengah.
Pada lima bulan sebelumnya atau tepatnya Jumat (11/6/2021), kebakaran juga terjadi di kilang Cilacap, yaitu area pertangkian 39 Pertamina RU IV Cilacap pukul 19.45 WIB, di bundwill tangki 39T-205.
Sebelumnya lagi, yaitu pada Senin (29/3/2021), kebakaran juga terjadi di kilang minyak milik Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada pukul 00.45 WIB dini hari. (Knu)
Baca Juga:
Kebakaran Kilang Sering Terjadi, DPR Nilai Pertamina Tak Serius Lakukan Pembenahan