Synchronize Fest 2024 Satukan Lintas Generasi untuk Rayakan Musik Indonesia

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 07 Oktober 2024
Synchronize Fest 2024 Satukan Lintas Generasi untuk Rayakan Musik Indonesia

Synchronize Fest 2024 satukan lintas generasi untuk rayakan musik Indonesia. Foto: Dok/Synchronize Fest 2024

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seluruh rangkaian Synchronize Festival 2024 selesai digelar. Festival musik itu resmi menutup keseruan selama tiga hari secara monumental, pada Minggu (6/10). Dari ragam kisah di sepanjang hari, setidaknya ada beberapa hal yang patut diingat.

Tahun ini, Synchronize Festival mengusung tema “Together Bersama”. Jika diartikan secara implisit, festival ini menyuguhkan pagelaran musik untuk menyatukan segala kalangan di tengah kondisi negara yang sedang tidak baik-baik saja, kemudian bersatu atas nama musik Indonesia.

Beriringan dengan tema besar, Synchronize Festival menghadirkan kolaborasi antar musisi serta menciptakan toleransi antar ras dan agama. Hal itu bisa dilihat dari deretan penampil yang hadir, seperti Haddad Alwi feat. Sulis Cinta Rasul di koridor lagu religi Islami, kemudian bersandingan dengan kehadiran Sidney Mohede dan pertunjukan spesial dari Barry Likumahuwa: Synchronize Sunday Service di koridor lagu rohani Kristen.

Sama seperti hari sebelumnya, para penonton sudah memadati area sejak siang hari. Tepat pukul 14.00 WIB, Cokelat membuka District Stage, kemudian disusul oleh Jason Ranti di Forest Stage. Tak lama setelahnya, tampil secara spesial dengan format duo bersama seorang pemain perkusi.

Baca juga:

Hari Ketiga Synchronize Fest 2024, Bugerkill Ganas dalam Format Orkestra

Kolaborasi Lintas Negara Warnai Hari Terakhir Synchronize Fest 2024

Kolaborasi lintas negara warnai Synchronize Fest 2024
Kolaborasi lintas negara warnai Synchronize Fest 2024. Foto: Dok/Synchronize Fest 2024

Kolaborasi lintas negara yang sudah tidak asing lagi turut mewarnai hari terakhir festival. Sang maestro gitar, Tohpati, mengiringi diva Malaysia, Sheila Majid, di District Stage. Lantunan nostalgia “Dia” hingga “Sinaran” dinyanyikan olehnya dengan syahdu.

Rasa haru juga menyelimuti Dynamic Stage saat pertunjukan Sore dan Kawan-Kawan berlangsung. Memori manis akan sosok mendiang Ade Paloh, menghiasi penampilan Sore yang dibantu oleh segenap kolaborator, seperti Afgan, Ardhito Pramono, Atilia Haron, Bilal Indrajaya, Cholil Mahmud, Fanny Soegi, Pusakata, Noh Salleh, dan Rian Ekky Pradipta.

I believe, we all miss him,” ujar Awan Garnida mewakili Sore di tengah set.

Suasana semakin haru ketika rekaman suara mendiang Ade Paloh diputar saat lagu “Mata Berdebu” dimainkan. Area Gigs Stage sore itu pun tidak kalah seru. Hadir pula Kaveh Kanes yang baru saja kembali setelah sempat lama vakum. Lalu, disusul oleh unit punk kebanggaan Yogyakarta, DOM 65 dan Hardik, kelompok hardcore yang berasal dari Tasikmalaya.

Baca juga:

Pertama Kalinya, Museum Nike Ardilla Hadir di Synchronize Fest 2024

Dua penampilan yang didominasi musik instrumental juga mencuri perhatian. Di Forest Stage, Ali mentas dengan performa terbaiknya. Sementara Primasuara, proyek musik yang melibatkan Greybox, Littlefingers, Rafi Muhammad, Tommy Pratomo, dan Batavia Collective itu, menunjukan kelihaiannya bermain instrumen dengan apik.

Penampilan spesial selanjutnya adalah Sricandy yang membawa solois-solois jebolan ajang pencarian bakat, yakni Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya, Mahalini, dan Keisya Levronka. Diiringi oleh Tohpati, mereka menyanyikan karya-karya para diva, seperti “Ekspresi” milik Titi DJ, “Pudar” milik Rossa, hingga “Aku Wanita” milik Reza Artamevia.

“Senang banget saya bisa ada di Synchronize Festival bersama teman-teman saya. Suatu kebanggaan bisa tampil di sini, jadi serasa seperti idol lagi ya,” ujar Mahalini yang disambut gelak tawa sembari menyapa penonton.

Fenomena full house juga menghiasi hari terakhir festival. Aksi Pandai Besi di Forest Stage dan The Cottons di Gigs Stage adalah contohnya. Bagaimana penonton antusias dengan penampilan keduanya yang membuat penuh area. Bahkan, antrean sudah mengular di luar Gigs Stage dari 30 menit sebelum The Cottons tampil.

Pemandangan moshpit dengan skala besar terlihat saat set Burgerkill membawakan Killchestra, album mini sang unit metal yang hadir dalam format orkestra klasik. Momen ini juga menjadi tribut dari Burgerkill untuk dua personel terdahulu mereka yang sudah lebih dulu berpulang, yaitu Ivan Scumbag dan Eben.

Synchronize Fest 2024 Hadirkan Musik Rohani Kristen

Barry Likumahuwa: Synchronize Sunday Service gebrak XYZ Stage
Barry Likumahuwa: Synchronize Sunday Service gebrak XYZ Stage. Foto: Dok/Synchronize Fest 2024

Pertunjukan spesial lainnya di hari terakhir adalah Barry Likumahuwa: Synchronize Sunday Service di XYZ Stage dan Potlot Jam di Dynamic Stage.

Penampilan Barry Likumahuwa Synchronize Sunday Service menjadi pembeda antara gelaran festival di tahun ini. Sebab, Synchronize Festival 2024 memberikan perhatian lebih kepada musik rohani Kristen.

Pada hari sebelumnya, ada Sidney Mohede yang turut andil di momen ini. Sementara itu, set Potlot Jam kental dengan reuni musisi-musisi senior Gang Potlot, seperti Anda Perdana, Anang Hermansyah, Bongky Marcel, Ipang Lazuardi, Oppie & BOP, Kidnap Katrina, The Flowers, Imanez’s Otto Jam, hingga Slank.

Mengenang mendiang Imanez, para kolaborator Potlot Jam menyanyikan lagu “Topeng Monyet” dan “Anak Pantai” milik Imanez. Rombongan band-band Bogor yang tergabung dalam payung Asbun: Asal Bunyi, yaitu Texpack, Rrag, dan Swellow, juga punya cerita manisnya.

Baca juga:

Synchronize Fest 2024 Bawa Warga Wargi ke Masa Kecil dalam 'Lagu Anak Masa ke Masa'

Mereka merayakan 20 tahun perjalanan musik indierock di Bogor dengan format kolaborasi dan setspesial, di mana masing-masing dari mereka turut membawakan empat tembang hit dan medley di penghujung durasi.

Tahun ini, RAPOT yang merupakan siniar komedi beranggotakan Reza Chandika, Ankatama, Radhini, dan Nastasha Abigail, diberikan kesempatan untuk menjajal District Stage dengan konsep Bagi Rapot Sambil Karaoke. Dengan bertemakan lagu masa kanak-kanak dan semi kabaret, mereka mengajak lebih dari selusin kolaborator untuk ikut memeriahkan aksi mereka.

Nama-nama yang terlibat di Bagi Rapot Sambil Karaoke adalah Anya Geraldine, Komeng, Sissy Prescillia, Dennis Adhiswara, RAN, Afgan, Iyas Lawrence, Bilal Indrajaya, Ryo Wicaksono, Gusti Irwan Wibowo, Nehru Indra, Omo Kucrut, dan segenap pengikut mereka di media sosial yang dipilih melalui tahapan “audisi”.

INBOX SCTV Obati Kerinduan Generasi Milenial

INBOX SCTV bangkitkan kembali nostalgia generasi milenial
INBOX SCTV bangkitkan kembali nostalgia generasi milenial. Foto: Dok/Synchronize Fest 2024

Sedangkan di Dynamic Stage, ada pertunjukan spesial INBOX SCTV Live At Synchronize Fest. Sementara di District Stage, pertunjukan pamungkas dilakukan oleh Island Vibes Reggae Party.

Nostalgia lagi-lagi mampir di pertunjukan INBOX SCTV Live At Synchronize Fest. Dipandu oleh host kenamaan Gading Marten, Andhika Pratama, dan Audi Marissa, memori-memori kejayaan pop Melayu dibangkitkan oleh kehadiran 7ICONS, Chibi Chibi, D’Bagindas, Hello Band, Repvblik, dan Trio Ubur Ubur.

Pertunjukan Island Vibes Reggae Party juga menawarkan kemeriahan yang pastinya tak terlupakan. Ajang berkumpulnya musisi-musisi reggae Tanah Air, seperti CTTZ, Alvons, Richard D’Gilis, S2B Family, Lawa, Kamga, Conrad, Good Vibration, dan legenda reggae Jamaika, Lutan Fyah menjadi penutup rangkaian festival yang menyenangkan.

Semangat “Together Bersama” yang digaungkan oleh Synchronize Fest 2024 terwujud dengan jelas di sepanjang tiga hari penyelenggaraan. Semua yang hadir di JIExpo Kemayoran bersama-sama merayakan hari raya musik Indonesia, lintas genre, lintas generasi, hingga lintas negara dengan hati yang riang gembira.

Sampai jumpa di Synchronize Festival 2025! (*)

#Synchronize Fest #Festival Musik #Musik #Nostalgia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan