Synchronize Fest Kolaborasi Bersama Enam Seniman Dari Cisarua Creative

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 14 Mei 2024
Synchronize Fest Kolaborasi Bersama Enam Seniman Dari Cisarua Creative

Synchronize Fest 2024 digelar kembali. (foto: dok/synchronize fest)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bukan Synchronize Fest kalau tidak berkolaborasi lewat penggarapan visual yang menjadi kunci festival.

Synchronize Festival 2024 untuk pertama kalinya mengundang kolektif muda sebagai tim kreatif, yakni Cisarua Creative yang terdiri dari enam pemuda bergerak sebagai seniman, desainer dan ilustrator yang telah malang melintang dan tidak asing namanya di dunia kreatif.

“Pemilihan kolektif design Cisarua Creative, mempunyai semangat riset dan mengubahnya dalam semangat genetika ragam visual milik Synchronize Fest, yaitu fun, vibrant, playful and youthful,” ucap Art Director Synchronize Fest Saleh Husein dalam keterangan resmi yang diterima MerahPutih.com, Senin (13/5).

Di tengah bermunculannya design serba minimalis dan berjarak dari keseharian, Cisarua Creative memilih membawa nilai lokal dari objek yang ditemui sehari-hari menjadi visual eklektik yang maksimal. Mereka mencoba menjadikan festival sebagai wadah bermain yang dibangun atas dasar kesamaan latar belakang dan selera humor bertumbuh dengan organik hingga saat ini.

Baca juga:

Tiket Special Show Laufey di Java Jazz Festival 2024 Habis Terjual

Proses riset yang dilakukan oleh Cisarua Creative tidak main-main, mereka mengarungi pasar dan perkampungan daerah Jakarta hingga menemukan metode mixed media dalam pengerjaan karya visual, dengan cara penggabungan pola-pola analog seperti vernacular, internet meme, buku lirik jadul, koleksi label dan stiker, seni tipografi jalanan, hingga warna tinta flourscent.

"Semua elemen referensi diaduk dan dicampur secara digital sehingga menciptakan cita rasa beautiful chaos yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat di Indonesia," lanjut Saleh.

Memaknai #TogetherBersama di Synchronize Fest 2024, Cisarua Creative menampilkan berbagai objek sederhana yang seringkali ditemui dalam kehidupan sehari-hari. “Eclectic Kitsch” menjadi sudut pandang yang tanpa disadari digunakan dalam melakukan riset untuk pengolahan visual untuk Synchronize Fest 2024. (far)

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan