Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Sylvia Saartje Dibuatkan Film Dokumenter ‘Lady Rocker Pertama Indonesia’

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 16 November 2021
Sylvia Saartje Dibuatkan Film Dokumenter ‘Lady Rocker Pertama Indonesia’

Sylvia Saartje dibuatkan film dokumenter. (Foto: Instagram/@sylviasaartje)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAMPIL dengan rambut panjang dan ikal, pakaiannya pun serba hitam. Ialah Sylvia Saarje, sosok yang menjadi satu-satunya penampil perempuan dalam pertunjukkan Aktuil Vacancy Rock 1976. Memiliki gaya cukup nyentrik, penampilannya berhasil menarik perhatian penonton yang hadir saat itu.

Bukan hanya dari segi penampilan yang mewakili tren rock, perempuan berdarah Belanda tersebut juga membawakan lagu-lagu rock ciptaannya yang didominasi oleh kaum adam. Tak heran sejak saat itu, insan pers terutama media musik Aktuil, mentasbihnya sebagai Lady Rocker Pertama Indonesia.

Baca juga:

Penantian 22 Tahun, Unit Gothic Rock Sieve Rilis EP 'Biara' ke Format Digital

Setelah lebih dari 50 tahun, Sylvia Saarje masih tetap setia di jalur musik cadas dan menjelma menjadi maestro rock. Kesetiaan perempuan yang akrab disapa Jipi itu, terlihat di lebih dari 240 syair lirik yang telah ditulisnya.

Akhirnya pada 3 Oktober 2021, Yayasan Terakota berkesempatan untuk mulai memproduksi dokumenter bertajuk Maestra Sylvia Saartje, Lady Rocker Pertama Indonesia. Film ini menjadi salah satu proyek dari program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) untuk kategori dokumentasi karya/pengetahuan maestro.

Andhika Yudha Pratama selaku pimpinan produksi dokumenter ini, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan upaya mengenalkan kembali musisi maestro di Indonesia. “Jipi telah berkarya lebih dari 50 tahun, ia memiliki pribadi yang unik, begitu juga dengan rekam jejaknya dalam bermusik,” jelas Andhika seperti dikutip dari Terakota, Selasa (16/11).

Andhika melanjutkan, sosok Jipi berhasil merepresentasikan zaman, masyarakat, dan kondisi sosial era 1970an. Malang kota asal Jipi dikenal sebagai barometer musik rock, masyarakatnya pun senantiasa kritis terhadap musisi rock yang tampil di kotanya kala itu.

“Malang juga telah melahirkan banyak band dan musisi rock papan atas. Dan dahulu sangat jarang adanya rocker perempuan,” lanjut Andhika.

Baca juga:

Voice Of Baceprot Berangkat Tur Eropa di Akhir 2021

Film dokumenter ini rencananya akan diluncurkan pada pekan kedua November 2021. Pemutaran pertamanya akan dilangsungkan di sebuah gedung bioskop di Malang.

Sylvia Saartje lahir di Arnhem, Belanda pada 15 Desember 1956 dari pasangan Nedju Tuankota berdarah Ambon dengan Christina Tuje, asal Gunung Kawi, Malang. Sehari hari orang tuanya menggunakan Hollandsche Spreken (berbicara bahasa Belanda dalam keseharian) yang memiliki selera musik bermacam-macam sepanjang dekade 1950 =-1970an.

Keluarga Jipi mencintai musik dalam nafas kesehariannya. Ia bersama keluarganya kemudian kembali ke Indonesia pada 1962. Jipi kecil kemudian selalu bernyanyi di gereja maupun sekolah.

Pada medio 1965 Jippi berhasil memenangkan kejuaraan Bintang Radio di RRI Malang. Sejak saat itu, ia memantapkan untuk memilih jalur musik rock sebagai panggilan hati.

Sepanjang karier bermusiknya, Sylvia Saartje telah melahirkan lebih dari 10 album dengan puluhan single di setiap albumnya. Tidak hanya memiliki suara emas, ia juga jago dalam akting. Terhitung sudah lebih dari lima judul film sejak 1972 yang diperankan olehnya. (far)

Baca juga:

Menilik Sejarah Breakdance via Dokumenter ‘Menembus Ingatan (Eraluka)’ Goodnight Electric

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia #Legenda Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
PERAUKERTAS Rilis 'Joki Cinta', Usung Warna Retrowave Bernuansa Retro Modern
PERAUKERTAS membuka fase baru perjalanan musiknya lewat "Joki Cinta". Mengusung nuansa Retrowave dengan sentuhan synth khas era 1980-an.
Ananda Dimas Prasetya - 19 menit lalu
PERAUKERTAS Rilis 'Joki Cinta', Usung Warna Retrowave Bernuansa Retro Modern
ShowBiz
'We Don't Talk Anymore', Lagu Charlie Puth feat. Selena Gomez yang masih Populer
Melalui lirik yang emosional, keduanya menggambarkan rasa canggung, penyesalan, dan kerinduan yang muncul ketika dua orang yang dulu sangat dekat kini tak lagi saling berkomunikasi.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
'We Don't Talk Anymore', Lagu Charlie Puth feat. Selena Gomez yang masih Populer
ShowBiz
'Nanti Aku Cerita' Jadi Karya Perdana Malika, Kisahkan Kasih Anak kepada Ayah
Malika resmi debut sebagai solois lewat single 'Nanti Aku Cerita'. Lagu ini menjadi ungkapan kasih, penghormatan, dan terima kasih seorang anak kepada sang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
'Nanti Aku Cerita' Jadi Karya Perdana Malika, Kisahkan Kasih Anak kepada Ayah
ShowBiz
Young K DAY6 Rilis Album 'YOUNGEST', Ungkap Kisah Pribadi Lewat Single 'Shut the Door'
Young K DAY6 kembali sebagai solois lewat album kedua YOUNGEST. Lagu utama 'Shut the Door' mengangkat pengalaman pribadi yang dituangkan seperti catatan harian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Young K DAY6 Rilis Album 'YOUNGEST', Ungkap Kisah Pribadi Lewat Single 'Shut the Door'
ShowBiz
Mario G. Klau dan Juan Reza Rilis 'Baby Pelan Pelan', Lagu tentang Cinta yang Tumbuh Perlahan
Mario G. Klau berkolaborasi dengan Juan Reza lewat single 'Baby Pelan Pelan'. Lagu ini mengisahkan benih cinta yang tumbuh dari sebuah pertemuan pertama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Mario G. Klau dan Juan Reza Rilis 'Baby Pelan Pelan', Lagu tentang Cinta yang Tumbuh Perlahan
ShowBiz
Makna dan Keunikan Lagu 'honk!' Milik No Na, Padukan Bunyi Klakson dan Budaya Indonesia
No Na kembali lewat lagu terbaru 'honk!' yang menghadirkan musik ceria dengan bunyi klakson khas dan sentuhan budaya Indonesia melalui referensi 'Om Telolet Om'.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Makna dan Keunikan Lagu 'honk!' Milik No Na, Padukan Bunyi Klakson dan Budaya Indonesia
ShowBiz
Lirik Puitis 'Terang Bulan', Lagu Endah N Rhesa yang Sarat Makna tentang Harapan
Simak makna lagu Terang Bulan karya Endah N Rhesa. Menghadirkan refleksi tentang harapan, ketenangan, dan kekuatan untuk bangkit melalui lirik yang puitis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Lirik Puitis 'Terang Bulan', Lagu Endah N Rhesa yang Sarat Makna tentang Harapan
ShowBiz
Party At Eden Rilis Album Debut 'REV[E/O]LUTION', Bawa Konsep Distopia dan Pesan Spiritual
Party At Eden merilis album debut konseptual "REV[E/O]LUTION" pada 1 Agustus 2026. Album modern metal dan djent ini membawa narasi perjalanan manusia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Party At Eden Rilis Album Debut 'REV[E/O]LUTION', Bawa Konsep Distopia dan Pesan Spiritual
ShowBiz
Magnolia Celebration Ungkap Pergulatan Perasaan Lewat Lagu 'Magnolia'
Magnolia Celebration menghadirkan lagu 'Magnolia' dari album debut Fantasia. Lagu ini mengangkat kisah tentang seseorang yang sulit mengungkapkan perasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Magnolia Celebration Ungkap Pergulatan Perasaan Lewat Lagu 'Magnolia'
ShowBiz
Efek Rumah Kaca Hadirkan 'Matilah Kau Mati' untuk Soundtrack Film 'Laut Bercerita'
Efek Rumah Kaca menghadirkan 'Matilah Kau Mati' sebagai soundtrack film 'Laut Bercerita'. Lagu ini berangkat dari puisi dalam novel Leila S. Chudori.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Efek Rumah Kaca Hadirkan 'Matilah Kau Mati' untuk Soundtrack Film 'Laut Bercerita'
Bagikan