Swedia dan Indonesia Jajaki Kemitraan untuk Mencapai Agenda Keberlanjutan di 2030

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 23 November 2021
Swedia dan Indonesia Jajaki Kemitraan untuk Mencapai Agenda Keberlanjutan di 2030

Diharapkan dapat membuat masyarakat lebih sejahtera. (Foto: Study in Sweden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SWEDIA dan Indonesia menjajaki kemitraan pada saat pekan Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) yang kedua (22-26 November 2021). Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah bagi pemimpin dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta di beberapa bidang.

Pekan SISP pertama diadakan pada 2020 untuk memeringati 70 tahun hubungan diplomatik antara Swedia dan Indonesia. Melalui diskusi SISP tahun lalu, kedua negara mengakui pentingnya kerja sama untuk transisi hijau dan pemulihan pasca COVID-19.

“Kita harus bekerja sama untuk mengatasi pandemi ini. kita perlu memastikan pemulihan yang lebih kuat, lebih hijau, dan berkelanjutan untuk semua,” kata Marina Berg, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN berdasarkan keterangan resminya.

Baca juga:

12 Peserta Siap Bersaing di Indonesia Coffee Roasting Championship 2021

Swedia dan Indonesia Jajaki Kemitraan untuk Mencapai Agenda 2030
Acara hari pertama Sustainable Development and Job Creation. (Foto: Istimewa)

Dalam SISP 2021, Indonesia dan Swedia akan berdiskusi lebih lanjut untuk menemukan solusi berkelanjutan dan mencapai Agenda 2030 dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

HE Kamapradipta Isnomo, Duta Besar Indonesia untuk Swedia dan Latvia mengatakan, SISP tahun ini akan memainkan peran yang lebih penting dalam mempertahankan momentum positif, memperkuat komitmen untuk menumbuhkan hubungan, dan menjadi landasan kerja sama yang konstruktif.

“SISP memberi peluang besar bagi Indonesia-Swedia untuk memperdalam kolaborasi aksi iklim dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Saya yakin ada banyak hal yang dapat dipelajari dari pengalaman satu sama lain, dan kita dapat memperoleh manfaat lebih banyak lagi dengan bekerja sama,” ungkapnya.

Hubungan bilateral Indonesia-Swedia telah diperdalam di beberapa bidang, termasuk energi, transportasi, dan pendidikan. Nota Kesepakatan (MoU) dari ketiga sektor ini ditandatangani pada 2017. Model bisnis perusahaan Swedia harus didasarkan pada pembangunan berkelanjutan, dengan memperhatikan faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hal ini juga dilakukan dalam kerjasama Indonesia-Swedia.

Baca juga:

Perkembangan Industri Film Indonesia, Sempat Mati Suri

Swedia dan Indonesia Jajaki Kemitraan untuk Mencapai Agenda 2030
Kamapradipta Isnomo. (Foto: Istimewa)

Tahun ini, hubungan Indonesia dan Swedia terus tumbuh, menyusul kunjungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ke Swedia. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menyoroti kerja sama di bidang Blue Economy, dan menandatangani pernyataan bersama untuk kemitraan.

Indonesia dan Swedia, bersama dengan 191 negara lainnya, telah berjanji untuk mencapai TPB. Tujuan ini harus dicapai untuk mengakhiri kemiskinan, menjaga lingkungan, dan memastikan bahwa pada 2030 semua orang bisa menikmati perdamaian dan kemakmuran. (and)

Baca juga:

Indonesia Keluar dari Resesi di Tengah Pandemi, Luhut Tegaskan Kuartal III Harus Naik

Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan