Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Film

Sutradara 'Daredevil' Mengaku Filmnya Berlebihan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 22 Februari 2023
Sutradara 'Daredevil' Mengaku Filmnya Berlebihan

Valentine 2023 lalu menandai perayaan 20 tahun dirilisnya film superhero Daredevil yang dibintangi oleh Ben Affleck. (Foto: Imdb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

VALENTINE 2023 menandai perayaan 20 tahun dirilisnya film superhero Daredevil yang dibintangi oleh Ben Affleck. Film yang diadaptasi dari komik keluaran Marvel tersebut sayangnya tidak sebaik versi komiknya hingga hanya mendapat dua bintang dari situs ulasan film Rotten Tomatoes dan dua setengah bintang dari IMDb. Mirisinya, film tersebut juga kerap menjadi bahan ejekan untuk sang aktor, Ben Affleck.

Belum lama ini, seperti dimuat oleh Variety, Yahoo Entertainment mewawancarai Sutradara Daredevil Mark Steven Johnson. Ia mengaku kegagalan film tersebut disebabkan oleh keputusannya yang menjejalkan cerita secara berlebihan.

Baca Juga:

Vincent D'Onofrio Siap Jadi Kingpin MCU

"Melihat ke belakang, salah satu kesalahan yang saya buat dengan film itu adalah ingin memasukkan semuanya!" kata Johnson dalam wawancara tersebut.

Menurutnya, kegagalan film tersebut karena keinginannya menyajikan terlalu banyak cerita dalam satu film. Cerita tentang asal-usul Daredevil, pertemuannya dengan Elektra, ditambah lagi dengan konflik dengan Kingpin dan Bullseye. Semuanya menjadi satu film.

Michael Clarke Duncan adalah aktor terbaik untuk memerankan Kingpin bagi Johnson. (Foto: IMDB)

"Saya ingin semuanya ada di sana, tetapi film tak dapat menampung cerita sebanyak itu. Kemudian, ketika Anda disuruh memotong setengah jam dan membuatnya lebih seperti kisah cinta, hal-hal mulai terasa terburu-buru dan kurang tepat," lanjutnya.

Ia menggambarkan bahwa bagaimana cara ia bekerja pada saat itu kurang lebih seperti seorang penggemar yang sangat mencintai sesuatu. "Ketika Anda mencintai sesuatu, maka Anda ingin menceritakan segalanya,” ungkapnya,

Selain Affleck, Daredevil juga dibintangi oleh Jennifer Garner sebagai Elektra, Michael Clarke Duncan sebagai Kingpin, Colin Farrell sebagai Bullseye, dan Jon Favreau sebagai Foggy.

Baca Juga:

Penasihat Marvel Ungkap Cara Terbaik Membawa Fantastic Four ke MCU

Meskipun tidak mengesankan bagi para kritikus, film yang dirilis 20th Century Fox itu bisa menghasilkan USD 179 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun di box office. Pendapatan tersebut cukup bagus untuk memberi Garner kesempatan berlaga pada film spin-off yang dirilis pada 2005 berjudul Elektra.

Johnson mengungkapkan bahwa tadinya setelah Elektra rilis, ia berencana membuat film Daredevil lainnya. Namun, pendapatan kotor Elektra hanya mencapai USD 57 juta, yang membuatnya menjadi sebuah kegagalan dan akhinya membunuh waralaba tersebut.

Charlie Cox jadi Daredevil Netflix. (Foto: imdb)

Johnson juga menyatakan kesalahan lain saat memproduksi Daredevil adalah merekrut aktor kulit hitam untuk berperan sebagai Kingpin. Padahal, tokoh antagonis utama itu digambarkan di komik berkulit putih. Hal ini menjadikan adanya sedikit kontroversi yang terkait dengan masalah rasial dan isu stereotipe.

Johnson menceritakan bahwa dalam pemilihan peran Kingpin, tak terlintas sama sekali isu rasial di benaknnya. Ia hanya ingin membuka kesempatan bagi semua orang dan merasa Michael Clarke Duncan adalah aktor terbaik untuk pekerjaan itu.

Namun, Johnson sama sekali tidak menyesal dengan pilihannya tersebut. "Michael sangat fantastis. Sulit untuk menemukan pria yang sebesar itu dan juga tangguh, dan Michael adalah pria itu. Tuhan memberkatinya.”

Kini, alur cerita Daredevil dihidupkan kembali oleh Netflix dalam sebuah serial baru. Charlie Cox berperan sebagai Daredevil, sementara Vincent D'Onofrio berperan sebagai Kingpin. Kedua aktor tersebut juga akan membintangi serial Disney Plus mendatang bertajuk Daredevil: Born Again. (dsh)

Baca Juga:

Belum Saatnya Wolverine Datang ke MCU

#Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dwayne Johnson Jadi Chicken Man di Film Fantasi 'Lizard Music', Beradu Akting dengan Aktor Cilik 10 Tahun
Dwayne Johnson membintangi film fantasi Lizard Music sebagai Chicken Man. Film ini juga menjadi debut layar lebar aktor cilik Theo Clark Leber.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Dwayne Johnson Jadi Chicken Man di Film Fantasi 'Lizard Music', Beradu Akting dengan Aktor Cilik 10 Tahun
ShowBiz
Captain America hingga X-Men Muncul, Official Trailer 'Avengers: Doomsday' Ungkap Perang Terbesar di MCU
Marvel Studios merilis trailer perdana Avengers: Doomsday. Robert Downey Jr. tampil sebagai Doctor Doom, sementara X-Men resmi bergabung dengan MCU.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Captain America hingga X-Men Muncul, Official Trailer 'Avengers: Doomsday' Ungkap Perang Terbesar di MCU
ShowBiz
Christopher Nolan Cetak Sejarah lewat 'The Odyssey', Film Pertama yang Direkam Sepenuhnya dengan IMAX 70mm
'The Odyssey' karya Christopher Nolan mencetak sejarah sebagai film layar lebar pertama yang seluruh proses pengambilan gambarnya menggunakan kamera IMAX 70mm.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Christopher Nolan Cetak Sejarah lewat 'The Odyssey', Film Pertama yang Direkam Sepenuhnya dengan IMAX 70mm
ShowBiz
Bukan Cuma Soal Gambar Jernih, Ini 3 Alasan Mengejutkan Christopher Nolan Rekam 'The Odyssey' dengan IMAX
Christopher Nolan memilih kamera IMAX untuk seluruh proses pengambilan gambar 'The Odyssey'. Keputusan ini didorong oleh mimpi masa remaja sang sutradara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Bukan Cuma Soal Gambar Jernih, Ini 3 Alasan Mengejutkan Christopher Nolan Rekam 'The Odyssey' dengan IMAX
ShowBiz
Film Baru Adam Driver dan Scarlett Johansson 'Paper Tiger' Jadi Pembuka Festival Film New York, Raih Sambutan Meriah di Cannes
Drama kriminal Paper Tiger garapan James Gray resmi menjadi film pembuka Festival Film New York ke-64. Dibintangi Adam Driver, Scarlett Johansson, dan Miles Teller.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Juli 2026
Film Baru Adam Driver dan Scarlett Johansson 'Paper Tiger' Jadi Pembuka Festival Film New York, Raih Sambutan Meriah di Cannes
ShowBiz
Film ‘The Odyssey’ Langsung Meledak di Box Office, Lampaui Prediksi dan Pecahkan Rekor Debut
Christopher Nolan kembali mencuri perhatian. 'The Odyssey' diproyeksikan meraup USD 120 juta pada akhir pekan pembukaannya, melampaui ekspektasi awal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Juli 2026
Film ‘The Odyssey’ Langsung Meledak di Box Office, Lampaui Prediksi dan Pecahkan Rekor Debut
ShowBiz
Debut Fantastis, Film 'HOPE' Pecahkan Rekor 1 Juta Penonton Hanya dalam 3 Hari
HOPE mencetak rekor baru di box office Korea Selatan. Film garapan Na Hong-jin ini berhasil menembus 1 juta penonton hanya dalam 3 hari.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Debut Fantastis, Film 'HOPE' Pecahkan Rekor 1 Juta Penonton Hanya dalam 3 Hari
ShowBiz
Andrew Garfield Berubah Jadi Pemimpin Revolusi dalam Film 'The Uprising', Trailer Perdana Resmi Dirilis
Andrew Garfield tampil sebagai pemimpin pemberontakan rakyat Inggris dalam The Uprising. Film garapan Paul Greengrass hadirkan latar Inggris abad pertengahan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Andrew Garfield Berubah Jadi Pemimpin Revolusi dalam Film 'The Uprising', Trailer Perdana Resmi Dirilis
ShowBiz
Jenna Ortega dan Rose Byrne Dipastikan Bintangi Film Drama Olahraga 'Nasty'
Jenna Ortega dan Rose Byrne akan beradu akting dalam film Nasty, drama olahraga terbaru produksi label independen Warner Bros., Clockwork.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Jenna Ortega dan Rose Byrne Dipastikan Bintangi Film Drama Olahraga 'Nasty'
Bagikan