Sumatra Barat Masih Akan Dilanja Curah Hujan Ektrem Sampai Penghuju Tahun 2025

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Desember 2025
Sumatra Barat Masih Akan Dilanja Curah Hujan Ektrem Sampai Penghuju Tahun 2025

Warga membersihkan halaman rumah dari sampah kayu dan lumpur pascabanjir bandang di Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Berdasarkan data dari Pemkab Solok sebanyak 62 unit rumah warga rusak berat, 229 rusak sedang, dan 412 rusak ringan yang tersebar di sembilan kecamatan, 16 nagari serta 5.420 jiwa terdampak bencana banjir bandang yang melanda kabupaten tersebut. ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/tom.FOTO/Wawan Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pergerakan eks siklon tropis Senyar yang berada di Laut Cina Selatan terus menjauhi wilayah Indonesia sehingga potensi cuaca ekstrem semakin berkurang di wilayah Sumatra.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau di Padang Pariaman memperkirakan Sumatera Barat masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem.

"Namun di Sumatera Barat bulan Desember masih merupakan puncak musim hujan," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan di Padang, Senin.

Selain puncak musim hujan, ia mengatakan terdapat kondisi dinamika atmosfer di Sumbar seperti Indeks Ocean Dipole (IOD) dan Sea Surface Temperatur (SST).

Baca juga:

Sumatra Barat Berangsur Pulih dari Bencana Banjir dan Longsor

Termasuk pula adanya belokan konvergensi arus udara yang masih aktif menyuplai uap air sehingga dapat memicu potensi pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah di Ranah Minang dalam sepekan ke depan.

Oleh sebab kondisi perkembangan dinamika atmosfer tersebut, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun ini.

"Kemudian perlu memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal terutama yang rawan terjadi bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," ujarnya.

Ia mengimbau dan merekomendasikan masyarakat yang berada di posko bencana di kabupaten dan kota yang terdampak untuk berangsur kembali ke tempat tinggal masing-masing, namun tetap mengutamakan keselamatan dan kesiapsiagaan.

Daerah yang berpotensi meliputi untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah datar, Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang.

Lalu, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Solok Selatan

BMKG meminta masyarakat selalu mengenali titik-titik rawan bencana, melakukan pembaruan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas serta mencari lokasi yang aman apabila kondisi hujan terjadi dalam intensitas yang tinggi dan durasi yang lama.

#Banjir Sumatra #Banjir #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Potensi Hujan Lebat Akhir Juni 2026, Kota-Kota di Jawa Hingga Sumatra Wajib Waspada
Fokus perhatian tim penyelamat kini tertuju pada wilayah timur Indonesia akibat ancaman cuaca lebih ekstrem
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Potensi Hujan Lebat Akhir Juni 2026, Kota-Kota di Jawa Hingga Sumatra Wajib Waspada
Indonesia
Termasuk Jakarta, 26 Provinsi Ini Diingatkan untuk Siap Siaga Cuaca Ekstrem
Peringatan dini cuaca ekstrem tersebut berlaku sampai dengan 26 Juni 2026, sebagaimana diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (24/6).
Frengky Aruan - Kamis, 25 Juni 2026
Termasuk Jakarta, 26 Provinsi Ini Diingatkan untuk Siap Siaga Cuaca Ekstrem
Indonesia
BMKG Rilis Peta Potensi Hujan 23-25 Juni 2026, Jawa Barat Masuk Status Siaga
Peningkatan intensitas hujan kategori sedang terdeteksi menyelimuti wilayah dari ujung barat Sumatra hingga belahan timur Papua
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Juni 2026
BMKG Rilis Peta Potensi Hujan 23-25 Juni 2026, Jawa Barat Masuk Status Siaga
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Prakiraan Potensi Hujan Kota-Kota di Indonesia 23 HIngga 25 Juni 2026
Secara umum, pasokan air dari langit Nusantara mulai menyusut drastis pada akhir bulan ini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Prakiraan Potensi Hujan Kota-Kota di Indonesia 23 HIngga 25 Juni 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca 22-25 Juni 2026: Kota-Kota di Indonesia Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Warga area kemarau mendapat saran menjaga kecukupan cairan tubuh guna menghalau terik siang hari
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 22-25 Juni 2026: Kota-Kota di Indonesia Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Indonesia
Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026: Jakarta Super Cerah, Kepulauan Seribu Mendung Tebal
Memasuki siang hari, cuaca terik masih bertahan di lima wilayah kota administratif Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026: Jakarta Super Cerah, Kepulauan Seribu Mendung Tebal
Indonesia
Indonesia Terbelah Dua! Wilayah Selatan Membeku Kedinginan, Bagian Utara Malah Kebanjiran Hujan Lebat
Ketiadaan awan pemantul menciptakan dua sisi mata uang cuaca ekstrem ekstrem pada Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Indonesia Terbelah Dua! Wilayah Selatan Membeku Kedinginan, Bagian Utara Malah Kebanjiran Hujan Lebat
Indonesia
Prakiraan Cuaca 15-18 Juni: Daftar Wilayah Siaga Hujan Ringan Hingga Lebat
Kondisi lebih ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat dan angin kencang masuk dalam kategori tingkat peringatan dini khusus
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 15-18 Juni: Daftar Wilayah Siaga Hujan Ringan Hingga Lebat
Indonesia
Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering
Kondisi alam kali ini memerlukan kewaspadaan ekstra menyusul hadirnya potensi El Nino
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering
Bagikan