MerahPutih.com - Stiker dan spanduk bergambar wajah Penjabat (Pj) Heru Budi Hartono dengan tulisan pemilu damai di halte TransJakarta dan sejumlah lokasi menambah ramainya spanduk pileg dan pilpres 2024.
Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi tidak mempermasalahkan gambar Pj Heru yang saat ini dipasang diberbagai titik jelang pemilu 2024. Langkah Pj Heru ini, dinilai untuk mengajak masyarakat agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban DKI Jakarta.
Baca Juga:
Pimpinan DPRD Bela Pj Heru yang Dikritik PKS Sudah Kampanye Dini
"Ya gapapa lah, dia menyosialisasi kepada masyaraka pemilu ini harus (pemilu damai). Itu gapapa, haknya dia lah," ucap Prasetyo di Jakarta, pada Selasa (16/1).
Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud di DKI Jakarta menyebut, apa yang dilakukan Pj Heru dengan menempel stiker wajahnya di halte TransJakarta tidak merusak estetika.
"Jadi menenangkan masyarakat Jakarta di dalam tahun politik ini, mungkin itu kali tujuan dia," urainya.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) menilai pemasangan spanduk dan stiker bergambar wajah Penjabat (Pj) Heru Budi Hartono dengan tulisan pemilu damai di halte TransJakarta disinyalir sebagai kampanye terselubung menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI.
Jika hal itu berupa imbauan pemilu, ujar anggota dewan yang biasa disebut MTZ, cukup disertakan nama saja, bisa lambang, atapun ikon kota Jakarta seperti Monas dan lain-lain.
"Sebaiknya ajakan untuk pemilu netral/pemilu damai dari Pj Gub DKI/Pemda DKI tidak disertai penampilan gambar wajah dari yang bersangkutan," kata MTZ saat dikonfirmasi awak media, pada Jumat (12/1).
Kecurigaan itu, ucap MTZ , karena Pj Heru juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta berikutnya.
"Karena Pak Heru Budi Hartono sudah ada yg mengadang-gadang untuk jadi bakal calon gubernur Jakarta, yang perhelatannya juga di tahun 2024 ini," tuturnya.
MTZ menilai, Pj Heru sudah mencuri star kampanye untuk memperkenalkan dirinya pada masyarakat luas.
"Kalau banyak menampilkan spanduk dengan foto dan nama diri bisa dianggap sebagai kampaye dini untuk Pilkada Jakarta 2024," kritiknya.
Manajemen PT TransJakarta menilai stiker Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono yang terpasang di sejumlah halte masih wajar dan sesuai aturan yang berlaku.
"Menurut kami itu hal yang wajar sebagai pimpinan daerah untuk mengajak semua masyarakat menjaga situasi aman dan kondusif untuk menyambut pesta demokrasi," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Welfizon Yuza. (Asp)
Baca Juga:
Gambar Pj Heru di Halte TransJakarta Bisa Jadi Kampanye