MENGEMBANGKAN bisnis tidak mudah. Selain menawarkan produk, kamu juga perlu memerhatikan kepuasan pelangganmu. Belum lagi jika bisnis yang kamu kelola sudah bertaraf tinggi, pastinya membutuhkan pegawai dalam jumlah banyak untuk memastikan komplain dari pelanggan didengarkan dan terselesaikan.
Kamu perlu memercayakan bisnismu di tangan pegawai yang berhubungan langsung dengan klien yang nantinya akan dilaporkan padamu. Namun, laporan bisa dimanipulasi kapan saja tanpa kamu ketahui karena kamu tidak berhubungan langsung dengan klien.
Baca Juga:
Akan hal ini, bisnis bak gambling karena kamu tidak tahu kapan mengalami peningkatan, kapan turun, dan apa penyebab sebenarnya dari ketidak stabilan ini. Kendati demikian, software sistem telepon yang didesain untuk dapat meningkatkan performa sales, telemarketing, call center, dan bisnis bisa menjadi solusi dari masalah ini.
Perusahaan teknologi Jepang RevComm resmi meluncurkan software tersebut di Indonesia. Takeshi Aida selaku CEO dan Founder dari RevComm mengembangkan software ini yang dapat menganalisis dan memvisualisasikan percakapan bisnis antara pegawai dan klien dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
"Saya yakin bisa berkontribusi 100 persen untuk meningkatkan produktivitas di Indonesia. MiiTel menganalisis dan memvisualisasi percakapan bisnis dengan AI,” ujar Takeshi dalam acara peluncuran MiiTel di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (21/2).
Software ini dapat mengubah suara ke teks dengan fitur yang lebih lengkap. Kemudian, software ini dapat menganalisis kecepatan berbicara antara pegawai dan pelanggan, intonasi, berapa banyak karakter yang diucapkan perdetik, berapa kali terdiam, hingga berapa kali sebuah kata diucapkan dalam percakapan. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui bagaimana performa pegawaimu dalam menangani pelanggan.
Baca Juga:
Yuk, Pakai Bahasa Indonesia untuk Istilah Teknologi Ini
Kamu juga dapat mengetahui penyebab asli meningkatnya atau menurunnya bisnismu. Pegawai tidak dapat lagi memanipulasi laporan keluhan pelanggan karena kamu dapat mengetahuinya secara transparan. Terlebih lagi, kamu juga dapat diam-diam masuk di antara percakapan pegawai dan klien tanpa keduanya tahu.
"Para investor menggunakan produk kita karena angka retensinya tinggi. Seperti yang November kemarin kita naik 80 persen cuma dalam satu bulan. 60 persen dari 80 persen itu klien bisnis," jelas Takeshi.
Kamu juga dapat mengakses fitur untuk dapat membisikkan pegawaimu apa yang harus mereka katakan pada klien tanpa klien tahu ada seseorang di tengah-tengahnya.
Hingga saat ini belum ada terobosan yang mendekati kelengkapan fitur-fitur yang diberikan oleh MiiTel. Pengusaha bisa mendapatkan software ini hanya dengan Rp 400 ribu per bulan per satu ID. Bukan hanya perusahaan bisnis besar yang dapat membelinya, melainkan juga perusahaan-perusahaan kecil baru merintis.
MiiTel telah rilis terlebih dahulu di Jepang dan Amerika. Di Jepang, tak hanya perusahaan bisnis saja yang menggunakan software ini, bahkan setengah dari pemerintahan pun sudah menggunakan MiiTel.
“Kita menggunakan ISMS: ISO 27001. Di Jepang pemerintahan Tokyo dan setengah pemerintahan se-Jepang telah menggunakan MiiTel jadi software ini sangat aman/terjamin. Kalau di Indonesia belum, baru perusahaan swasta dan jumlahnya sejauh ini sudah ribuan,” jelas Takeshi. (kmp)
Baca Juga:
Teknologi Sensor Lidar Diuji Coba di Perusahaan Tambang Indonesia

