Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Single ‘Suar’ Jadi Pengingat untuk Pendengar dari Payung Teduh

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Oktober 2021
Single ‘Suar’ Jadi Pengingat untuk Pendengar dari Payung Teduh

Payung Teduh rilis materi pertama di 2021. (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GRUP musik Payung Teduh merilis single Renung pada Mei 2020, sebagai respon mereka dari hiruk-pikuk pandemi yang tengah menimpa seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Berselang beberapa waktu, di awal Oktober 2021 Payung Teduh kembali dengan single baru berjudul Suar. Lagu yang menjadi karya grup pertama di 2021, sekaligus menjadi lagu kedua yang dirilis Payung Teduh sepanjang pandemi tengah berlangsung.

Baca juga:

Visualisasi Syair Pemuja Ala Rendy Pandugo di Video Musik ‘Morning Light’

“Lagu ini memiliki tema tentang panggilan. Panggilan manusia untuk memuji Sang Pencipta, melalui lagu ini kami ingin memberikan sebuah pengingat, bahwa manusia merupakan makhluk tidak sempurna,” ucap Payung Teduh dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Senin (18/10).

Dikemas secara jazzy dengan komponen betotan kontra bass, petikan gitar, dan irama terumpet yang bersatu dengan suara lembut khas Masrya Ditia. Suar begitu syahdu untuk didengarkan dan kembali mengingat ke Sang Pencipta.

Lebih lanjut mereka menuturkan, itulah kenapa arah hidup yang lebih baik terkadang perlu diingatkan kembali dalam sebuah isyarat atau Suar. Seperti dalam beberapa tahun kebelakang, sepertinya manusia tengah dihadapkan pada ujian yang menantang kehidupan dengan adanya pandemi yang melanda.

“Tentu, lagu ini tidak berusaha menggurui, hanya ingin mengajak orang-orang yang mendengarkan untuk lebih menyadari situasi di sekitar kita secara lebih saksama, terlebih bagi keberlangsungan hidup alam semesta,” tambah grup yang sudah terbentuk sejak 2007.

Baca juga:

Ramengvrl Berkolaborasi dengan Rapper Korea pH-1 di Lagu 'Ain't No MF'

Single Suar tercipta oleh Alejandro Saksakame yang sekaligus menuliskan liriknya. Single ini pun menjadi penanda bahwa, Payung Teduh masih akan menjawab kerinduan para penikmat musik yang selama ini telah lama menantikan karya terbau dari mereka.

Kembali ke 2020, ketika grup yang kini beranggotakan Marsya Ditia, Alejandro Saksakame, Ivan Penwyn dan Comi Aziz Kariko melepa single Renung. Single yang dilepas untuk merespon situasi pandemi memiliki denting manis dengan makna lirik yang begitu filosofis.

Payung Teduh ingin mengajak semua orang untuk merenung, ketika kita sebagai manusia terjebak dalam kesendirian. Mereka juga menyindir orang-orang yang penuh dengan kesombongan dan ketidakacuhan selama menghuni bumi, hingga berkontemplasi betapa berharganya kebebasan dan kebersamaan. (far)

Baca juga:

Semangat Kebersamaan Jadi Kunci Eksistensi Mocca Selama 22 Tahun

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia #Payung Teduh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan