SINGLE Anarchy in The UK milik Sex Pistols dirilis oleh di EMI Records pada 26 November 1976. Lagu ini langsung menjadi kontroversi semenjak perilisan awalnya. Bahkan liriknya yang sangat kontroversial menjadikan lagu ini dilarang untuk dimainkan di radio dan menerima banyak ulasan negatif. Single ini masuk dalam album Never Mind the Bollocks, Here's the Sex Pistols.
Lagu ini duduk pada posisi 56 di 500 Greatest Songs of All Time versi majalah Rolling Stone. Lalu masuk pula pada daftar 500 Songs that Shaped Rock and Roll versi Rock and Roll Hall of Fame.
Baca Juga:
Membaca Filosofi Hidup Steve Jobs untuk Mengenang 11 Tahun Kematiannya
Pada perilisan awal lagu ini masuk di urutan 38 pada UK Single Chart. Itupun ditingkahi oleh keengganan dari stasiun-stasiun radio untuk memutar lagu itu karena sifat politiknya yang terang-terangan. Lable EMI pun memutuskan untuk menarik single tersebut. Tercatat bahwa single ini menjadi satu-satunya rekaman mereka yang dirilis oleh EMI.
Bahkan pada 7 Juni 1977, keempat orang tersebut, yakni Johnny Rotten, Sid Vicious, Paul Cook, dan Steve Jones, membawakan Anarchy in the UK, Pretty Vacant dan God Save The Queen, yang secara terang-terangan menyinggung tradisi inggris, pemerintah dan Ratu Elizabeth II. Peforma yang dilakukan di Sungai Thames digelar dalam perayaan Jubilee, untuk merayakan 25 tahunnya Ratu Elizabeth II bertahta.
Setelah kejadian tersebut, keempat anak punk itu hampir ditangkap karena dianggap tidak senonoh di hadapan publik oleh para polisi. Meskipun mereka memiliki izin resmi untuk berada di sana. Band ini akhirnya bubar pada tahun 1987. Dilansir dari NME, Johnny Rotten sang mantan vokalis ini pun mengungkapkan bahwa “Anarki adalah ide yang buruk”. (nbl)
Baca Juga: