Singapura Dipindahkan ke Grup A Setelah Kamboja Mundur, Pelatih Timnas Thailand U-23 Beri Komentar dan Singgung Indonesia
Pelatih Timnas Thailand U-23, Thawatchai Damrong-ongtrakul. (Facebook/ThailandNTOfficial)
MerahPutih.com - Pelatih Timnas Thailand U-23, Thawatchai Damrong-Ongtrakul mengomentari perubahan lawan di Grup A sepak bola SEA Games 2025. Hal ini menyusul mundurnya Kamboja dari cabang olahraga sepak bola.
Selain sepak bola, Kamboja juga mundur dari Judo, Karate, Pencak Silat, Petanque, Gulat, Wushu, dan Sepak Takraw. Kamboja telah lebih dahulu memastikan tidak tampil dalam cabang olahraga biliar dan Muay Thai (Kun Khmer).
Mundurnya Kamboja membuat Grup A hanya diisi Thailand dan Timor Leste. Sehingga pembagian grup menjadi timpang, mengingat Grup B diisi 3 tim: Vietnam, Malaysia, Laos, sementara Grup C terdapat Indonesia, Myanmar, Filipina, Singapura.
Panitia penyelenggara SEA Games kemudian menggelar rapat Kamis (27/11) dan memindahkan Singapura ke Grup A. Sehingga masing-masing grup diisi 3 tim.
Baca juga:
"Kami tidak tahu alasan mereka mundur. Kami harus fokus pada tim kami. Targetnya sama: medali emas. Kami siap menghadapi tim ASEAN mana pun yang kami hadapi,” kata pelatih Wang soal mundurnya Kamboja.
Perubahan ini membuat Thawatchai Damrong-Ongtrakul harus melakukan analisis lagi, terutama bagaimana Timnas Singapura U-23. Ia mengaku tidak memiliki gambaran Timnas Singapura, berbeda dengan Vietnam dan Indonesia.
"Sekarang kami harus bekerja lebih keras, meneliti tim-tim lain. Sebelumnya, kami hanya memantau tim grup kami. Kami tidak memiliki banyak informasi tentang banyak tim. Kami bertemu beberapa tim di ASEAN Championship dan melihat performa mereka, termasuk Vietnam dan Indonesia, serta Filipina dan Timor-Leste, yang berada di grup kami.”
“Kami juga memiliki beberapa informasi tentang Malaysia, yang akan menghadapi kami di Kejuaraan Asia. Namun, kami tidak memiliki informasi tentang Singapura, karena mereka tidak berpartisipasi di ASEAN Championship. Hal yang sama berlaku untuk kualifikasi Kejuaraan Asia baru-baru ini."
Rapat panitia penyelenggara SEA Games juga membahas soal pemindahan 10 cabang olahraga, yang awalnya diselenggarakan di Provinsi Songkhla, ke Provinsi Bangkok dan Chonburi. Hal ini menyusul banjir di beberapa provinsi bagian selatan khususnya Songkhla.
Pertemuan tersebut juga mengungkapkan bahwa Kamboja meminta untuk mundur dari cabang olahraga lain, yakni bola voli.
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Bonus SEA Games 2025 Cair Tercepat Sepanjang Sejarah, NOC Indonesia: Ini Bukti Negara Hadir
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Presiden Serahkan Bonus Peraih Medali SEA Games 2025, Totalnya Rp 465,25 Miliar
[HOAKS atau FAKTA]: Indra Sjafri Latih Timnas Sepak Bola Malaysia demi Balaskan Dendam ke PSSI yang Sudah Memecatnya
Indonesia Ukir Sejarah di SEA Games 2025, Catat Laga Tandang Terbaik dalam 32 Tahun
SEA Games 2025 Thailand: Ratu Thailand Suthida Bajrasudhabimalalakshana Nonton Laga Final Ice Hockey
SEA Games 2025 Thailand: Aksi Defile Kontingen Indonesia dalam Closing Ceremony
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet