Simon Leviev, Penipu di 'Tinder Swindler', Diblokir di Aplikasi Kencan Daring
Shimon Hayut, penipu dari dokumenter Tinder Swindler. (Foto Netflix)
DOKUMENTER Netflix berjudul Tinder Swindler langsung viral dibicarakan warganet setelah tayang belum sampai satu minggu. Dokumenter ini menceritakan laki-laki yang menggunakan nama 'Simon Leviev' dan menipu para perempuan lewat aplikasi kencan daring.
Pria itu ternyata bernama Shimon Hayut. Ia bertemu beberapa perempuan di Tinder dan memanjakan mereka dengan hidup mewah seperti hotel bintang lima, pesawat pribadi, dan makanan di restoran berkelas. Ia mengatakan ia bernama Simon Leviev, anak laki-laki dari pengusaha berlian sukses asal Israel, Lev Leviev.
Sampai dokumenter tersebut dirilis pada Rabu (2/2), Variety melaporkan Hayut masih aktif di Tinder. Pihak Tinder baru melakukan investigasi dan memberikan pernyataan bahwa sang penipu tak lagi aktif di Tinder beberapa hari setelah dokumenter dirilis.
Baca Juga:
Tinder Hasilkan Rp16,4 Triliun Per Tahun, Gara-gara Populasi Jomlo Meningkat?
"Kami telah melakukan penyelidikan internal dan bisa mengonfirmasi bahwa Simon Leviev sudah tak lagi aktif di Tinder dengan nama-nama aliasnya yang diketahui," ujar pihak Tinder pada sebuah pernyataan kepada Variety, Jumat, (5/2).
Meskipun Tinder telah memblokir Hayut, ia masih memiliki akun Instagram dengan jumlah pengikut lebih dari 200 ribu orang. Pada Jumat (5/2), Hayut membuat Instagram Story dan mengatakan ia sedang menyiapkan cerita versinya. Meski begitu, akun Instagram-nya hilang pada sore di hari yang sama dengan keterangan bahwa akun 'no longer available'.
Atas kasus penipuan uang terhadap para perempuan di Tinder, Hayut dijatuhi hukuman penjara selama 15 bulan di penjara Israel pada 2019. Ia melakukan penipuan pada perempuan untuk menyerahkan uang tunai dan kartu kredit dengan mengatakan bahwa hidupnya sedang dalam bahaya. Tiga korban Hayut tampil pada film dokumenter Tinder Swindler yang disutradarai oleh Felicity Morris dan dibantu oleh para wartawan dari surat kabar asal Norwegia, VG untuk membawa Hayut ke pengadilan.
Saat ini, dokumenter ini termasuk dalam Top 10 tayangan yang paling populer di Netflix untuk audiens di Amerika Serikat dan Inggris. Laman Variety juga mengabarkan bahwa dokumenter Tinder Swindler akan diadaptasikan sebagai film dan berada dalam tahap diskusi oleh para produser. (SHN)
Baca Juga:
Tinder akan Perkenalkan Fitur Background Checks dalam Aplikasi
Bagikan
annehs
Berita Terkait
Grammy Awards 2026 Jadi Malam Penuh Sejarah, ini Daftar para Pemenang
Dari Red Carpet hingga Panggung, Protes ICE Menggema di Grammy 2026
Kehlani Terima Grammy Awards Pertama setelah Penantian 1 Dekade, Ajak Seniman Lawan Ketidakadilan
Tak Hadir saat Pemakaman Lucky Widja, Didi Riyadi Ungkap Rasa Kehilangan Mendalam
Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Putra Rob Reiner, Nick, Didakwa atas Pembunuhan Orangtuanya
Pembunuhan Rob Reiner, Polisi LA Tangkap Anak sang Sutradara
Sutradara Hollywood Rob Reiner dan Istrinya Ditemukan Tewas di Rumah Mereka di Los Angeles, Diduga Dibunuh