Siapa yang Diuntungkan dengan Isu Bangkitnya PKI? Ini Penjelasan LIPI
Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris dalam sebuah diskusi di Jakarta. (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) sengaja diembuskan untuk menguntungkan sejumlah pihak.
Syamsuddin menduga, politisi busuk, kaum radikalis agama, pengusaha hitam, dan kelompok militer adalah pihak yang paling diuntungkan dalam penggorengan isu PKI yang merebak belakangan ini.
"Pihak yang diuntungkan adalah pertama politisi busuk, kaum radikalis agama, dan pengusaha hitam serta kelompok militer," kata Syamsudin usai memaparkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk 'Isu Kebangkitan PKI' di kantor SMRC, Cikini, Jakarta, Jumat (29/9).
"Ya, tentu diuntungkan dengan isu bangkitnya PKI ini. Sebab, dengan isu tersebut keempat pihak itu mencari peluang kekuasaan baik dalam konteks Pilkada 2018 maupun dalam konteks Pemilu 2019," katanya.
Hasil survei SMRC, kata Syamsuddin, menunjukkan jika isu bangkitnya partai yang berideologikan Marxisme-Leninisme ini memang merupakan hasil dari mobilisasi opini untuk tujuan tertentu.
Syamsuddin yang merupakan profesor riset bidang perkembangan politik Indonesia dan doktor ilmu politik ini menduga, faktor determinan atas menyeruaknya isu PKI ialah politik dan ekonomi.
Menurutnya, isu PKI sengaja dibuat agar situasi politik tidak stabil dan keruh. Melalui situasi politik yang keruh ini, jelas dia, oknum-oknum tersebut bisa bangkit dan mencuri panggung politik.
"Ada yang anti-Jokowi, ada kaum radikalis agama, ada pengusaha hitam, dan itu memanfaatkan isu kebangkitan PKI ini," tandasnya. (Pon)
Baca berita terkait PKI lainnya di: Pasca-G30S, Soeharto Ciut Nyali Markasnya Bakal Dibom AURI