MerahPutih.com - Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi mengejutkan untuk menaikkan harga jual seluruh lini ponsel flagship Galaxy S26 akibat lonjakan harga komponen memori yang kian tak terkendali di pasar global.
Laporan terbaru Gizmochina dikutip Rabu (16/9), Samsung berpotensi mengerek harga setiap varian Galaxy S26 lebih mahal 149.600 won atau setara Rp1,9 juta dibandingkan harga awal, mulai 1 Oktober 2026 mendatang.
Langkah drastis ini juga diproyeksikan bakal berdampak langsung pada jajaran lini produk premium mereka, meliputi Galaxy S26, Galaxy S26+, hingga varian tertinggi Galaxy S26 Ultra yang dipasarkan di kawasan Korea Selatan.
Baca juga:
Samsung Galaxy S26 FE Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp11,9 Juta
Manajemen Samsung sendiri telah mengonfirmasi adanya peninjauan ulang struktur harga secara internal guna merespons pembengkakan biaya produksi. Namun dilansir Antara, Samsung menegaskan belum mengetok keputusan final.
Harga Apple iPhone 18 Sudah Naik Lebih Dulu, tapi Lebih Murah
Fenomena melambungnya harga komponen memori ponsel pintar tercatat meroket drastis hingga lebih dari 80 persen pada kuartal II 2026 jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max resmi meluncur. Foto: Dok. Apple
Apple sendiri sebelumnya telah menaikkan harga iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17e, iPhone 16, iPhone 18 Pro, hingga Phone 18 Pro Max di pasaran.
Khusus, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max harganya naik 100 dolar AS atau Rp 1,7 juta lebih mahal dibandingkan seri pendahulunya yang diluncurkan pada 9 September 2026.
Baca juga:
iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Cek Spesifikasi hingga Harganya
Samsung Sudah Rugi Rp 9 Triliun Akibat Krisis Momori Cip
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, kenaikan harga memori kali ini tercatat melonjak tajam hingga tiga kali lipat.
Kondisi anomali industri ini menempatkan komponen memori sebagai komponen paling mahal dalam pembuatan sebuah ponsel pintar, melampaui biaya pengadaan unit prosesor (chipset) utama.
Baca juga:
Divisi perangkat seluler Samsung dilaporkan mencatat kerugian operasional sekitar 700 miliar won (Rp 9 triliun) pada kuartal II
Biaya memori untuk ponsel pada paruh pertama 2026 meningkat sekitar 211 persen dibandingkan tahun sebelumnya,
tulis laporan keuangan perusahaan dikutip Gizmochina
Kini, produsen smartphone terbesar di dunia itu masih berada di persimpangan jalan antara menyerap kerugian biaya komponen atau membebankannya langsung kepada konsumen. (*)