TAK terasa salah satu brand fashion ternama tanah air, Shafira, telah menorehkan jejak karya di jagat fashion tanah air selama 30 tahun. Shafira telah menebar banyak inspirasi ke berbagai penjuru dunia.
Bersaing di industri fashion tanah air selama 30 tahun tentu bukan hal yang mudah. Begitupula yang dirasakan oleh Feny Mustafa. Ia terus melakukan invovasi yang brilian demi mempertahankan eksistensi.
"Meski usia saya tua, tapi Shafira tak pernah tua, karena kita bergerak dibidang fashion ya harus selalu ada sesuatu yang kekinian," tutur Feny Mustafa saat ditemui merahputih.com di konfrensi pers 30 Years Journey of SHAFIRA, di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (18/1).
Feny juga menambahkan sebuah brand yang sangat besar tentu tak luput dari para profesional yang handal dibidangnya. Seperti desainer, markom, akuntan dan pekerja yang terlibat di dalamnya.
Terkait persaingan di industri fashion yang begitu ketat. Bagi Feny brand fashion sejenis lainnya bukanlah sebuah kompetitor. Karena setiap orang punya rezeki yang telah diatur oleh Sang Khalik. Baginya produk yang sesuai dengan keinginan konsumenlah yang akan dipilih nantinya.
Shafira sendiri lebih dari sekedar sebuah bisnis. Brand yang dibangun oleh Feny sejak tahun 1989 ini merupakan mimpi dan gagasan yang dicurahkannya sebagai kontribusi untuk muslimah Indonesia. Juga mempercantik lewat busana yang mewah, indah serta anggun.
Untung menandai 30 tahun perjalanannya, Shafira mengusung tema World Wanderer. Ini sebagai penggambaran eksistensi Shafira melanglangbuana di industri fashion muslim.
1. World Wanderer Terinspirasi dari 5 Benua
Dengan tema itu menggenapkan perjalanan dengan inspirasi dari masjid-masjid indah di 5 benua yaitu Asia (Masjid Baiturahman, Aceh), Australia (Adelaide Mosque), Amerika(Washington DC), hingga Afrika (Hassan Mosque). Arsitektur masjid-masjid indah tersebut dituangkan dalam karya fashion.
Karya fashion tersebut tentunya dipersembahkan untuk seluruh pengguna busana muslim. Para perempuan yang tampil dengan nuansa berkelas dan beda dari busana lainnya. Adapun inspirasi budaya dari masjid tersebut dibangun seperti, Aceh dengan suku Gayo, Jerman dengan Modern Arsitektur, Maroko dengan Motif Mozaik, Washington DC dengan pusat pemerintahan formal, dan Australia dengan Suku Aborigin.
2. Akan Hadir di Indonesia Fashion Week 2019
Rangkaian selebrasi 30 tahun perjalanan Shafira tak sampai disitu. Karena koleksi terbarunya itu pada bulan Maret mendatang akan tampil pada Indonesia Fashion Week. Rencananya Shafira akan menampilkan sekitar 50-60 desain yang terbagi dalam 5 segmen, yaitu Eropa, Amerika, Afrika, Asia dan Australia.
3. Mengapresiasi Desainer Berbakat
Menandai 30 tahun perjalanan di industri fashion tanah air, Shafira juga akan mengapresiasi desainer-desainer berbakat. Caranya ialah Shafira menggelar Shafco (Shafira Corporation) Modest Project yang merupakan kompetisi fashion desain untuk para desainer millenial Indonesia yang akan digelar pada 23 Januari mendatang.
Shafira merencanakan menyekolahkan atau memberikan beasiswa pada Rahmat Hidayat, penyandang disabilitas. Rahmat memiliki bakat dalam bidang desain. Rahmat mendapat bantuan sebesar Rp50 juta untuk sekolah desain atau lebih mendalami kemampuannya dibidang desain (ryn)
Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Jajaran Sepatu Termahal Di Dunia, Hati-Hati Baca Nomor 5