MerahPutih Megapolitan - Peristiwa tewasnya Ita Purnamasari (24) seorang warga Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis yang terlindas kereta api di kawasan Kemiri Muka, Beji, Depok pada Rabu (25/3) hingga kini masih menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak publik.
Betapa tidak, wanita muda tersebut tewas tertabrak kereta pada Rabu pagi, pukul 08.20 wib. Kabar santer yang beredar Ita Purnamasari dirasuki setan budeg atau setan tuli. Sebab saat melintasi rel kereta api ia sama sekali tidak mendengar teriakan yang disampaikan warga sekitar. (Baca: Ita Purnamasari Tewas Saat Ingin Kunjungi Kakaknya)
Sarifuddin (50) seorang penjaga lintasan KRL di kawasan Kemiri Muka, Beji, Depok mengatakan dirinya mengetahui persis kejadian tewasnya Ita Purnamasari saat disambar kereta api.
Ia ingat saat itu, bersama dengan warga setempat sudah berteriak dan mengingatkan kepada Ita agar jangan menyeberang terlebih dahulu, sebab kereta jurusan Bogor-Jakarta sedang melintas.
"Kalau kata orang tua dulu ada setan budeg atau setan keder," kata Sarifuddin saat ditemui merahputih.com, Sabtu (28/3). (Baca: Ita Purnamasari Tewas Terlindas KRL)
Sarifuddin sendiri mengaku, sebagai warga setempat istilah setan budeg atau setan keder sudah ada sejak lama. Setan budeg tersebut biasa beraktivitas di kawasan perlintasan kereta api dan kerap memakan korban.
Korban sendiri sudah diingatkan berkali-kali oleh warga namun tetap tidak mendengar. Korban tetap melangkah atau menjalankan kendaraannya meski klakson lokomotif sudah dinyalakan dengan keras.
"Karena enggak denger ya makanya dia ditabrak kereta," tandas Sarifuddin.
Seperti diberitakan merahputih.com sebelumnya, Ita Purnamasari tewas terlindas di perlintasan KRL di kawasan Kemiri Muka, Beji, Depok pada Rabu (25/3) saat hendak menyeberang untuk berangkat kerja.
"Korban tewas merupakan warga Kelapa Dua RT 07/11 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok," ujar Kanit Reskrim Polsek Beji AKP Syah Johan, kepada merahputih.com. dilokasi kejadian. (bhd)