MerahPutih.com - Pembangunan Kilang Tuban oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional yakni Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PT PRPP), tengah dikebut setelah Jokowi memerintahkan dalam 3 tahun bisa dirampungkan.
Namun, permasalahan sosial ekonomi warga mencuat. Warga yang dulunya mayoritas petani dan lahannya sudah dibeli oleh Pertamina, meminta janji Pertamina untuk segera memperkerjakan mereka atau salah satu anggota keluarnya.
Baca Juga:
Usai Lahan Dibeli Pertamina, Ratusan Warga Desa di Tuban Beli Mobil
Janji dipekerjakan di proyek belum terealisasi ini membuat warga dari Desa Wadung , Mentoso, Rawasan, Sumurgeneng, Beji dan Kaliuntu, berunjuk rasa di ring perusahaan Pertamina dan Rosneft asal Rusia pada Senin (24/1).
Uang puluhan juta sampai miliaran yang diterima masyarakat hasil penjualan tanah dan lahan dan bangunan, sudah mulai berkurang dan kondisinya mulai memprihatinkan. Terutama para orang tua yang biasa bekerja sebagai petani.
Beberapa warga mulai menyesal menjual tanahnya. Karena pendapatanya dari pertanian yang dulu mencapai jutaan hilang sedangkan pekerjaan yang dijanjikan belum teralisasi.
Kepala Desa Wadung Sasmito menyatakan, janji memperkejakan warga diungkapkan kala proses pembebasan lahan. Namun, pegawai Pertamina tak bisa berkomunikasi dengan baik ketika bertemu dengan warga sekitar.
Sasmito menegaskan, upaya pejabat Kecamatan Jenu yang menjembatani keperluan warga terkait janjir tersebut tak direspons dengan baik oleh pegawai Pertamina.
"Program kilang minyak jangan dirusak oleh komunikasi yang buruk. Selama ini, kades menjadi bemper kilang karena terkesan diadu domba ketika ada lowongan pekerjaan," tegasnya.
Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), Kadek Ambara Jaya mengatakan, pihak perusahaan berkomitmen tinggi untuk proaktif melibatkan tenaga lokal dalam proses pembangunan Kilang GRR Tuban.
Hingga Land Clearing Tahap ke-3 yang diselesaikan pada 2021 lalu, kilang GRR Tuban telah melibatkan lebih dari 300 pekerja di mana 98 persen di antaranya adalah warga lokal sekitar proyek.
"Pelaksanaan pekerjaan land clearing tahap ke-1 hingga ke-3 sendiri telah melibatkan lebih dari 600 warga sekitar proyek," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Selasa
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, investasi pembangunan dan upgrading kilang minyak di sejumlah daerah di Tanah Air bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.
"Dengan adanya kilang kita ingin investasi itu membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, dan sekaligus tentu saja akan meningkatkan ekonomi daerah," kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan saat singgah di sebuah rumah makan di Tuban, Jumat (1/2/2019). (*)
Baca Juga:
Presiden Jokowi Targetkan Kilang TPPI Tuban Rampung 3 Tahun