MESKI jarang disadari, ternyata sebagian besar manusia sensitif terhadap laktosa. Menurut National Institutes of Health, para ahli memperkirakan sekitar 68 persen populasi dunia mengalami malaabsorpsi laktosa. Hal itu juga rupanya terjadi pada aktris dan penyanyi ternama Indonesia Maudy Ayunda.
“Tadinya aku enggak tahu konsep lacotse sensitive atau lactose intolerant. Mungkin aku baru tahu setelah beranjak dewasa gitu, baru berasa. Terus lama-lama aku kayak ngerasain sendiri ketika minum susu sapi atau apa, kok kayaknya enggak enak. Entah kembung atau apa. Di situ aku baru tahu aku sensitif terhadap laktosa,” papar Maudy saat dijumpai dalam acara OATSIDE Mini Fest yang berlangsung Rabu (24/5) di Chillax, Sudirman, Jakarta.
BACA JUGA:
Alasan Maudy Ayunda Jadi Jubir Pemerintah untuk Presidensi G20
Kondisi itulah yang membuat Maudy beralih dari mengonsumsi produk susu hewani ke produk susu nabati (plant-based milk). Salah satu produk susu nabati yang paling disukai Maudy yakni oat milk atau produk susu berbahan dasar gandum.
Maudy bercerita, setelah mengetahui bahwa ia sensitif terhadap laktosa, ia mulai sering membawa produk susu nabati kala bepergian, terutama karena minatnya untuk mengonsumsi kopi dan menghabiskan waktu di kafe.
“Aku tuh suka banget cafe culture, jadi aku tuh suka banget duduk di kafe untuk kerja atau meeting. Aku merasa energinya itu cocok banget buat aku. Namun, kadang-kadang beberapa kafe enggak nyediain opsi plant-based milk. Makanya aku suka bawa sendiri,” jelas Maudy.
Uniknya, kecintaan Maudy pada oat milk dan kafe malah membawanya menjadi brand ambassador dari Oatside, perusaahan produk oat milk asal Singapura yang sudah melebarkan sayap ke banyak wilayah di Asia.
BACA JUGA:
Maudy Ayunda Sosok Inspiratif Anak Muda Negeri Aing Meraih Impian Tertinggi
“Karena sering di kafe itulah yang mempertemukan aku dengan Oatside. Aku suka produknya dan aku akhirnya coba untuk connect dan reach out dengan founder-nya di LinkedIn. Awalnya sebatas karena ingin punya pertemanan. Tapi ternyata obrolannya berkembang dan akhirnya ada lah ajakan untuk berkolaborasi, jadilah begini,” ungkap istri dari Jesse Choi ini.
Meski namanya sudah besar dan dikenal di banyak negara di Asia, Oatside rupanya merupakan usaha yang cukup baru menetas. Bisnis ini lahir di masa pandemi, kala sang founder sekaligus CEO bosan dan mulai bereksperimen membuat susu gandum di rumahnya.
“Awalnya ya karena kebosanan saat pandemi, saya mulai mencoba untuk membuat oat milk di rumah. Ketika dicoba untuk dinikmati keluarga dan orang terdekat, rupanya mereka menyukai produk susu gandum ini,” ungkap founder sekaligus CEO Oatside Benedict Lim saat dijumpai Merahputih.com dalam kesempatan yang sama.
“Saat itulah saya mantap untuk membawa produk ini menjadi bisnis dalam skala yang lebih besar. Produksinya kami lakukan di Bandung dan awalnya kami produksi untuk memasok ke kafe-kafe saja,” sambung pria yang akrab dipanggil Ben itu.
Namun, karena permintaan yang bertambah banyak, produk Oatside akhirnya hadir juga untuk konsumsi publik dan mulai dijual di pusat-pusat perbelanjaan. Oatside pun berkembang hingga ke mancanegara.
Kala ditanyai soal bagaimana kunci bisnis agar berjaya, Benedict menjawab ada satu hal terpenting dalam memulai bisnis. “Hal yang paling penting ialah berani untuk mengambil risiko, karena tanpa keberanian bisnis tak akan mungkin untuk dimulai apalagi untuk berkembang,” tutupnya.(dsh)
BACA JUGA: