Selisik Misi Perdamaian Dunia Pasukan TNI Kontingen Garuda

Andrew FrancoisAndrew Francois - Sabtu, 26 Maret 2022
Selisik Misi Perdamaian Dunia Pasukan TNI Kontingen Garuda

TNI Kontingen Garuda untuk misi perdamaian PBB. (Foto: Mabes TNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NAMANYA Hardius Usman. Lelaki asal Bengkulu berpangkat Kopral Satu (Koptu) tersebut sepintas lalu tak ubahnya seperti prajurit TNI AD pada umumnya. Namun, begitu berkomunikasi dengan lawan bicara tentara mancanegara, Koptu Hardius lincah berpindah dari bahasa Perancis, Inggris, Jerman, Spanyol, Portugal, Belanda, dan Italia.

Prajurit bermarkas di Kodim 0103 Bireun, Kodam Iskandar Muda, tersebut merupakan seorang poliglot atau kemampuan menggunakan pelbagai bahasa. Berkat kecakapannya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ingin memfasilitasinya melanjutkan sekolah agar menjadi Bintara.

Koptu Hardius merupakan satu di antara para prajurit nan tergabung dalam Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL nan menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Tentu bukan kali pertama TNI mengirim Satgas Konga dalam rangka menjalankan misi perdamaian PBB. Negara Republik Indonesia dalam Undang-Undang Dasar 1945 wajib ikut serta dalam upaya menjaga ketertiban dunia. Indonesia mengimplementasikannya melalui berbagai operasi pemeliharaan perdamaian dalam misi perdamaian PBB bersama negara-negara lainnya.

Sejak awal dibentuk pada 1948, PBB telah menyelesaikan sebanyak 55 misi perdamaian dunia dengan mengerahkan lebih dari 90 ribu personel tentara perdamaian dari negara-negara anggota PBB. Adapun Indonesia mulai aktif bergabung dalam PBB sejak 1957 turut aktif dalam misi-misi perdamaian tersebut melalui Kontingen Garuda.

Jejak kaki perdamaian Kontingen Garuda telah membekas di berbagai negara seperti Kongo (1961-1963), Vietnam (1973-1975), Irak (1989), Namibia (1989), Kuwait (1992), Reblaka (1993), Mozambik (1994), Filipina (1999), Tajikistan (1998), Sierra Leone (1999), Nepal (2007), dan Darfur (2007).

Baca juga:

Satgas Kontingen Garuda Bantu Evakuasi Korban Ledakan di Beirut

Penganugerahan medali PBB kepada prajurit Kontingen Garuda UNIFIL 2017. (Foto: Mabes TNI)

Saat ini Indonesia mengerahkan sekitar 1.800 personel TNI untuk menjalankan misi perdamaian PBB nan tersebar pada enam misi, antara lain Haiti, Kongo, Sudan, Lebanon, Liberia, dan Sudan Selatan. Secara keseluruhan Indonesia telah menyumbangkan sekitar puluhan ribu personil dalam 15 misi perdamaian PBB.

TNI membentuk Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) pada 2007 silam sebagai lembaga khusus untuk menyiapkan calon Pasukan Perdamaian Indoneia atau Kontingen Garuda. PMPP tersebut berada di Kawasan Indonesia Peace and Security Centre (IPSC) Sentul, Bogor.

Melalui lembaga khusus tersebut prajurit-prajurit TNI disiapkan untuk menjalankan misi perdamaian di negara-negara lain nan memiliki budaya, bahasa, dan lingkungan berbeda. Prajurit juga disiapkan untuk mengalahkan lawan memiliki doktrin, strategi, taktik, dan kekuatan tersendiri.

Baca juga:

Indonesia Persiapkan Pasukan Garuda untuk Dikirim ke Kongo

Kontingen Garuda aktif dalam berbagai misi perdamaian PBB. (Foto: Mabes TNI)

Secara dasar fungsi PMPP, menyusun, merencanakan, menyiapkan, dan mengevaluasi implementasi dan pelaksanaan misi pemeliharaan perdamaian, melaksanakan kegiatan latihan dan memelihara kemampuan personel TNI yang akan melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian, serta merencanakan dan menyusun rencana kebutuhan operasi, administrasi, dan logistik untuk satuan nan akan diberangkatkan dalam misi pemeliharaan perdamaian.

Namun selain bertujuan untuk memelihara perdamaian dunia, Indonesia melalui Kontingen Garuda juga memiliki tujuan mempromosikan alutsista produksi dalam negeri dengan menggunakannya dalam misi-misi perdamaian dunia di berbagai negara, misalnya saat Kontingen Garuda membawa panser Anoa produksi PT. Pindad ke Lebanon.

Kualitas produk alutsista buatan Indonesia dalam misi-misi perdamaian PBB merupakan langkah promosi efektif. Industri pertahanan Indonesia telah mampu memproduksi berbagai alutsista. Namun produksi dalam kuantitas besar untuk menekan biaya produksi masih menjadi kendala sehingga dibutuhkan pemasaran dan promosi.

TNI telah membuktikan tak pernah absen dalam berbagai misi perdamaian PBB. Namun, Indonesia berharap kontribusinya dapat ditingkatkan lebih besar lagi. Sebab, bila dibandingkan dengan berbagai negara lainnya jumlah personel TNI untuk misi perdamaian PBB relatif kecil.

Baca juga:

Indonesia Segera Kirim Polisi Perdamaian PBB Ke Afrika Tengah

Latihan teknis PMPP. (Foto: Mabes TNI)

Jumlah personel TNI dikirim sebanyak 1.843 orang (2014), membuat Indonesia menempati negara ke-17 dalam daftar negara pengirim tentara untuk misi perdamaian PBB. Adapun negara-negara di urutan lima teratas antara lain Bangladesh, India, Pakistan, Ethiopia, Rwanda.

Hal itu menjadi tantangan bagi Indonesia mengingat jumlah personel TNI tentu lebih banyak ketimbang negara-negara tersebut. Selain itu tantangan lainnya berkait kesiapan TNI dalam menerima mandat PBB untuk ditempatkan di posisi-posisi lebih strategis pada misi-misi perdamaian dunia. (waf)

#Maret +62 Bicara Damai Ajalah #Teknologi #TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Warna Baru dan Baterai 5.700 mAh
Samsung Galaxy S27 Ultra kini mulai mengungkap bocoran warnanya. HP itu juga membawa baterai 5.700 mAh.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Warna Baru dan Baterai 5.700 mAh
Indonesia
Alasan TNI AD Tambah Kodam di 6 Provinsi
Keberadaan kodam-kodam baru ini juga diharapkan dapat lebih mempermudah TNI AD mengirim bantuan kepada warga jika terjadi bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Alasan TNI AD Tambah Kodam di 6 Provinsi
Tekno
Vivo Y600k Turbo Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 9.020 mAh dan Harga Rp 7,4 Juta
Vivo Y600k Turbo resmi meluncur dengan baterai jumbo 9.020 mAh. HP ini dibanderol seharga Rp 7,4 juta.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Vivo Y600k Turbo Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 9.020 mAh dan Harga Rp 7,4 Juta
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Presiden Prabowo Subianto melakukan pemeriksaan pasukan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Didik Setiawan - Senin, 05 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Tekno
Xiaomi 18 Ultra Kabarnya Batal Meluncur, ini Alasan dan Bocoran Spesifikasinya
Xiaomi 18 kabarnya batal meluncur. Penyebabnya kemungkinan karena harganya yang terlalu mahal.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Xiaomi 18 Ultra Kabarnya Batal Meluncur, ini Alasan dan Bocoran Spesifikasinya
Indonesia
TNI Kenakan Pakaian Dinas Upacara Baru, Dipenhi Unsur Budaya Indonesia
Model PDU ini memiliki unsur yang kental dengan kebudayaan karena berbentuk beskap atau seperti pakaian adat pria dengan kerah menutupi sampai leher.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
TNI Kenakan Pakaian Dinas Upacara Baru, Dipenhi Unsur Budaya Indonesia
Tekno
Honor Magic 9 Meluncur Global Januari 2027, Siap Tantang Samsung Galaxy S27
Honor Magic 9 dijadwalkan meluncur global Januari 2027. HP ini akan menjadi pesaing Samsung Galaxy S27.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Honor Magic 9 Meluncur Global Januari 2027, Siap Tantang Samsung Galaxy S27
Indonesia
HUT ke-81 TNI, Prabowo Bicara Ancaman Nonfisik: dari Serangan Siber hingga Kekayaan Indonesia yang Dicuri
Presiden Prabowo Subianto menyoroti berbagai ancaman terhadap Indonesia, termasuk penyelundupan kekayaan nasional, dalam amanat HUT ke-81 TNI.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
HUT ke-81 TNI, Prabowo Bicara Ancaman Nonfisik: dari Serangan Siber hingga Kekayaan Indonesia yang Dicuri
Indonesia
Pesan Tegas Prabowo untuk Prajurit TNI: “Jiwa dan Ragamu Milik Rakyat Indonesia”
Presiden Prabowo mengingatkan TNI berdiri dari rakyat dan meminta prajurit selalu hadir untuk melindungi serta mendengarkan kesulitan rakyat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Pesan Tegas Prabowo untuk Prajurit TNI: “Jiwa dan Ragamu Milik Rakyat Indonesia”
Indonesia
HUT Ke-81 TNI: Prabowo Minta Utamakan Prestasi, Bukan Sekadar Senioritas
Presiden Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem berbasis prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi dan penguasaan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
HUT Ke-81 TNI: Prabowo Minta Utamakan Prestasi, Bukan Sekadar Senioritas
Bagikan