Selamat Hari Alam Liar Sedunia!

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Selasa, 03 Maret 2015
Selamat Hari Alam Liar Sedunia!

Foto: wildlifeday.org

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Event – Hari ini (3/3) bertepatan dengan Hari Alam Liar Sedunia. Hari Alam Liar Sedunia ini sengaja ditentukan oleh pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperingati warga dunia perihal pentingnya alam liar bagi kelangsungan ekosistem di bumi.

Pada tanggal 20 Desember 2013, PBB memutuskan bahwa setiap tanggal 3 Maret merupakan Hari Alam Liar sedunia. Perayaan ini ditujukan untuk merayakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan flora dan fauna di alam liar. Hari Alam Liar ini diadopsi dari CITES. (Baca: 'Budi' Orangutan Gizi Buruk Mendapat Perhatian Dunia)

CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) adalah sebuah lembaga dunia yang bergerak dalam bidang flora dan fauna pada tahun 1973. Lembaga ini juga berperan dalam memastikan perdagangan dunia agar tidak mengancam kelangsungan ekosistem bumi.

Hari Alam Liar Sedunia adalah sebuah kesempatan untuk merayakan betapa indah dan bervariasinya flora dan fauna yang ada di muka bumi ini. Kita juga mesti menyadari betapa ekosistem karya Tuhan ini memberikan begitu banyak manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Pada saat yang bersamaan, perayaan ini mengingatkan kita pentingnya menentang kriminalisasi pada alam liar seperti penebangan ilegal dan perburuan hewan liar. (Baca: Gorila Terancam Punah Karena Virus Ebola)

Alam liar berkontribusi bagi kelangsungan ekologi, genetik, sosial, ekonomi, sains, pendidikan, kultural, dan bahkan rekreasi. Seperti dilansir situs resmi PBB, untuk banyak alasan inilah PBB akhirnya memutuskan untuk menetapkan tanggal 3 Maret sebagai Hari Alam Liar Sedunia.

#Hari Alam Liar Sedunia #Kelestarian Ekosistem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Ikan sapu-sapu ternyata berbahaya jika dilepas ke alam liar. Simak dampak, cara penanganan, dan ancaman hukumnya di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Indonesia
Pemprov DKI Gencar Basmi Ikan Sapu-sapu, 68 Ribu Ekor Berhasil Ditangkap
Pemprov DKI Jakarta menangkap 68 ribu ekor ikan sapu-sapu di lima wilayah. Operasi tersebut digelar sejak Jumat (17/4) lalu.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Pemprov DKI Gencar Basmi Ikan Sapu-sapu, 68 Ribu Ekor Berhasil Ditangkap
Indonesia
Tips Ampuh Bantai Lonjakan Populasi Ikan Sapu-Sapu
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif berbahaya karena sifatnya yang omnivora
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Tips Ampuh Bantai Lonjakan Populasi Ikan Sapu-Sapu
Indonesia
Pemprov DKI Serius Basmi Ikan Sapu-Sapu, Pramono: Jadi Ancaman Ekosistem
Pemprov DKI Jakarta serius tangani ikan sapu-sapu yang merusak ekosistem dan tanggul sungai. Pramono Anung siapkan langkah konkret.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
Pemprov DKI Serius Basmi Ikan Sapu-Sapu, Pramono: Jadi Ancaman Ekosistem
Dunia
Tanda Bahaya, Populasi Gajah di Benua Afrika Susut 70 Persen
Populasi gajah Afrika mengalami penurunan rata-rata sebesar 90 persen dan populasi gajah sabana turun sebesar 70 persen.
Wisnu Cipto - Jumat, 15 November 2024
Tanda Bahaya, Populasi Gajah di Benua Afrika Susut 70 Persen
Fun
Paradoks Krill, Ketika Mutualisme Unik Paus dan Krill Menjaga Keseimbangan Ekosistem Laut
Hubungan ini dikenal dengan sebutan paradoks krill.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 10 September 2023
Paradoks Krill, Ketika Mutualisme Unik Paus dan Krill Menjaga Keseimbangan Ekosistem Laut
Bagikan