MerahPutih.Com - Kebakaran hutan yang melanda wilayah Aceh ternyata cukup parah. Tercatat sekitar 222 hektare lahan yang hangus terbakar. Dan yang paling parah terjadi di wilayah Aceh Barat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Yusmadi menyatakan 222 hektar yang terbakar itu dihitung selama bulan Juli 2017.
"Total seluruh lahan terbakar dengan lokasi di Aceh Barat adalah 222,5 hektare, selama periode Juli 2017," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Yusmadi di Banda Aceh, Rabu (2/8).
Selain hutan, kebakaran juga terjadi di lahan gambut dan kawasan hutan lindung di pesisir Pantai Barat, Aceh.
Tercatat yakni Kecamatan Johan Palawan dengan lahan terbakar seluas 98,5 hektare, dan Kecamatan Meureubo dengan luas lahan yang terbakar 51 hektare.
Lalu Kecamatan Kaway Enam Belas luas lahan terbakar sekitar 21 hektare, Kecamatan Woyla Barat sekitar 16 hektare, dan Kecamatan Bubon mencapai 15 hektare.
Di Kecamatan Sama Tiga lahan yang terbakar sepuluh hektare, di Kecamatan Arongan Lambalek seluas enam hektare, dan Kecamatan Woyla tercatat empat hektare.
"Terakhir dari data kami, di Kecamatan Sungai dengan jumlah lahan yang terbakar mencapai satu hekatare," katanya.
Masifnya kebakaran hutan, membuat kewalahan petugas setempat. Bantuan pun datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah menggerahkan dua helikopter pengebom air menanggulangi kebakaran di lahan gambut.
"Kami bersyukur kepada Allah. Upaya pemadaman titik api telah dibantu dengan turun hujan, selain dua heli bom air milik BNPB," tegas Yusmadi.
Kasubdit Kesehatan dan Air Bersih BNPB, Jarwansyah pekan lalu mengatakan, helikopter Bell tiba bersama lima orang tenaga pesawat, guna mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
"Berapa lokasi, sudah dilakukan penyiraman. Bergerak itu helikopter MI 17 kapasitas empat ton, tapi kalau Bell ini dengan kapasitas satu ton belum," katanya.
"Hasil pemantaun pilot heli Bell, ternyata masih banyak ditemukan titik api di Aceh Barat," tegas Jarwansyah.(*)
Sumber: ANTARA