Wisata Indonesia

Selain Penutupan Taman Nasional, Solusi Ini Cukup Efektif Tingkatkan Populasi Komodo

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 24 Januari 2019
Selain Penutupan Taman Nasional, Solusi Ini Cukup Efektif Tingkatkan Populasi Komodo

Rumah penetasan komodo solusi lain selain penutupan. (Foto: Pixabay/skeeze)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENELITI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menawarkan solusi lain dibandingkan hanya menutup kawasan Taman Nasional Komodo dari kegiatan wisata. Sebelumnya, wacana penutupan tersebut disampaikan Gubernur NTT Victor Laiskodat karena alasan perbaikan ekosistem.

Peneliti zoologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI Evy Arida mengatakan fasilitas rumah penetasan akan lebih efektif untuk membantu meningkatkan populasi komodo selain menutup Taman Nasional Komodo (TNK) selama setahun.

"(Kalau untuk) menaikkan populasi (komodo) secara langsung dalam kurun waktu satu tahun sepertinya tidak mungkin. Kecuali memang sudah ada telur-telur biawak komodo (Varanus komodoensis) yang siap ditetaskan," kata Evy dihubungi di Jakarta, seperti dilansir Antara.

1. Komodo bisa dilepaskan ketika masa rentan sudah lewat

Taman Nasional Komodo. (Foto: Pixabay/opickamikom)
Taman Nasional Komodo. (Foto: Pixabay/opickamikom)

Selain menutup taman nasional yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut selama setahun perlu juga dilakukan penetasan telur dan dipelihara selama setahun di rumah penetasan.

"Ketika ukuran anak-anak komodo sudah melewati masa rentan predasi oleh jantan dewasa spesies biawak besar ini, baru dilepaskan ke habitatnya," kata Evy.

Adanya rumah penetasan ini bertujuan untuk memaksimalkan presentase penetasan telur dan melindungi anak komodo yang baru menetas dari predator atau aksi kanibalisme seperti di kebun binatang.

2. Hanya 25 persen telur komodo berhasil menetas

Rumah penetasan komodo efektif perbanyak populasi. (Foto: Pixabay/5477687)
Rumah penetasan komodo efektif perbanyak populasi. (Foto: Pixabay/5477687)

Perlu klarifikasi apakah niat melakukan penutupan taman nasional selama satu tahun itu harapannya memang menambah individu biawak komodo atau memaksimalkan periode kawin saja.

"Kalau untuk menambah individu, barang kali maksudnya untuk melindungi telur yang sudah ditaruh di sarang burung megapoda dari keusilan turis," kata Evy.

Reproduksi biawak komodo, menurut Evy, relatif lambat. Musim kawin sekitar lima bulan dan betina bertelur sekitar 20 butir saja. "Delapan bulan baru menetas telurnya dan ada kemungkinan hanya 25 persen saja yang berhasil menetas," lanjut Evy.

Bahaya kanibalisme hewan jantan cukup tinggi. Komodo sudah menjadi dewasa di usia delapan tahun dan dapat hidup hingga lebih dari 25 tahun. (zul)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Lima Jalan Pesisir Laut Paling Indah di Eropa, Surga Para Pejalan Kaki

#Pulau Komodo #LIPI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api
Kebakaran hutan dan lahan di Labuan Bajo, NTT, hanguskan 25 hektare. BNPB sebut cuaca kering dan angin kencang jadi faktor. Api kini mulai terkendali.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
 Cuaca Kering Picu Kebakaran Hebat Labuan Bajo, 25 Hektar Habis Dilahap Api
Indonesia
Tragedi Kapal Turis Pulau Komodo Tenggelam di Lautan Gelap: 45 Korban Terapung Semua Selamat
Kapal wisata dari Gili Trawangan menuju Pulau Komodo tenggelam di perairan Bima. SAR Mataram evakuasi 45 penumpang dan awak dalam kondisi selamat.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Tragedi Kapal Turis Pulau Komodo Tenggelam di Lautan Gelap: 45 Korban Terapung Semua Selamat
Indonesia
Batasi 1.000 Wisatawan Sehari, Taman Nasional Komodo: Banyak Wisata Lain di Flores
Balai Taman Nasional (BTN) Komodo mengimbau wisatawan untuk tidak hanya fokus ke kawasan Taman Nasional Komodo, yang kini menerapkan kuota kunjungan harian sebanyak 1.000 orang
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Batasi 1.000 Wisatawan Sehari, Taman Nasional Komodo: Banyak Wisata Lain di Flores
Bagikan