MerahPutih.com - Lagu Buruh Tani menjadi salah satu nyanyian yang kerap menggema dalam berbagai aksi demonstrasi di Indonesia. Lagu ini tidak hanya dikenal sebagai pengiring aksi, tetapi juga sebagai simbol perlawanan dan solidaritas.
Lagu tersebut pertama kali diciptakan oleh Safi’i Kemamang pada era 1990-an dengan judul awal Pembebasan. Seiring waktu, lagu ini mengalami perkembangan dan mendapatkan popularitas yang lebih luas.
Pada 1996, grup musik Marjinal membawakan kembali lagu ini dengan aransemen yang berbeda. Versi inilah yang kemudian lebih dikenal oleh masyarakat hingga saat ini.
Di lingkungan kampus, lagu Buruh Tani memiliki tempat tersendiri. Lagu ini kerap menjadi bagian penting dalam kegiatan mahasiswa, bahkan sering diwajibkan untuk dihafal oleh mahasiswa baru.
Hal tersebut tidak terlepas dari peran lagu ini dalam berbagai aksi demonstrasi. Lagu Buruh Tani sering dinyanyikan sebagai bentuk penyampaian aspirasi, sekaligus memperkuat solidaritas di antara peserta aksi.
Secara lirik, lagu ini merepresentasikan semangat mahasiswa untuk bersatu dan berperan bagi bangsa.
Baca juga:
Prabowo Joget Bareng Buruh di Monas, Lagu Tipe-X Iringi Suasana May Day 2026
Hadiri May Day 2026 di Monas, Prabowo Sebut Dirinya Jadi Presiden Berkat Dukungan Buruh
Lirik Buruh Tani (Pembebasan)
buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
bersatu padu rebut demokrasi
gegap gempita dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia
hari hari esok adalah milik kita
terciptanya masyarakat sejahtera
terbentuknya tatanan masyarakat
indonesia baru tanpa orba
marilah kawan mari kita kabarkan
di tangan kita tergenggam arah bangsa
marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan
di bawah kuasa tirani
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku satu langkah pasti
berjuta kali turun aksi
bagiku satu langkah pasti
bagiku satu langkah pasti
(Far)