SEJARAH HARI INI: Gelora Rapat Raksasa Ikada

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Selasa, 19 September 2017
SEJARAH HARI INI: Gelora Rapat Raksasa Ikada

Poster Rapat Raksasa di Lapangan Ikada, 18 September 1945 (KITLV)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJARAH HARI INI, 72 tahun silam, sekira 200 ribu rakyat Indonesia dari penjuru tanah air membanjiri lapangan Ikada untuk bersama-sama mengikuti Rapat Raksasa di lapangan Ikada bertujuan membulatkan tekad mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rapat akbar di lapangan Ikada (Monas, kini) bermula ketika para pemuda-pemuda revolusioner Menteng 31, menurut Sidik Kertapati, pada Seputar Proklamasi 17 Agustus 1945, melihat gejala kedatangan pasukan Sekutu untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

Tujuh tentara Sekutu menggunakan parasut telah mendarat di lapangan Kemayoran pada 8 September 1945, mendapat instruksi langsung pemimpin Sekutu di Asia Tenggara, Lord Louis Mountbatten, untuk membuat laporan situasi Indonesia. Seminggu berselang, kapal perang Sekutu telah bersandar di pelabuhan Tanjung Priok, mengangkut salah satu tokoh penting mantan Gubernur Jawa Timur, CH van der Plas.

Pemuda Menteng 31, kemudian bergerak cepat mengadakan pertemuan membahas kedatangan Sekutu. Mereka antara lain, Wikana, Chaerul Saleh, Njono, AM Hanafie, Pandu Kartawiguna, Maruto Nitimiharjo, DN Aidit, Sidik Kertapati, Darwis, Kusnandar, Djohar Nur, Kusnaeni, Jahja Liman, Suko, Gandiman, dan lain-lain, bersepakat mengadakan pertemuan kabar di lapangan Ikada untuk menguatkan semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pamflet rapat raksasa di lapangan Ikada pun disebar. Pada 19 September 1945, lapangan Ikada penuh lautan rakyat. Bung Karno hadir memberikan pidato singkat tak sampai lima menit meminta rakyat tetap tenang dan percaya bahwa pemerintah akan tetap mempertahankan kemerdekaan. (*)

#Rapat Raksasa Ikada #Sejarah Indonesia #Soekarno
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bagaimana Hari Lahir Pancasila Jadi Hari Libur dan Diperingati, Begini Sejarahnya
Melalui putusan Keputusan Presiden RI nomor 24 Tahun 2016. 1 Juni jadi hari libur nasional, untuk mengingat kontribusi pendiri bangsa membentuk dasar negara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Bagaimana Hari Lahir Pancasila Jadi Hari Libur dan Diperingati, Begini Sejarahnya
Indonesia
Hantavirus Menyebar, Penumpang dari AS Bakal Diawasi Kekarantinaan Kesehatan Soetta
Di Bandara Soetta memiliki jalur khusus evaluasi untuk penyakit menular. Nantinya jika terdapat penyakit menular yang teridentifikasi pihaknya akan melakukan penanganan lebih lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
Hantavirus Menyebar, Penumpang dari AS Bakal Diawasi Kekarantinaan Kesehatan Soetta
Indonesia
Jenazah Istri ke-7 Presiden ke-1 RI Soekarno Akan Dipulangkan ke Indonesia
Yurike menikah dengan Soekarno pada 6 Agustus 1964. Sebelum dipinang Sukarno, Yurike tercatat sebagai anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 September 2025
Jenazah Istri ke-7 Presiden ke-1 RI Soekarno Akan Dipulangkan ke Indonesia
Indonesia
Prabowo Kasih Pujian dari Soekarno hingga Jokowi, Berhasil Jaga Keutuhan NKRI hingga Selamatkan Indonesia dari Krisis
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pPresiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembangunan berbagai infrastruktur penting meningkatkan konektivitas antara sentra-sentra ekonomiembangunan berbagai infrastruktur penting meningkatkan konektivitas antara sentra-sentra ekonomi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Agustus 2025
Prabowo Kasih Pujian dari Soekarno hingga Jokowi, Berhasil Jaga Keutuhan NKRI hingga Selamatkan Indonesia dari Krisis
Berita Foto
Melihat Aksi Pukulan Padel dalam Ajang Soekarno Padel Open 2025 di Jakarta
Aksi peserta memukul bola saat mengikuti pertandingan gelaran Soekarno Padel Open 2025 di Republic Padel TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/6/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 28 Juni 2025
Melihat Aksi Pukulan Padel dalam Ajang Soekarno Padel Open 2025 di Jakarta
Indonesia
Fraksi Golkar Minta Rencana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Ditinjau Kembali
"Jangan sampai sejarah ditulis oleh pemenang itu terjadi."
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Juni 2025
Fraksi Golkar Minta Rencana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Ditinjau Kembali
Tradisi
Mengapa Indonesia Punya Banyak Pahlawan Nasional? Sejarah Pemberian Gelar Pahlawan dan Kontroversi Panasnya
Gelar Pahlawan Nasional bukan cuma soal jasa, tapi juga politik dan kontroversi. Dari proses penetapan hingga perdebatan soal Soeharto—simak sejarah panjang dan panasnya di sini!
Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 11 Juni 2025
Mengapa Indonesia Punya Banyak Pahlawan Nasional? Sejarah Pemberian Gelar Pahlawan dan Kontroversi Panasnya
Indonesia
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Diklaim Sudah Disetujui, Bakal Habiskan Anggaran Rp 9 Miliar
Pembaruan buku sejarah Indonesia dilaksanakan mulai Januari 2025 dan ditargetkan rampung Agustus 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Juni 2025
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Diklaim Sudah Disetujui, Bakal Habiskan Anggaran Rp 9 Miliar
Indonesia
Tulis Sejarah Ulang Indonesia, Menbud Fadli Zon Libatkan 113 Penulis
Proyek penulisan ulang buku sejarah Indonesia
Wisnu Cipto - Senin, 26 Mei 2025
Tulis Sejarah Ulang Indonesia, Menbud Fadli Zon Libatkan 113 Penulis
Indonesia
AKSI Kritik Proyek Penulisan Ulang 'Sejarah Resmi', Disebut sebagai 'Kebijakan Otoriter untuk Legitimasi Kekuasaan'
Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia menolak proyek 'sejarah resmi' oleh Kementerian Kebudayaan yang dinilai mengaburkan fakta sejarah dan menjadi alat legitimasi politik.
Hendaru Tri Hanggoro - Senin, 19 Mei 2025
AKSI Kritik Proyek Penulisan Ulang 'Sejarah Resmi', Disebut sebagai 'Kebijakan Otoriter untuk Legitimasi Kekuasaan'
Bagikan